>>[FF] Lee Hyukjae Namja Babo Chapter 1<<

Standar

Author : Ririn Cross

Main Cast : 

>> Lee Hyuk Jae (Eunhyuk Super Junior)

>> Park Eun Soo

>> All Member Super Junior

Disclaimer : Super Junior is mine! *dibantai ELF*                           

Warning : Romance gaje(?), humor 

CHAPTER  1

 

_EUNHYUK POV_

“Eunhyuk-ah kau tidak pergi?” tanya Donghae.

“Heh..aku malas Hae. Biarkan aku tidur saja,” ujarku sambil lebih menenggelamkan diri ke dalam bantal. Nyaman sekali.

“Tapi ini sudah waktunya Hyuk. Kau harus bangun!!!”

“Ya! Lee Donghae! Kenapa kau berteriak tepat di telingaku!” Aku langsung bangkit sambil memegangi telingaku yang masih berdenging gara-gara teriakan falsnya tadi.

Dia hanya nyengir kuda. “Akhirnya kau bangun.”

‘Sialan, dia memang sengaja rupanya,’ rutukku dalam hati.

“Mandi sana. Kau tidak boleh terlambat, nanti dia bisa menunggumu terlalu lama lho,” ujarnya sambil mengerling penuh arti padaku. Kemudian ikan itu menghilang menuju ke balik pintu.

Kuraih handuk dan berjalan gontai ke kamar mandi. Aku membasuh tubuhku dengan air hangat. Sebenarnya aku butuh refreshing.  Jujur saja, sebenarnya aku sangat malas untuk menemui orang itu saat ini. Bahkan bukan hanya saat ini, sampai kapan pun kelihatannya aku tidak akan berniat menemuinya.

_FLASHBACK_

 

“Hyukjae umurmu sekarang berapa nak?” tanya eomma padaku saat aku sedang berkunjung ke rumah.

“Dua puluh lima, eomma. Kenapa?” jawabku agak cuek karena sedang menikmati jajangmyeon buatan eommaku yang paling enak di seluruh dunia, menurutku.

Eomma langsung tersenyum lebar penuh arti. Aku menghentikan makanku, dan meneguk air minum. Firasat buruk langsung terlintas di pikiranku.

“Sudah waktunya kau menikah nak!” ujar eommaku bersemangat.

“Uhuk..uhuk.” Aku langsung tersedak karena ucapan eomma barusan. Apa eomma serius?

“Ya! Hyukjae! Kenapa tidak hati-hati!” Eommaku tampak sangat khawatir. Ia segera menepuk-nepuk punggungku supaya aku lebih baik.

“Mwo? Tadi eomma bilang apa?” tanyaku setelah tenang, masih tak percaya dengan apa yang eomma bicarakan.

“Kamu harus menikah nak. Eomma ingin cepat-cepat menggendong cucu,” ujar eommaku tenang. Mata hitam teduhnya menerawang jauh penuh pengharapan.

Aku tidak tega melihat wajah eommaku yang seperti itu. Tanpa sadar aku berucap, “Baiklah.” Eommaku langsung tersenyum lebar, ia tampak sangat bahagia. Bagaimana aku bisa menolaknya. Dialah wanita yang menduduki posisi utama di dalam hidupku.

Beberapa hari kemudian eommaku mengirimkan beberapa foto-foto gadis yang akan menjadi calon istriku ke dorm Super Junior. Donghae yang pertama kali membuka kiriman itu. Dia malah sangat antusias. Kenapa bukan dia saja sih yang menikah! Umpatku dalam hati.

Donghae menyuruhku untuk memilih salah satunya. Tanpa melihat dulu aku menunjuk malas pada salah satunya. Dengan segera anak itu mengirim balik fotonya ke eomma.

Eomma langsung meneleponku saat itu juga. “Baiklah nak, seminggu lagi kalian akan bertemu. Di Babtol, eommanya Yesung akan mengaturnya agar tidak ada ELF atau wartawan yang mengetahui pertemuan kalian,” ujar eommaku panjang lebar.

