>>[Donghae FF OneShot] My Hero is My Love<<

Standar

Tittle : My Hero is My Love

Main Cast :

>>Lee Donghae

>>Lee Haejin

Support Cast :

>>Park Ririn (But this is not Shin Rin Rin or Park Ririn on Secret of My Heart FF)

>>Leeteuk

>>Lee Hyukjae

Author : Ririn Cross

Genre : Romance, Friendship, Hurt/Comfort

=============================================================================

~XXX~

“Donghae~!” Eunhyuk memanggil Donghae dengan setengah berteriak. Donghae yang sedang berpikir untuk menemukan sebuah lirik langsung hilang konsentrasinya.

“Apaan sih monyet itu.” Donghae tampak kesal.

“Hae!” Lagi-lagi Eunhyuk memanggilnya. Berbekal rasa kesal di ubun-ubun, konsentrasi buyar, Donghae segera beranjak dari mejanya dengan wajah kesal.

“Hae…. Akhirnya kau–“ Eunhyuk tak menyelesaikan kata-katanya karena tatapan Donghae yang tajam. “Ehehe…apa aku menganggumu?” tanya Eunhyuk dengan wajah polos tanpa dosa. Donghae segera melipat tangannya dan mengetuk-ngetukkan ujung kakinya ke lantai.

“Menurutmu?” tanya Donghae ketus..

“Ah, ye.” Eunhyuk hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

“Lalu ada apa?” tanya Donghae to the point.

“Temani aku~” rengek Eunhyuk dengan wajah memelas. “Aku sendirian di sini. Hyungdeul dan para dongsaeng kan sedang ada jadwal, hanya  kau dan aku yang di sini,” jelasnya, lagi-lagi dengan tampang memelas.

Donghae akhirnya luluh juga karena perkataan Eunhyuk itu. “Kasihan sekali kau Hyuk. Baiklah kutemani.”

“Kau memang sahabat terbaikku!” Eunhyuk langsung memeluk Donghae. Donghae tertawa melihat reaksi Eunhyuk. Dia tidak bisa kesal lebih lama lagi kalau seperti ini.

“Lalu kita mau apa?” Donghae tampak berpikir.

“Apa ya?” Eunhyuk juga tampak berpikir. “Bagaimana kalau nonton!” pekik Eunhyuk.

“Nonton?” tanya Donghae sambil mengerutkan alisnya. Eunhyuk mengangguk. “Nonton apa memangnya?” tanya Donghae mulai tertarik.

“Kau lihat saja!” Eunhyuk tersenyum penuh arti kemudian segera menggandeng Donghae. Donghae yang bingung hanya menurut saja.

“Nah..duduk yang relax dan nikmati filmnya!” ujar Eunhyuk bersemangat.

“Hyuk? Apa kita tidak perlu cemilan? Kan nonton biasanya enak sambil ngemil?” usul Donghae yang sudah duduk manis menjejeri Eunhyuk.

“Tidak perlu Hae, ini membutuhkan kerja keras dan konsentrasi,” jawab Eunhyuk sok serius.

“Eh?” Donghae semakin heran, atau malah semakin curiga. Kelihatannya ada yang tidak beres di balik semua ini.

“Oke. Film siap diputar!” Eunhyuk mulai cengar-cengir tidak jelas. Donghae semakin tidak yakin kalau keputusannya benar kali ini.

Eunhyuk kemudian menyalakan DVD, ia lalu menekan tombol play. Film segera diputar.

Donghae kemudian melihat apa yang sedang diputar di layar kaca. Mukanya langsung merah seketika. Ia juga melihat Eunhyuk yang kondisinya sama dengan dirinya.

“HYUKJAE!!!” Donghae langsung melirik tajam ke arahnya. Eunhyuk lagi-lagi hanya tersenyum semakin tidak jelas.

“Matikan! Atau ku bunuh kau?!” ancam Donghae pada Eunhyuk. Segera setelah itu Donghae bangkit, menyambar jaketnya, dan berjalan keluar asrama dengan ekspresi sebal.

~XXX~

“Huh, dasar Hyukjae! Berani-beraninya dia tadi menipuku! Aku kan masih suci!” gerutu Donghae sambil  terus berjalan tanpa memperhatikan sekeliling. Ia berjalan tanpa tahu kalau ia tidak memakai suatu penyamaran apapun juga. Hingga terdengarlah sebuah keributan.

“DONGHAEEE OPPPAAA!!!”

“LEE DONGHAE!!!”

“Mr. Fishy!!”

