>>[Yesung FF] Colour Of Sky – Trio Mafia Cakep School Version<<

Standar

Tittle : Colour of Sky

Disclaimer : Super Junior belong to themselves. Colour of Sky, Colour of Love created by Ichikawa Show. I just re-write this story because I like them. So, this is my appreciate to Colour of Sky, Colour of Love my beloved manga ^^

Main Cast :

>>Shim Nana

>>Kim Jong Woon

Other Cast :

>>Lee Hyuk Jae / Eunhyuk

>>Lee Donghae

>>Kim Ryeowook

>>Cho Kyuhyun

Warning : Shim Nana POV! Ini FF re-write dari manga Colour of Sky, Colour of Love ^^

Author : Ririn Cross

Happy Reading!! ^^

 

_Shim Nana POV_

Halo. Namaku Shim Nana. Aku kini tiba di depan gedung sekolah baruku. Ya. Ini sekolah ke-6 yang aku tinggali selama setahun. Ini karena pekerjaan ayahku yang berpindah-pindah. ==

Aku sangat ingin memulai kehidupan sekolah yang hebat dengan teman-temanku. Yah, setidaknya sebelum aku pindah sekolah lagi. Baiklah, kalian pasti penasaran bukan dengan kisahku? Ayo ikut denganku berpetualang di sekolah baru ini! ^^

“Shim Nana! Hwaiting!” teriakku pada diri sendiri.

~XXX~

Paran High School

“Permisi…” Aku memasuki ruang guru dengan ragu-ragu. Aku masih seorang murid baru yang tak kenal siapapun disini.

“Cari siapa?” tanya seorang guru jaga disana.

“Park Reina-songsaenim…”

“Mencariku?” Tiba-tiba ada suara yang menginterupsi. Aku dan pria itu menatap sumber suara itu. Seorang wanita cantik dengan dandanan kasual. “Itu dia. Reina-sshi, ada yang mencarimu,” ujar guru itu lalu menunjukku. Wanita itu melihatku. Lalu ia tersenyum, manis sekali.

“Kau murid pindahan itu ya? Aku wali kelasmu. Annyeong~” sapanya lembut. Eh?? Jadi wali kelasku semuda ini!

~XXX~

Kelas 1-1

“Nah ini kelasmu!” ujar Reina-songsaenim lembut. Kelas baruku~

“Kau hebat bisa masuk kelas IPA. Pertahankan prestasimu ya. Mungkin akan sedikit sulit, tapi aku yakin kau pasti bisa.” Nasehatnya sambil tersenyum. Aku tak mengerti dan hanya bisa mengangguk. Akhirnya guru muda itu kemudian membuka pintu ruangan tersebut, lalu tampaklah pemandangan yang membuatku shock setengah sadar.

‘Kenapa laki-laki semua!!’ pekikku dalam hati.

“Karena ini kelas IPA, entah mengapa hanya ada murid laki-laki disini. Dan kaulah satu-satunya murid perempuan di kelas ini. Ayo perkenalkan dirimu Shim Nana…” Reina-songsaenim bertutur lembut tapi hatiku tidak. Apalagi setelah melihat tatapan mereka semua seperti mengintimidasiku. Argggghhhh.. Mana kehidupan bahagia di sekolah yang kuimpikan!

“Shim Nana imnida. Bangapseumnida…”

“…” Semua diam tak merespon dan aku hanya bisa tersenyum tidak jelas. Reina-songsaenim hanya menghela nafas dan segera memberikan sebuah kertas lalu menyuruhku mencari mejaku.

Aku berjalan melewati orang-orang yang sama sekali tidak tertarik dengan keberadaanku. Kutemukan bangku kosong itu kemudian aku duduk. Kulihat di sebelahku ada seorang namja aneh dengan potongan rambut sedikit berantakan, tapi ia lumayan keren.

Kulihat kertas yang tadi Reina songsaenim berikan padaku. Ini tempat dudukku dan nama teman-teman berdasarkan urutan tempat duduk di kelas ini. “Kim Jong Woon?” desisku sambil melirik pria di sebelahku tadi. Aku mencoba tersenyum padanya. “Annyeong..” sapaku mencoba ramah. Dia melihat ke arahku sebentar. “Ngantuk~” desisnya sambil menguap.  Tidak sopan!!