“Arraseo eomma,” ujarku tak tertarik. Kemudian kami mengakhiri pembicaraan.

_FLASHBACK END_

Aku benar-benar frustasi. Aku masih belum ingin menikah, waktuku masih panjang, aku masih ingin berpetualang dan mengenal lebih banyak gadis. Apalagi banyak sekali para member girlband yang manis dan cantik, tetapi aku ingin menemukan yang cocok, mungkin karena inilah aku dijuluki sebagai Cassanova. Baiklah Lee Hyukjae, kelihatannya perjodohan ini harus dibatalkan!

~XXX~

 

“Uwaah…Hyukjae kecil kita sudah mau menemui calon istrinya.” Leeteuk hyung tampak semangat sekali menyambutku. Seharusnya dia saja yang menikah, ingat umur hyung! Batinku dongkol.

“Tak kusangka Hyuk-ah, kau akan mendahului hyungmu ini. Padahal aku sudah melamar Nari, tapi kami belum menikah juga,” ujar Shindong hyung sambil menepuk bahuku pelan. Menikah saja apa susahnya?

“Eunhyuk-ah, berikan kami keponakan secepatnya ya!” ujar si magnae iblis itu. Aku langsung menimpuknya dengan bantal sofa. “Tidak sopan heh? Lagian masih juga pertemuan, menikah saja belum!” teriakku jengkel. Aku memang sedang tidak mood sekarang ini. Aigo, bukannya diam dia malah menunjukkan senyum iblisnya. Sepertinya iblis memang sudah bawaan sifatnya sejak lahir.

Aku duduk di kursi kosong yang tersisa. Para hyung dan dongsaeng sudah duduk manis juga disana. Kita semua akan memulai sarapan. Mereka memandangku penuh arti. Memangnya ada yang salah dengan mukaku apa? Perasaan udah ganteng-ganteng begini.

“Hyung, apa ada yang salah dengan mukaku? Kok pada ngeliatin kayak gitu ke aku sih?” tanyaku polos pada Heechul hyung yang duduk di tepat di sampingku.

“Ya! Mukamu memang selalu salah Hyukjae!” ujarnya tak membantu. Ia malah membuatku semakin sebal.

Kulihat Donghae yang paling gembira saat ini. Apa dia tidak tahu kesusasahanku? Setelah selesai makan aku dengan cepat menyambar jaket kemudian keluar.

_END OF EUNHYUK POV_

“Hyukjae buru-buru sekali, apa dia benar-benar serius?” tanya Sungmin.

“Memang seharusnya begitu Minnie hyung! Lelaki yang baik tidak akan membiarkan seorang gadis lama menunggunya!” ujar Siwon.

“Hyung! Bagaimana kalau kita mengikutinya?” usul Donghae membuat semua mata langsung menatapnya dengan pandangan memangnya-kau-tidak-ada-jadwal-hari-ini.

Donghae langsung nyengir, “Ah benar sekali, jadwalku penuh.” Ia kemudian mulai tertawa tidak jelas.

Sebenarnya member Super Junior sangat setuju dengan usul Donghae, tapi mau bagaimana lagi, jadwal mereka sangat penuh. Yang free hanya Eunhyuk saja seharian ini. Leeteuk ada rapat dengan para petinggi SM. Kyuhyun, Ryeowook, Yesung, mau persiapan buat konser KRY selanjutnya. Donghae, Sungmin, dan Siwon ada jadwal pemotretan. Shindong, Sungmin, dan Heechul syuting CF.

~XXX~

_EUNHYUK POV_

“Uwaaah..enak sekali hidup bebas seperti ini!” ujarku dalam penyamaran. Saat ini aku memakai kacamata hitam, topi, dan syal. Nyaman sekali disini, aku menikmati semilir angin yang menerpa tubuhku. Taman yang sejuk dan indah, lumayan sepi, baguslah tak akan ada yang menganggu di sini. Kalian pasti bertanya-tanya, seharusnya ‘kan aku pergi ke acara pertemuan itu, tapi kenapa tidak? Benar sekali! Aku kabur!