“EUNHAEEE!!!” (?)

Donghae langsung terbelalak. Ia menegakkan kepalanya yang semula tertunduk dan hanya menatap kerikil jalanan saja. Kini dihadapannya telah hadir puluhan gadis yang berjejal-jejal dan tampak histeris. Beberapa ada yang terlihat teler karena ketampanan dari seorang Lee Donghae.

Donghae hanya bisa nyengir melihatnya. Para gadis itu yang ternyata ELF langsung terpana sesaat oleh cengiran sang ikan. Tapi tak lama kemudian salah satunya ada yang berteriak. “Oppa, saranghae!!!” Ia kemudian berlari ke arah Donghae diikuti yang lainnya. Mata Donghae kini nyaris keluar, ia tak memperhitungkan hal ini.

Donghae segera berputar dengan elegan, maklum dia kan termasuk leader dance Super Junior yang punya tubuh lentur. Ia berputar hendak kembali ke dorm dan mengunci pintu rapat-rapat. Ia masih belum siap berhadapan dengan ELF sekarang ini. Ia sangat mencintai mereka, tetapi untuk saat ini ia hanya ingin ketenangan. Apalagi setelah insiden tidak mengenakkan di dorm tadi yang membuatnya berasa ingin muntah.

Bukannya terbebas malah kini Donghae terperangkap dalam kepungan ELF. ELF datang dari segala penjuru seperti telah tahu bahwa sang idola memang akan hadir diantara mereka seperti sekarang ini.

‘Tidak! Apa yang harus kulakukan?’  tanya Donghae dalam hati. Ia benar-benar terkepung sekarang ini.

“TOLONG!!!! ANAKKU!!!” Tiba-tiba saja terdengar sebuah teriakan seorang wanita. Perhatian Donghae, ELF, dan semua orang langsung terpecah ke asal suara itu.

Di jalan raya seberang tempat Donghae dan kumpulan ELF berada, ada seorang ibu muda yang tampak panik. Bukan itu masalahnya, yang menjadi masalah adalah kereta bayi yang meluncur cepat ke jalan raya.

Donghae semakin terbelalak, dengan cepat dan refleks ia menyibak kerumunan ELF yang mengelilinginya. Ia tak peduli apa yang terjadi, ia hanya ingin bayi itu selamat. Lee Donghae sangat menyukai anak-anak dan menurutnya anak-anak itu masih suci seperti dirinya yang aslinya narsis itu.

Sesaat sebelum ia sempat menggapai kereta bayi itu tiba-tiba ada seseorang yang mendahuluinya. Donghae terpaku!!

“OPPPPAAA!!” terdengar teriakan histeris yang lebih seperti peringatan. Lee Donghae baru sadar kalau ia berhenti tepat di tengah jalan raya dan jaraknya hanya tinggal beberapa meter dari sebuah truk yang melaju cukup kencang ke arahnya.

Matanya menatap nanar ke arah truk itu tanpa bisa melakukan apapun. Apakah ini akan menjadi akhir hidupnya?

~XXX~

“Lee Hyukjae!! Paboya! Tadi kelihatannya Donghae marah sekali. Bagaimana ini!?” Eunhyuk tampak bingung dan berwajah sedih. Baru pertama kali ia melihat ekspresi Donghae yang seperti tadi dan ada suatu perasaan sangat bersalah di dalam hatinya.

“Ya hyung! Daritadi kau berputar-putar tidak jelas seperti ini. Kau kenapa?” tanya Ryeowook tiba-tiba. Eunhyuk tampak terkejut dengan kehadirannya.

“Ryeowook-ah? Sejak kapan kau ada disitu?” tanya Eunhyuk.

“Sudah sejak saat hyung menggigiti remote DVD itu,” ujar Ryeowook kemudian menyahut benda itu dari Eunhyuk. “Ini mahal hyung, jangan dimakan. Emang hyung mau ganti kalau ini rusak? Biar kumasakkan makanan yang enak saja,” jawab Ryeowook sambil menyingkirkan remote yang pinggirannya telah keropos digigiti Eunhyuk.

‘Benar juga sih, aku bisa rugi kalau menggantinya,’ gerutu Eunhyuk dalam hati.

Ryeowook langsung mendudukkan diri di sofa. Ia terlihat lelah. Ia duduk sejenak, kemudian bangkit lagi. Eunhyuk yang sudah sadar dari gumamannya langsung bertanya pada sang juru masak itu. “Mau kemana Wookie?”

“Mau masak hyung, nyiapin makan malam,” jawab Ryeowook cepat.