~XXX~

Aku sudah beberapa hari ada di kelas ini. Namun tak ada yang kudapatkan. Teman saja tak punya. Mereka sibuk dengan urusan masing-masing. Aku sudah berusaha berteman dengan mereka tapi nihil. Padahal aku bermaksud ingin merayakan Chuseok ini bersama mereka.

Aku mengamati kelasku lagi, apakah akan terus begini? T_T

Saat aku menatap ke depan aku melihat suatu kelebatan benda bulat yang menuju ke arahku?

BRUKKK

Tiba-tiba aku merasa tubuhku seperti ada yang mendorong. Aku membuka mataku yang tadi secara refleks terpejam karena entahlah, ada sesuatu sepertinya. Saat membuka mata kulihat dengan jelas wajah Jongwoon. Ia kemudian melepaskanku dan berbalik ke arah teman-temannya. “Mundur!” teriaknya pada anak-anak itu sambil menuding-nudingkan tangannya.

“Baik!!”  Mereka semua langsung mengangguk patuh dan kabur dari hadapan kami. Aku melongo. ‘Jadi Jongwoon adalah pemimpin kelas ini!?’ Apalagi, dia telah sangat baik karena menolongku! Tiba-tiba sebuah ide terlintas di kepalaku.

~XXX~

“Jongwoon-sshi?” Aku mencoba menyapanya akrab. Pria itu menatap ke arahku sambil tetap mengunyah permen karetnya.

“Kau mau membantuku membuat pesta perayaan Chuseok?” tanyaku dengan puppy eyes.

Dia terdiam sejenak dan memandangku penuh minat (?). “Kau mirip sekali dengan Kkoming,” celetuknya.

“Eh? Kkoming?” Entah kenapa sepertinya topik pembicaraan jadi berganti.

“Iya. Tatapan mata itu seperti Kkoming…” jelasnya padaku. Aku mengangguk-angguk. Tapi Kkoming siapa?

“Kkoming?” Ia sedikit berpikir. Aku menanti penjelasan. “Itu, nama anjingku di rumah.”

JGERRRRR

~XXX~

“Kim Jongwoon…” panggilku. Aku sudah tak tahan lagi. Pokoknya pesta perayaan Chuseok ini harus terlaksana. Aku ingin kehidupan anak SMA yang normal dengan kebahagiaan, walaupun itu sekedar merayakan tahun baru Chuseok!

“Ada apa Shim Nana?” desisnya sambil menatapku tajam. Ini pertama kalinya ia menyebut namaku, terlebih itu nama lengkapku! Aneh sekali, mengapa aku merasa sebahagia ini?

“Kau mau membantuku mempersiapkan pesta untuk perayaan Chuseok?” tanyaku penuh harap.

“Kau belum menyerah soal itu?” Ia menyipitkan matanya yang memang telah sipit itu.

“Aku benar-benar ingin mengadakannya~”

“Kau tau kan, tidak ada yang akan melakukan hal kekanak-kanakan seperti itu?”

“Tapi kalau dicoba pasti asyik lho!” kataku menggebu. Tiba-tiba ekspresi pria itu berubah. Ia sedikit menarik bibirnya ke atas membentuk lengkungan senyum yang tidak biasa, alias ‘aneh’ dan mencurigakan. ==

“Kalau begitu kau harus bilang…” Dia sengaja memotong kata-katanya. Aku terdiam. Ia kemudian melanjutkan. “‘Aku mohon Tuan Kim Jong Woon. Aku butuh bantuanmu’. Coba bilang seperti itu~” ujarnya dengan nada menggoda.

Aku tersenyum. “Ternyata aku hanya harus berkata seperti itu. == Baiklah. Aku mohon Tuan Kim Jong Woon. Aku butuh bantuanmu,” ujarku dengan nada datar dan enteng. Dia sweatdrop. “Sudah kan?” tanyaku padanya.

Dia menepuk jidatnya dan menggumamkan sesuatu tanpa kuketahui. Samar kudengar ia bilang, “Yeoja polos…” Aku memang polos, batinku tanpa menggubrisnya.

“Lalu bagaimana?” tanyaku dengan senyum ceria.

“Sebenarnya mengapa kau ingin mengadakan hal kekanakan seperti itu?” tanya Jong Woon padaku. Aku tersenyum lagi.

