>>Lee Hyukjae Namja Babo Part 4 – ENDING<<

Standar

Author : Ririn Cross

Main Cast : 

>> Lee Hyuk Jae (Eunhyuk Super Junior)

>> Park Eun Soo

>> All Member Super Junior

Disclaimer : Super Junior is mine! *dibantai ELF*                           

Warning : Romance gaje(?), humor 

CHAPTER  4


Link Part Sebelumnya :

>>Lee Hyukjae Namja Babo Part 1<<

>>Lee Hyukjae Namja Babo Part 2<<

>>Lee Hyukjae Namja Babo Part 3<<

Tetapi sebelum ia benar-benar jatuh ia melihat sosok Eun Soo berlari ke arahnya. Sebelum benar-benar jatuh kedalam kegelapan itu, Eunhyuk sempat menyunggingkan sebuah senyuman untuk gadis itu. Gadis yang telah mengambil hatinya.

~XXX~

_EUN SOO POV_

“Lee Hyukjae! Kau berdarah!”teriakku panik. Ia benar-benar berdarah. Ya Tuhan, kenapa namja ini begitu bodoh memanjat pagar itu. Apa ia tidak sayang dengan nyawanya sendiri?

Semua kenangan masa laluku tentang Junsoo berputar di kepalaku. Aku tidak ingin kehilangan orang yang kusayangi lagi! Dengan segera aku berlari ke dalam rumah mencari kotak obat. Dimana? Dimana kotak obat itu? Dia membutuhkannya sekarang juga!

Aku terlalu kejam padanya. Apakah ini balasannya untukku? Melihat orang yang selama ini kukagumi bahkan kusayangi menjadi seperti ini.

_FLASHBACK EUNSOO_

Eunhyuk Super Junior adalah namja impianku. Ia yang kukagumi dan hanya bisa kulihat dari layar kaca sebenarnya adalah seorang calonku. Aku bahagia sekali waktu itu. Aku berteriak girang mendengar keputusan orangtuaku. Aku tidak percaya dengan apa yang aku dengar waktu itu. Seperti mimpi saja dan aku tidak berniat bangun kalau memang iya.

Pada hari saat pertemuan kami, aku telah siap dengan gaun biru safirku yang menunjukkan kekagumanku padanya serta oppadeul Super Junior dan kebanggan sebagai ELF.

Aku sudah mencoba berdandan secantik mungkin. Paling tidak aku ingin sekali saja bertemu secara langsung dengannya. Kalaupun nanti tidak cocok dan ia tidak memilihku, aku sudah cukup puas hanya dengan melihatnya saat itu. Karena menurutku masih banyak yeoja lain yang lebih baik, lebih cantik, lebih pintar, dan lebih segalanya dariku yang pasti sangat menginginkannya.

Tetapi semua harapanku pupus pada hari itu juga. Eommanya menelepon ke ponselku dan meminta maaf dengan tulus, ia mengatakan kalau Eunhyuk tidak bisa datang. Aku langsung terduduk saat itu juga. Aku yakin, bukannya tidak bisa, tetapi namja itu memang tidak mau menemuiku. Ya? Dia tidak mengharapkanku. Aku sadar kalau aku bukan siapa-siapa. Atau malah diam-diam dia sudah punya kekasih dan menghindar dari pertemuan ini karenanya. Lee Hyukjae, saat itu kau benar-benar membuat hidupku kacau!

Aku berjalan ke taman itu. Disanalah tempatku biasanya menumpahkan segala hal yang kurasakan, bahagia, sedih, maupun patah hati. Taman itu adalah tempat yang berharga untukku. Saat aku tiba disana kujumpai seorang namja yang tertidur lelap. Aku tak terlalu mempedulikannya dan hanya duduk menjejerinya. Mungkin agak lama disana, tetapi itu lebih baik karena bisa sedikit menjernihkan perasaanku. Saat namja itu terbangun aku merasa aneh tetapi tidak asing dengan pandangannya dan kehadirannya. Ia mengingatkanku pada Lee Hyukjae. Oh tidak, lupakan namja itu! Makanya untuk menghindari tatapan itu aku memilih untuk pergi.