“Maafkan aku eomma, maafkan aku appa, maafkan aku yeoja yang tak ku kenal, aku masih belum siap sekarang ini,” ujarku sambil menyandarkan kepala di bangku taman.

Aku mengambil ponselku dan mengetik beberapa kata.

To : Eomma YesHyung

From : Hyukkie

Ahjumha. Aku tidak akan datang. Mianhae~

Segera setelah ada laporan terkirim, ponsel langsung aku matikan.

“Sebaiknya aku manfaatkan saja kebebasan ini dulu.” Kemudian aku memejamkan matanya dan jatuh tertidur.

~XXX~

Tiga jam kemudian..

“Hoahm…” Aku terbangun. Kulihat sinar terang menyambutku. Silau. Kututup lagi dua buah kelopak mataku. Setelah mulai terbiasa, aku mencoba mengerjap-ngerjapkan mataku. Ah matahari sudah tinggi, pantas saja.

Aku melirik ke samping, tampaklah siluet seseorang. Sepertinya ada yang duduk di sampingku? Siapa? Apakah dia mengenaliku sebagai Super Junior Eunhyuk?

Aku membuka mata dan melihat ke arahnya. Ternyata seorang yeoja. Yeoja dengan pakaian warna biru safir, warna kebanggan kami, Super Junior dan ELF. Rambutnya hitam, panjang di belah pinggir kemudian sebuah jepit kecil menghias indah pada mahkotanya itu, cantik sekali. Aish, apa yang aku pikirkan!

“Ya! Kau sedang melihat apa?” tiba-tiba ia bicara. Dia bicara dengan siapa? Aku? Aku menatap ke sekeliling, selain diriku dan dirinya tak ada orang lain di tempat ini.

“Kutanya, kau sedang melihat apa?” Dia langsung menatap ke arahku. Ya Tuhan, dia benar-benar sangat mempesona. Mata yang bening itu, bibir mungilnya, suaranya yang merdu, membuat jantungku berdebar tak karuan. Ini apa artinya?

Ia masih menatap ke arahku. “A..aniyo.. tidak melihat apa-apa,” aku langsung membuang muka.

“Lelaki itu memang pembohong.” Hatiku langsung mencelos mendengar ucapannya yang tajam.

“Apa maksudmu?” tanyaku spontan.

“Lupakan saja.” Ia kemudian beranjak dan pergi dari tempatnya duduk.

“Hey! Tunggu!” Aku hendak mencegahnya pergi tapi sial, dia sudah menghilang di balik tikungan.

Aku merenungkan kata-kata yeoja barusan. Kata-kata itu secara tidak langsung juga menusukku. Aku mengingkari janjiku pada eomma. Aku bukan orang yang bertanggung jawab. Aku namja yang tidak bisa diharapkan.

“Hyukjae babo!!!” Aku kemudian mengacak-acak rambutku dan segera melesat ke Babtol. Aku tahu, pasti disana aku akan di sidang oleh eommaku dan eommanya Yesung hyung. Sidang kedua mungkin akan dilakukan oleh hyungdeul dan dongsaengku di asrama. Kuatkan dirimu Hyukjae, kau yang menanam maka kau yang akan menuai hasilnya!

~XXX~

Benar kan yang kuduga. Eommaku sudah berdiri dengan tangan menyilang satu sama lain, ekspresinya serius atau malah kesal, marah? Ia berdiri mondar-mandir di depan restoran itu. Aku yakin, eomma pasti menungguku. Apa eomma sudah sejak tadi di sana? Astaga, eomma kan tidak boleh terlalu kelelahan, nanti asmanya kambuh.

“Eomma…” Aku mendekat ke arahnya dengan muka ditekuk. Aku sangat bersalah.

“Hyukjae!!” Ia kemudian segera menyeretku masuk ke dalam. Aku hanya pasrah. Eomma membawaku ke tempat tertutup biasanya dimana eommanya Yesung hyung dan para koki menyiapkan makanan, dapur kurasa.