“Aku hanya ingin membuat sebuah kenangan. Aku kan sering pindah. Dan setiap aku akan pergi, teman-temanku pasti akan berpesan, ‘Meski kita jauh, kita tetap jadi teman’. Tapi aku tau, mereka akan terbiasa tanpa kehadiranku. Setidaknya, kalau dengan membuat kenangan seperti ini, kehadiranku akan lebih bermakna. Karena itu, aku ingin membuat kenangan lebih banyak di sekolah Paran ini!” jelasku tanpa sadar begitu panjang dan lebar. Kulihat Jongwoon terdiam menatapku.

“Hm… Kalau begitu baiklah.” Ia mengangkat bahu dan bangkit dari kursinya.

“Jadi kau mau membantuku Jongwoon-sshi!?” tanyaku tak percaya. Dia hanya mengangguk kecil. “Ternyata walau kau menyebalkan tapi kau baik sekali!” teriakku tanpa sadar sambil menarik-narik ujung kemejanya.

“Kau mau memuji atau menghinaku?” == tanyanya.

Aku hanya tersenyum senang. Walau aku tak bisa menyampaikan semuanya dengan baik, tapi sejak aku datang ke sekolah Paran ini, Kim Jongwoon adalah orang pertama yang mendengarkanku. J

~XXX~

“Baiklah! Rapat pertama untuk Festival Hasil Panen alias hari raya Chuseok kelas 1-1 ini akan segera dimulai!” teriakku.

“Ne baiklah. Kita mulai dari perkenalan saja dulu. Lee Donghae imnida, bangapseumnida,” ujar seorang pria tampan dan manis itu.

“Cho Kyuhyun,” desis pria lainnya yang kelihatannya irit kata dan dingin itu.

“Choneun Kim Ryeowook imnida. Mohon bantuannya ya Shim Nana,” lanjut seorang pria kecil yang kelihatannya ramah.

“Aku yang terakhir. Lee Hyukjae! Tapi biasa dipanggil Eunhyuk. Dan perlu kau tau Shim Nana, kami ini adalah Trio Mafia Cakep lho. Kecuali dia!” teriak Eunhyuk padaku sambil menunjuk pria bernama Cho Kyuhyun itu.

“Kau mau mati Eunhyuk?” Pria bernama Cho Kyuhyun itu langsung memberikan dethglare pada Eunhyuk. Mereka kemudian sibuk dengan masalah masing-masing. Aku kemudian menatap Jongwoon dengan sedikit sweatdrop. Sejak tadi pertanyaan ini terus berputar-putar di kepalaku dan aku harus menanyakannya.

“Sudah–sudah,” leraiku pada mereka karena ini juga menjadi masalahku, namun mereka terlihat seperti monyet yang sedang berebut pisang. “Jongwoon,” desisku.

“Apalagi?” balas Jongwoon malah melihat Kyuhyun yang kini sedang menganiaya Eunhyuk.

“Kita 2 orang dengan mereka 4 orang.  Semua jadi 6 orang?”

“Kenapa? Mau protes?” ==’

“Kau kan pemimpin kelas! Harusnya kumpulkan lebih banyak orang dong!” teriakku.

“Memangnya kau pikir aku ini apa!?” Dia balik berteriak padaku.

“Sudah tak apa-apa Nana-sshi. Kami bisa membantumu kok,” ujar Donghae padaku.

“Benar. Mereka dipaksa pun tak ada gunanya,” sahut Ryeowook.

“I..iya. Ayo kita mulai~” teriak Eunhyuk yang agak teler. Entah orang bernama Cho Kyuhyun itu melakukan apa padanya sementara itu dia hanya tersenyum evil di belakang, agak mengerikan juga orang-orang ini. ==

“Walau Cuma ber-6 tidak apa-apa. Yang terpenting kita akan membuat kenangan yang menyenangkan bukan?” ujar Jongwoon pada kami. Aku menatapnya terpesona. Entah kenapa saat itu di sekeliling pria aneh itu seperti ada pendaran-pendaran cahaya kemilau. Benar yang dikatakan Jongwoon. Walau tanpa tau rencana ini, mereka telah datang dan mau berkumpul di tempat ini. Aku menatap mereka satu persatu dan tersenyum.

Ayo kita buat pesta yang menyenangkan!