“Hah? Bukannya kau baru saja pulang. Apa tidak lelah?” tanya Eunhyuk. Ia heran, anak kecil kurus seperti Ryeowook benar-benar pekerja keras. Ia sangat bertanggung jawab, tidak seperti dirinya yang malas. Aish. Eunhyuk langsung teringat dengan kejadiannya dengan Donghae tadi, wajahnya seketika muram.

Ryeowook yang melihat perubahan ekspresi Eunhyuk tampak cemas.

“Aku tidak apa-apa hyung. Sebenarnya hyung yang kenapa? “ Ryeowook balik bertanya dan segera berjalan mendekati Eunhyuk lalu memeriksanya.

“Perasaanku tidak enak Wook.”

~XXX~

Tinggal beberapa jengkal lagi jarak Donghae dengan truk itu. Namun, Lee Donghae masih tetap diam disitu tak bergerak. Ia merasa tubuhnya kaku dan tak bisa digerakkan. Akankah dewa kematian menjemputnya sekarang juga? Kalau iya, ia ingin agar Rukia Kuchiki saja yang menjemputnya karena Donghae sangat mengidolakan Shinigami wanita karakter dari anime Bleach itu.

Teriakan dari orang-orang di sekelilingnya sudah tak dapat di dengar lagi olehnya. Padahal sesungguhnya para ELF itu mungkin malah menangis histeris melihat apa yang akan terjadi pada idolanya. Tak sedikit yang shock dan langsung terjatuh lemas. Mereka tak bisa melakukan apapun dalam keadaan yang genting ini.

Tiba-tiba Donghae merasakan tubuhnya terpelanting keras tetapi ia merasa bukan truk yang menyambarnya, tetapi ada sesuatu atau malah seseorang yang mendorongnya. Mungkinkah dewa kematian atau shinigami itu telah datang dan mengambil nyawanya lebih dulu.

Tapi kenapa tangannya sungguh nyeri sekarang ini? Seperti terkilir?

“OPPPPAAAA!”

“DONGHAEEE OPPAAA!!” Donghae masih mendengar suara-suara itu. Ia mencoba membuka matanya sedikit. Ia melihat ada puluhan kepala yang menatapnya dengan ekspresi cemas.

“Gwaenchana?” Seseorang bertanya pada Donghae. Donghae menatap ke asal suara itu. Dilihatnya ada seorang gadis yang duduk tak jauh darinya, nafasnya memburu. Ia memakai sweater coklat dan topi putih sehingga Donghae tak dapat melihat jelas wajahnya, apalagi dengan kerumunan orang yang kini semakin menutupinya. Sebelum Donghae menjawab ia sudah tak dapat melihat gadis itu karena desakan yang semakin membuatnya bahkan sulit bernafas dan pada akhirnya Lee Donghae pingsan karena kehilangan kesadaran.

~XXX~

“Hyung, sudah tidak apa-apa kan?” tanya Ryeowook pada Eunhyuk. Ia menyeduh teh dan menghidangkan beberapa cemilan untuknya. Selain Ryeowook disana juga sudah ada Yesung dan Kyuhyun yang ternyata pulang bersamaan dengan Ryeowook sehabis latihan KRY tadi. Hanya saja Ryeowook berjalan lebih cepat karena ia mengejar waktu untuk membuat makan malam.

“Gwaenchana Wookie. Gomawo,” jawab Eunhyuk lesu.

“Semangat sedikit Hyuk. Minum dulu tehnya,” nasehat Yesung. Tetapi ia malah mendahului menyesap teh buatan Ryeowook yang juga dihidangkan untuk dirinya. “Sedapnya~” ujar Yesung.

Saat itu tiba-tiba saja Shindong datang dengan nafas memburu. Ryeowook, Yesung, dan Kyuhyun heran dibuatnya, sedangkan Eunhyuk dia masih bermuram durja merutuki kesalahannya. Sebelum yang lain berbicara Shindong sudah bersuara walau terdengar lemah tetapi itu cukup membuat semua yang ada di sana menatap ke arahnya. “Donghae kecelakaan.”

Eunhyuk menatap nanar ke arah hyung chubbynya itu. Ia tidak ingin percaya, tetapi Siwon tiba-tiba datang menyusul dari belakang. “Kita harus ke rumah sakit sekarang,” ujarnya dengan nafas yang memburu juga.

Eunhyuk langsung melorot. Ia tidak tahu harus bagaimana. “INI SEMUA SALAHKU!!” Dia berteriak frustasi membuat semua yang ada disana terhenyak.