Aku berjalan-jalan sebentar. Sebenarnya ingin menghilang saja dari dunia ini tetapi aku masih ingat appa, eomma di rumah, bahkan Junsoo yang sudah tak ada di sampingku pasti sangat sedih kalau melihatku seperti ini. Akhirnya kuputuskan untuk mengunjunginya saja. Park Jun Soo. Adikku.

Ia meninggal karena penyakit yang dideritanya. Sudahlah, aku pasti akan menangis kalau membicarakannya. Ia tak suka melihat noonanya menangis, makanya aku memegang prinsip itu sampai saat ini, tidak akan menangis di depannya.

Aku membeli sebuket lili putih untuknya. Itu bunga kesukaanku, bukan kesukaannya. Ia tak suka bunga. Tetapi kalau ditanya ia pasti akan bilang apa yang noona suka pasti aku juga akan menyukainya.

Junsoo memang anak baik. Beristirahatlah dengan tenang disana adikku sayang.

Saat aku berjalan ke makam itu aku merasa ada yang mengikuti. Orang dengan ciri-ciri mencurigakan, memakai topi, kacamata hitam, dan syal yang menutupi mulutnya. Seperti penguntit, stalker, atau yang paling buruk pria mesum! Tetapi setelah kuperhatikan ternyata ia namja yang tidur di taman tadi. Dia tak seburuk itu kelihatannya, makanya aku membiarkannya mengikutiku sampai ke makam. Aku berdoa, mengobrol sebentar dengan Junsoo, lalu membuka kedoknya.

Kelakuannya sangat lucu pada saat aku membongkar tempat persembunyiannya, seperti Eunhyuk yang polos saat aku melihatnya di layar kaca. Ah! Kenapa memikirkan namja itu lagi!

Aku menyuruh namja aneh itu mendekat. Awalnya ia tampak ragu, tapi pada akhirnya ia mendekat juga.

Entah karena apa tiba-tiba aku mengungkapkan semua yang kurasakan saat itu. Aku bercerita padanya di depan makam Junsoo. Namja itu tidak mengatakan apapun, ia memberikan kesempatan aku menuangkan semuanya dan setelah melakukannya aku cukup lega. Apalagi saat ia tiba-tiba memelukku. Aku merasa sangat nyaman berada dalam pelukannya dan tak berniat lepas darinya. Tahu tidak? Hatiku berdebar cukup keras saat itu. Seperti yang biasa aku rasakan saat melihat Eunhyuk Super Junior yang telah mencuri hatiku dan mengacaukannya dalam waktu sekejap saja.

Ia sangat lucu. Meski aneh ia tampak sangat menyenangkan. Aku sangat tenang bahkan suasana hatiku langsung berubah baik karena kehadirannya. Padahal aku tak mengenalnya sama sekali. Biarlah, mungkin memang dia adalah malaikat yang diutus untuk membuatku tersenyum lagi.

Saat kami hendak berpisah kami saling menyebutkan nama. Aku menyebut namaku dan ia juga. Lee Hyukjae. Ya, dia ternyata memang Lee Hyukjae! Namja yang sangat kubenci. Aku meninggalkannya tanpa kata. Dan selama beberapa hari ini walau aku membencinya tetapi tetap saja aku memikirkannya. Menyukainya bahkan mungkin mencintainya. Mana bisa aku membenci namja yang sudah membuatku tersenyum walau sekedar melihatnya dari layar kaca saja?

Tak kusangka hari ini ia malah datang ke rumahku. Aku masih tetap mengagumi seorang Eunhyuk Super Junior. Mungkin karena aku memang seorang ELF yang tidak bisa membenci oppadeul dan hanya ditakdirkan untuk mendukung mereka dari jauh.