~XXX~

Kami mulai berdiskusi.

“Kita ada ujian akhir semester sebelum Chuseok. Jadi sekitar tanggal 24 Agustus baru kita bisa mulai pestanya,” ujar Donghae sambil melihat kalender yang entah dia dapat darimana.

“Berarti, setelah ujian baru kita bisa memulai persiapan pesta kita?” tanya Ryeowook sambil melihat kalender milik Donghae.

“Kita ujian sampai tanggal 21, berarti kita punya waktu 3 hari untuk persiapan..” sambar Eunhyuk.

“Ribet sekali?” Komentar Kyuhyun yang memang sangat perhitungan. Jongwoon hanya diam dan memperhatikan teman-temannya. Sedangkan aku? Aku malah menatap Jongwoon. Tiba-tiba pria itu melirikku. Oh tidak jangan sampai dia tahu aku menatapnya! Kulempar pandanganku mencari semut di dasar lantai.

“Shim Nana!” panggilnya. Aish, apa dia menyadarinya?

“Mwoya?” tanyaku tanpa mengalihkan pandangan dari sekumpulan semut yang sedang berbaris teratur.

“Bagaimana menurutmu?”

“Apa?” Aku langsung menatap ke arahnya. Mataku membulat. Kenapa dia terlihat sangat tampan dengan gaya yang sok cool seperti itu? Dia bertopang dagu sambil melihat ke arahku. “Ya?” Aku mencoba mengontrol emosi.

“Kita akan mulai tanggal 21. Kau tak keberatan?”

Kenapa dia menanyakan hal seperti itu padaku. Tentu saja tidak. Mana mungkin aku mengabaikan ujian semester akhirku juga disini. Walau aku murid baru, tapi materi sudah aku kumpulkan dan kupelajari untuk persiapan ujiannya. Aku kan orang yang cekatan. 😀

“Oke beres!” Dia langsung menatap ke teman-temannya tanpa memperhatikan aku lagi. Tidak sopan!

“Tempatnya bagus dimana?” tanya Ryeowook.

“Di sini saja,” balas Kyuhyun. Semua menatap padanya.

“Memangnya boleh di kafe milik eommamu ini Kyu?” tanya Donghae sedikit ragu. Aku terkejut! Ini kafe milik eommanya si namja setan itu?! Dia tiba-tiba melirikku. Kyaa… Apa namja itu bisa mendengar suara batinku?

“Tidak apa-apa kok. Malah akan lebih mudah kalau disini,” jawab pria itu enteng. “Bagaimana Shim Nana. Kau setuju?” tanyanya. Benar juga. Aku mengangguk mantap.

“Hahaha.. Aku sangat setuju!” Tiba-tiba Eunhyuk menyahut.

“Oke. Sudah diputuskan, nanti kita berkumpul disini tanggal 21. Rapat ditutup,” titah Jongwoon seenaknya.

~XXX~

_Waktu Belajar_

“Lho? Ini bukankah kartu pelajar milik Jongwoon?” Aku segera melihat sebuah ID Card yang terselip diantara buku-buku yang kupinjam dari Jongwoon. Anak itu memang sangat baik karena mau meminjami buku catatannya selama satu semester ini.

Aku mengamati kartu ID itu. Ternyata dia tampan juga kalau diperhatikan. Hm.

“24 Agustus! Jadi itu hari ulang tahunnya!” teriakku pada diri sendiri setelah membaca kartu tersebut. “Aku harus mempersiapkan sesuatu!”

~XXX~

_Seminggu kemudian _

“Selamat hari Chuseok!” teriakku pada yang lain. Mereka semua yaitu Trio Mafia Cakep (Eunhyuk, Donghae, dan Ryeowook), Kyuhyun, serta Jongwoon sendiri telah hadir di kafe ini tentunya.

“Selamat Chuseok walau telat!” Eunhyuk menunjukkan senyum gusinya.

“Selamat Chuseok Shim Nana~” balas Donghae sambil mengedip.

“Selamat Chuseok!” Ryeowook malah langsung memelukku. Dia begitu ceria. Manis sekali.

“Bagaimana dengan ujianmu?!” Tiba-tiba Jongwoon mendorong Ryeowook menjauh dariku. Aku yang ditarik tiba-tiba jadi sedikit limbung.