“Hyera, anakmu kembali juga ya?” tanya eomma Yesung hyung pada eommaku.

Eommaku mengangguk.

“Baiklah, silahkan kalian bicara empat mata. Aku melayani tamu dulu,” ujar eomma Yesung hyung.

“Gomawo Inrae,” balas eommaku. Ia kemudian membawaku ke sebuah ruangan yang berada lebih dalam lagi. Aku mengikuti eommaku. Ruangan itu cukup luas tetapi hanya ada sebuah meja disana dan alas duduk.

Eommaku duduk bersila, ia kemudian memberi isyarat padaku agar ikut duduk.

Kami berdua saling berhadapan. Eommaku menatapku. Aku tak bisa menatapnya. Lalu tiba-tiba terdengar isakan tangis darinya.

“Eomma…” Eommaku menangis. Ya Tuhan, apakah aku anak yang durhaka?

Aku hendak ke tempatnya menghapus air mata dari seorang yang sangat aku sayangi seumur hidupku selama ini. Tetapi…

“Berhenti!” ujarnya.  Tangannya juga memberi isyarat agar aku tetap di tempat.

“Eomma.. uljimal…” ujarku mulai ikut terbawa dan menangis. Aku sudah melepas kacamata dan topiku, tetapi syal itu belum kulepas.

“Kalau kau memang tidak mau perjodohan ini, seharusnya kau bilang sejak awal,” ujarnya padaku masih sedikit terisak.

“Mi..mianhae eomma…” Sepertinya tak ada kata lain yang bisa kuucapkan selain permohonan maaf.

“Kau tahu? Eomma sangat khawatir padamu sejak tadi!” Ia mulai meninggikan suaranya. Aku terhenyak.

“Ku kira kau akan kabur dan pergi jauh, meninggalkan eomma dan yang lain karena perjodohan ini,” ujarnya di luar perkiraanku. Aku menatap eomma yang sedang menunduk. Bahunya bergetar. Aku sudah tidak kuat melihatnya menangis.

“Eomma..mianhae.. uljima~” Aku berpindah ke arahnya dan bersujud meminta maaf. Eommaku terkejut dengan apa yang aku lakukan, tapi tangisnya langsung terhenti.

“Angkat wajahmu Hyukjae!” Ia memerintahku. Aku melakukannya. Wajah sendu eomma yang kulihat, sakit sekali rasanya. Tetapi tanpa kuduga sebuah senyum langsung terukir di wajahnya. Astaga, eomma benar-benar cantik kalau tersenyum.

“Hyukjae.. Maafkan eomma.. Maafkan eomma telah memaksamu,” ujarnya sambil mengelus pipiku.

“Ani..Aku yang salah eomma, aku anak tidak berbakti,” jawabku sambil menunduk.

“Hush…tak boleh bicara begitu! Kau anak yang selalu berbakti selama ini. Eomma saja yang terlalu terburu-buru,” ujar eommaku lembut, ia agak terkekeh kemudian menarikku ke dalam pelukannya. Ia menepuk-nepuk punggungku seperti saat aku kecil dulu. Ia masih tetap menganggapku seperti Hyukjae kecil, aku senang. Senyuman langsung mengembang di wajahku, beruntungnya aku punya eomma yang sangat pengertian.

“Wow… Sungguh mengharukan!” Tiba-tiba eommanya Yesung hyung telah masuk sambil tertawa jahil. Ia datang tiba-tiba seperti Yesung hyung saja.

“Inrae, kau sudah selesai?” tanya eommaku.

“Belum,” jawabnya kemudian duduk di tempatku duduk tadi.

“Lho? Terus bagaimana pelangganmu?” tanya eommaku.

“Beres, ‘kan aku punya pegawai.” Eomma Yesung hyung tampak santai. “Lalu bagaimana dengan kalian? Kukira tadi akan melihat perang dunia ketiga,” ujarnya membuatku dongkol, eomma sama anak sama saja, mulutnya sama-sama pedas kalau sudah bicara.