Yang paling membuatku dongkol adalah, ternyata memang benar ia tidak tahu kalau orang yang akan ditemuinya adalah aku. Lee Hyukjae namja babo!

_FLASBACK END_

“Nah itu dia!” Aku ber seru kegirangan. Dengan secepat kilat aku mengambilnya.

BRUKKK

“Kenapa aku terjatuh di saat seperti ini!” rutukku pada diri sendiri. Lututku berdarah. Masa bodoh, sekarang Eunhyuk oppa sedang membutuhkan bantuanku.

Aku berlari cepat ke halaman.

Ia tersenyum sebelum jatuh tak sadarkan diri.

“Oppa! Oppa! Sadarlah, jebal!” teriakku. Air mataku sudah tak terbendung lagi. Aku menangis. Ku seka dulu darahnya sambil menangis. Aku tidak tahu harus melakukan apa. Seluruh ototku melemas, otakku tak bisa berpikir jernih. Aku mau mengangkatnya masuk ke dalam tapi tak bisa, tenagaku hilang.

“Eun Soo!” terdengar suara appaku dari balik gerbang.

“Appa…” ujarku gemetar. Kemudian berjalan membukakan gembok itu.

“Ada apa nak? Kenapa menangis?” Appaku terlihat khawatir. Beliau baru pulang dari praktek kiranya. Appaku seorang dokter di rumah sakit swasta.

Ia sangat terkejut saat mendapati Eunhyuk yang terkapar tak sadarkan diri itu. Appa memeriksanya sebentar. Kemudian appaku dengan segera membawanya ke ruang rawat yang berada di dekat ruang tamu.

“Appa… apa dia akan baik-baik saja?” tanyaku masih dalam isakku.

“Tenanglah.. Ia akan baik-baik saja..” ujar appaku menenangkan. Aku percaya pada appaku. Lee Hyukjae akan baik-baik saja.

_END OF EUNSOO POV_

~XXX~

_EUNHYUK POV_

Aish… kepalaku pusing sekali. Aku mencoba membuka mata. Yang kudapati hanya sebuah ruangan kecil dengan nuansa putih. Aku menggerakkan tanganku tapi rasanya nyeri. “Ugh…” rintihku.

“Sudah bangun?” suara itu lagi. Aku mendapatinya memegang sebuah nampan dan berdiri di ambang pintu. Aku mengangguk lemah.

“Eun..Soo…”

“Oppa tidak boleh banyak menggerakkan tangan dulu, tanganmu terluka tadi,” ujar Eunsoo padaku. Oppa? Aku mengerutkan kening tanda ingin tahu.

“Ne..oppa? Eunhyuk oppaku Super Junior,” ujarnya sambil tersenyum manis. Hatiku miris. Ia tersenyum tapi hatinya menangis. Itu yang kulihat dari matanya. Apakah aku telah menyakitinya lagi?

“Oppa makanlah dulu, lalu minum obat ini. Agar lukamu lekas sembuh, kalau ELF tahu kau terluka seperti ini pasti mereka akan sedih. Apalagi kalau mereka tahu kau terluka karena memanjat gerbangku mereka pasti akan membunuhku ramai-ramai,” ujarnya kali ini dengan senyum yang benar-benar tulus. Ia memang gadis yang benar-benar baik.

“Oppa mau makan sendiri atau..Ani.. oppa makan sendiri saja ya!” ia tampak malu dan memberikan bubur itu padaku.

“Ya! Tanganku kan sedang terluka, mana bisa aku makan sendiri,” jawabku lancar. Ia melotot mendengarnya, lucu sekali.

“Pokoknya oppa harus makan sendiri!” Ia menyodorkan bubur itu padaku.

“Tidak mau kalau tidak disuapi!” ujarku cuek. Ia tampak dongkol, wajah marahnya yang seperti itu yang aku suka. Kekeke, Lee Hyukjae, kau namja yang cerdik.

“Eunsoo, suapi saja dia. Hitung-hitung belajar jadi istri yang baik,” ujar seorang pria tengah baya yang kemudian masuk ke ruangan ini dengan senyum terkembang.