“Eh… Aku?” Aku berhenti dulu untuk mencerna kata-katanya tadi. “Ah lumayan…” cengirku. Dia hanya mendecak.

“Ayo segera kita mulai~” Kyuhyun sudah siap dengan segala pernak-pernik pesta. Ternyata orang itu sangat cekatan. Pandanganku terhadapnya berubah!

Kami kemudian mulai menghias sebuah ruangan khusus yang ada di kafe milik eomma Kyuhyun ini. Kami melakukannya dengan serius. Memasang pita, balon-balon, kertas confetti, dan sebagainya. Aku ingin pesta ini meriah. Ini pesta impianku bersama teman-teman baruku!

Aku dan Jongwoon yang telah selesai dengan bagian masing-masing kemudian berdiri bersisian sambil melihat pekerjaan Trio Mafia Cakep + Kyuhyun itu. Mereka masih belum selesai. Tapi aku tahu mereka juga serius dengan pesta ini. Tanpa sadar aku tersenyum sendiri. “Jongwoon…” panggilku.

“Hm?”

“Terima kasih ya…” ujarku sambil tetap tersenyum. “Aku bisa senang seperti ini karena Jongwoon,” lanjutku sambil menatapnya.

Ia terdiam sejenak. Kemudian sebuah senyum terlukis jelas di wajahnya. “Tidak masalah. Aku juga cukup menikmatinya.” Omona! Dia tampan sekali! Tanpa sadar pipiku merona.

Setelah itu kemudian kami membereskan semuanya. Kami akan melanjutkan untuk hari esok. Jongwoon pulang duluan karena ada sedikit urusan. Sedangkan disini hanya tinggal aku dan keempat orang itu. Kesempatan!

“Eunhyuk, Donghae, Kyuhyun, Ryeowook… Ada yang ingin kubicarakan…” panggilku pada mereka berempat.  Kami pun berkumpul dan membicarakan pesta kejutan untuk Jongwoon!

~XXX~

Aku berjalan ke arah kafe Kyuhyun dengan cepat. Kini aku telah berdiri di depan kafe itu. “Hari ini persiapan terakhir untuk pesta besok kan?” Tiba-tiba terdengar suara Jongwoon yang membuat jantungku seperti akan copot. Kenapa dia datang di saat seperti ini?

“Jongwoon! Kenapa kau disini?” tanyaku ragu.

“Tentu saja ingin membantu persiapan pesta kita,” jawabnya enteng.

“Ta..tapi. Untuk sekarang semua sudah beres. Hanya tinggal hal-hal kecil saja, aku dan yang lain bisa menyelesaikannya! Kau pulang saja Jongwoon. Selama ini aku terus merepotkanmu..” ujarku mencoba mencegahnya untuk ikut masuk.

“Apa maksudmu? Bukankah kita mengerjakannya bersama-sama? Aku tak merasa direpotkan..” Dia terlihat tak mengerti dan ia memaksa masuk lagi.

“Tunggu dulu!!!” teriakku sambil mendorong tubuhnya. Ia mundur dan terdiam.

“Kenapa?” tanyanya tiba-tiba dengan nada yang dingin. Aku terdiam. “Aku menemanimu bukan karena paksaan,” desisnya dan ia sepertinya sengaja memutus kata-katanya. “Jadi.. Yang berpikir kalau semua ini kita mulai berdua, ternyata cuma aku? Baiklah. Besok pun aku tak akan datang,” ujarnya kemudian berbalik memunggungiku dan menjauh.

Bagaimana ini? Apa yang harus kulakukan? Aku tidak bermaksud seperti ini padamu Jongwoon, batinku. Entah kenapa dadaku rasanya sakit sekali. “Jongwoon!! Kau harus tetap datang besok! Apapun yang terjadi kau harus datang!!” teriakku. Tanpa sadar bulir-bulir air mata jatuh membasahi pipiku. Namun, tubuh Jongwoon sudah menghilang di balik tikungan.

Aku terduduk dan menangis.

~XXX~

Persiapan pesta kejutan untuk Jongwoon beserta pesta Chuseok ini juga telah aku rencanakan dengan Eunhyuk, Donghae, Ryeowook, dan Kyuhyun. Mereka melakukannya dengan baik. Dan akupun juga walaupun aku akui, aku telah melakukan kesalahan. Aku berharap Jongwoon akan memaafkanku. Ya, jika tidak ini akan sama saja. “Shim Nana, kau kenapa?” Tiba-tiba Ryeowook menyapaku.