“Hahaha.. Kau tahu Inrae, mana bisa aku marah. Apalagi Hyukjae berhak memberikan keputusan sendiri.” Eommaku tersenyum.

“Jincha? Lalu bagaimana dengan nasib yeoja itu?” tanya eomma Yesung hyung yang langsung mengingatkanku pada gadis malang itu. Aku menatap pada eommaku penuh pengharapan.

“Aku yang akan mengurusnya,” jawab eommaku tenang. “Kau tenang saja Hyukjae,” lanjutnya kemudian mengelus kepalaku. Aku tersenyum bahagia.

“Cih. Kalau Jong Woon yang melakukannya pasti sudah aku rebus matang-matang dan kusajikan dengan saus kacang,” jawabnya santai. GLEK. Malang sekali nasibmu hyung.

~XXX~

 

Hari menjelang sore..

Aku berjalan menuju dorm dengan langkah ringan. Tetapi mataku terpancang pada sesuatu. Yeoja itu? Aku mengikutinya. Semua alat penyamaranku telah aku pakai. Kalau seperti ini aku juga seperti penguntit ya? Ah, masa bodoh, aku penasaran.

Ia berjalan sambil membawa sebuket bunga lili putih. Jalannya cepat tak memberikan sedikitpun peluang untukku melihat wajahnya, hanya punggung itu yang dapat kulihat.

Ia berbelok di sebuah tikungan sepi dan berdiri di depan gerbang pemakaman. Meski agak ragu tapi aku tetap mengikutinya. Ia berjalan menyusuri nisan-nisan yang berjejer rapi dan berhenti di sebuah nisan yang paling ujung di dekat pohon besar pemakaman ini.

Ia meletakkan karangan bunga itu. Kemudian ia memanjatkan doa. Khusyuk sekali. Aku melihatnya dengan jantung yang berdebar-debar. Ia sangat cantik saat itu. Saat ia berdoa. Mungkin Siwon menjadi tampan dan sempurna karena ia rajin beribadah ya? Aku harus mulai rajin saat ini.

Ia kemudian tersenyum ke nisan itu. Aku melihat ke arah nisan itu, dari sini agak tidak jelas, tetapi sedikit banyak aku bisa membaca nama yang tertera di nisaPark Jun Soo. Siapa itu?

Aku sibuk memperhatikan nisan itu, mengira-ira siapa yang dikuburkan disana. Tiba-tiba gadis itu bicara, “Keluarlah.”

Deg. Aku ketahuan?

~TO BE CONTINUED~

Wkkkwk… Cerita yang gaje.

OKE… Mau lanjut?? Coment like please.. ^^

Yang coment paling banyak n paling panjang dapet ciuman dari bias masing-masing… keke *Evil smirk*

Saya harap jangan ada silent reader ya… Karena coment kalian benar-benar sangat berharga untuk saya.. *bow bareng*

20 responses »

  1. Ping-balik: >>Lee Hyukjae Namja Babo Part 2<< « ririncrosslovesuju

  2. Ping-balik: >>Lee Hyukjae Namja Babo Part 3<< « ririncrosslovesuju

  3. Ping-balik: >>Lee Hyukjae Namja Babo Part 4 – ENDING<< « ririncrosslovesuju

  4. Jiahhh…eonni,,eonni
    adeade aje…
    Pke di iming2 yg koment paling panjang dpt ciuman dr bias haha
    tiap hr aku dah di cium sm bias aku eonni hahah
    *PLAK,,FOKUSS!!!
    OKEH2!!!
    hufhh,,sejauh ini part pertama keren abiss haha
    lucu,,krn eunhyuk oppa sempet takut setengah mati sm eomma nya haha,,pasti pucet pasi tuh mukanya,,
    seru eonni jd aku mo lanjut baca part 2 nya ya,,,
    let’s go!!!!!

  5. min lnjtan x mana nheee aq suka bngt bc ff pa lg lw castx thu unyuk . . . .ffx bgus. . .pa lg nhe smua memberx suju ikvt . . .pa lg lw ff couplen suju . . . Eunhae. . .min prna buat??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s