“APPPA!” Eunsoo langsung menjerit.

Ternyata dia calon mertuaku. Aku terkekeh dalam hati. Calon mertuaku sangat baik ternyata. “Eunsoo-ya.. saranghae~.. ayo kita menikah! Bolehkan abeonim?” tanyaku. Ia terbelalak. Calon mertuaku malah hanya senyum-senyum mendengar pernyataanku dan ia sepertinya merestui.

Lee Hyukjae, ternyata kau namja yang beruntung!

_EUNHYUK POV END_

~EPILOG~

Dorm lantai sebelas…

Semua member berkumpul disana menanti kepulangan Lee Hyukjae dengan cemas. Sebenarnya tidak benar-benar cemas. Kyuhyun, Sungmin, dan Ryeowook malah main game. Shindong sibuk makan. Siwon lagi baca alkitab. Heechul sedang bermain dengan Heebum.

“Apa Eunhyuk akan berhasil?” tanya Donghae, ia yang paling cemas dengan keadaan couplenya.

“Entahlah.” Yesung mengangkat bahu. “Tapi kurasa iya, kalau tidak eommaku sudah menyiapkan satu panci besar untuk merebusnya,” jawab Yesung enteng. Donghae bergidik ngeri mendengar perkataan Yesung. Ia benar-benar aneh!

Leeteuk masih pundung di pojokan. Tadi 50% gajinya juga ikut di potong gara-gara Yesung yang terus nyerocos tanpa henti waktu siaran. ‘Kenapa aku harus bernasib malang seperti ini. Lee Hyukjae! Cepat kembali!’

_SELESAI_

Wkkkwk… Ending yang gaje. Oke..saya minta comentnya.. Yang coment paling banyak n paling panjang dapet ciuman dari bias masing-masing… keke *Evil smirk*

Keke~ Endingnya gaje =.=

dan mian.. masih belum terlalu panjang T^T ide mentok disana~~

Please.. coment yah~~ setidaknya untuk yang SILENT2 reader itu ini part terakhir… aku ingin pendapat kalian..

dengan coment kalian maka aku bisa terus berkarya dan menampilkan ff2 yang baru~ yang lebih baik…

oke.. akhir kata.. untuk semua yang udah mau baca ff ini.. saya ucapkan terima kasih ^^ Jeongmal Gomawoyo~~ jangan lupa tetap RCL seperti biasa yah XD Gamsha~~ *bow bareng  kyu & young*

Iklan

22 responses »

  1. yaa cepet endnya! Daebak! Jd gak penasaran hehe..bagus chingu, tp agak kurang aja sama endingnya, eunsoo yg tadinya jutek jd manja gitu.. Seharusnya dia lbh jaim dikit..hehe gomawo

  2. ending nya lucu…
    apalagi waktu baca “siwon baca alkitab” wkwkwkwkwk…. sumpah ngakak…kayak orang alim banget ajah…
    fighthingmin… and jangan lupa trus bikin night/morning romancenya yah…
    aku udah kena virus romance min….hehehe…. 🙂
    *bowbarengeysung*

  3. Annyeong,
    zuwi imnida….aku angkat telunjuk. aku slh satu silent readers, dr part 1 bru kli ini ak koment,,hehe mian.
    Soal ny aku bru menemukan ff ini dan lansung baca dr part 1 smpai part end, jd ak rasa gk msalah klu ak ninggalin jejak d part trakhir aj, (banyak omong)
    Oh y ff ny keren, comedy ny jg dapat,,buatin sekuel ny y klu perlu beberapa part hahah..
    Gomawo.

  4. apa? endingnya cuma gitu kah? cepet banget -__-
    tapi bagus kok. lebih bagus lagi kalo dilanjutin sampe nikah punya anak 😀

  5. Thooor aku mau sekuel nyaa mau ngeliat mereka nikaah >_< seruuuu banget thoor plisss sekuel hehee makasih thoor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s