“Ah tidak…” balasku. “Bagaimana dengan persiapannya?”

Dia mengernyit sebentar namun ia kemudian membalas, “Semua sudah beres!” Ia mengangkat jempolnya padaku.

~XXX~

_24 Agustus_

Aku melangkahkan kakiku di kafe milik eommanya Kyuhyun itu. Kenapa sepi sekali? Aku tahu ini hari libur dan kafe ini memang sengaja ditutup untuk pesta kami. Tapi aku tak menyangka, tak ada satupun dari mereka yang datang ke pesta yang telah kami persiapkan. Pandanganku menyapu ke seluruh sudut ruangan. Benar-benar tak ada satupun dari mereka. Aku baru sadar, mereka memang datang kesini dan membantuku membuat pesta konyol ini bukankah hanya karena Jongwoon? Jadi saat Jongwoon memutuskan tak akan datang berarti dia benar-benar tak datang?

Tanpa sadar hatiku kembali nyeri mengingat kejadian yang lalu. Tak ada kebahagiaan dan kenangan untukku. Teman-temanku pergi. Jongwoon yang menjadi teman pertamaku pun memutuskan untuk tidak hadir.

“Padahal aku ingin melihat senyum bahagianya…” desisku sambil tertunduk. Lagi-lagi kristal hangat jatuh membasahi pipiku. Ya, aku dalam kesendirian.

Lama aku terduduk dan menangis, tiba-tiba sepucuk surat mengalihkan perhatianku. Warna sampulnya merah, membuatku ingin melihatnya. Kemudian aku memungutnya dan membukanya.

Datanglah ke kelas 1-1!!

Ada apa ini? Meski aku tak tahu, tanpa sadar kakiku sudah melangkah ke tempat itu. Aku berlari sekencang-kencangnya menuju sekolah dan langsung naik ke kelasku.

‘Kenapa? Ada apa?’ tanyaku dalam hati. Hingga kemudian aku sampai di depan pintu kelas itu.

“Selamat Hari Raya Chuseok! Dan Shim Nana… Selamat datang di kelas 1-1!!” teriak mereka bersamaan. Teriak kumpulan pria-pria tampan teman sekelasku. Terdengar juga bunyi terompet dan kembang api penyambutan. Mereka??

“Ka..kalian semua kenapa?” tanyaku tak percaya.

“Masih terlalu cepat 100 tahun bagimu untuk mengejutkanku Shim Nana! Karena itu, sebagai balasannya aku siapkan pesta penyambutan untukmu. Selamat datang di kelas kami,” ujar Jongwoon dengan suara merdunya dengan gaya yang cool.

Balasan? “Hahaha… Aku terkejut!” tawaku sambil menangis. Aku benar-benar terharu.

Jongwoon menepuk kepalaku sambil tersenyum. Aku kemudian mengeluarkan sebuah bungkusan dari dalam kantongku. “Selamat ulang tahun Kim Jong Woon~ Maukah kau menerima ini?”

Ia terkejut. Namun kemudian tersenyum padaku. “Makasih Nana…”

Meski hanya ini yang dapat kulakukan untuknya. Tapi aku merasa sangat bahagia. Musim gugur ini tidak membuat hatiku gugur, justru ini awal dimana aku mulai merasakan cinta.

_Colour of Sky End/Selesai_

 

Horeeee FF oneshot ini akhirnya selesai 😄

Tercipta karena rasa cintaku pada manga 😄

Alurnya memang kubuat cepat…sekedar pemanasan 🙂

Sebenarnya kisah di atas belum end lho =__= adakah yang mau ini di lanjut?? Atau ending aja T.T haha *dijitak

Jangan lupa RCL FF ini.. karena RCL dari kalian adalah nyawa untukku agar terus berkarya ^^

Gamsha~ *bow bareng Kyu

24 responses »

  1. kyaaa lanjut eon! aku penasaran hubungan nana dan jong woon 😄
    jangan lupa lanjutnya cepet ya eon 😉
    kalau nggak lanjut, kyu dan young aku sandra *evil smile*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s