 

~XXX~

Beberapa hari kemudian…

Insiden beberapa hari lalu benar-benar sangat menghebohkan banyak orang terutama netizen, ELF maupun anggota Super Junior. Namun syukurlah Lee Donghae tidak mengalami luka parah. Dia hanya terkilir dan pergelangan tangannya sedikit berdarah. Tak ada luka serius dan sekarang ia sudah bisa tampil bersama member yang lain.

Eunhyuk yang terlihat sangat frustasi waktu itu merasa sangat menyesal dan tidak akan mengulangi kebiasaannya itu lagi. Donghae pun telah memaafkannya.

Hanya satu hal yang masih membuat Donghae penasaran. Entah kenapa ia masih ingat dengan kejadian waktu itu, kereta bayi yang meluncur, dan seorang gadis yang dengan tiba-tiba menolongnya, Donghae masih tak percaya. Siapakah gadis itu? Donghae sama sekali tak mengenalinya, dan ia sungguh sangat penasaran!

“Hae, bagaimana tanganmu?” tanya Leeteuk. Ia duduk menjejeri Donghae yang sedang duduk-duduk santai di balkon asrama.

Donghae menatap hyungnya sebentar dan melihat cakrawala. “Sudah tidak apa-apa hyung, tenanglah.”

“Syukurlah…Tapi…” Leeteuk tampak sangat lega. Ia baru sempat bicara dengan Donghae empat mata hari ini karena beberapa hari yang lalu ia punya urusan penting di luar kota sehingga tidak bisa hadir dan ikut perform bersama Super Junior.

“Hyung tak usah khawatir. Aku baik-baik saja.” Sekali lagi Donghae meyakinkan Leeteuk. Leeteuk mengerutkan alisnya.

“Kalau kau baik-baik saja tapi kenapa kau tampak murung?” tanya Leeteuk tepat sasaran.

“Aniyo..hyung. benar aku tak apa-apa. Hanya saja aku sedang bingung.”

“Bingung kenapa?”

“Mengenai kejadian kemarin.” Donghae mulai bicara. “Hyung tahu tidak siapa yang menolongku?”

Leeteuk menggeleng. “Mianhae..aku tidak tahu.”

Super Junior baru tahu kabar mengenai Donghae kecelakaan setelah sang Fishy dilarikan ke Rumah Sakit, disana tak ada orang selain manajer. ELF yang menyaksikan kejadian itu hanya bisa menangis dan menunggunya.

“Memangnya kenapa Hae?”

Donghae menerawang. “Aku penasaran hyung, dan sepertinya aku harus mencarinya.”

Leeteuk tersenyum. “Kalau begitu berjuanglah! Hyung akan ikut membantumu!”

“Jeongmal? Hyung~ kau baik sekali~” Donghae memeluk Leeteuk erat.

“Tapi ada syarat~” Donghae langsung cemberut.

“Kau yang beres-beres kamar minggu ini ya~”

Donghae speechless, namun akhirnya ia mengangguk juga.

“Kalau begitu, pencarian dimulai! Detective Aiden dan Dennis, siap beraksi!”

Donghae mengangkat jempol.

~XXX~

Donghae dan Leeteuk telah mencari informasi ke berbagai sumber. Termasuk menanyai orang-orang yang waktu itu ada di lokasi kejadian. Namun tak ada yang mengaku bahwa mereka mengenal orang dengan ciri-ciri itu. Sudah 3 hari Leeteuk dan Donghae berusaha mencarinya. Tapi nihil. Hanya sebuah ID kursus dance dengan sebuah foto usang disana, dan nama yang ada disana sedikit buram. Hanya tertulis nomor induk siswa, tak ada yang lain, alamat pun tak ada. Namun, Donghae mengenali foto yeoja itu walau samar, karena ia yakin, yeoja itu adalah yeoja yang menyelamatkan hidupnya tempo hari.

“Bagaimana hyung?”

Leeteuk menggeleng. Donghae terkulai di sofa.

“Sedang apa sih?” Tanya Ryeowook sambil mengaduk secangkir kopi. Di belakangnya menyusul Eunhyuk yang sedang menenggak segelas susu strawberry.

“Mencari seseorang,” jawab Donghae serius. Ia menutup matanya dengan satu tangan, tanda ia benar-benar pusing dan lelah.

“Siapa?” Siwon ikut bergabung.

“Sang malaikat penolong~” Goda Leeteuk yang membuat Donghae langsung melempar bantal ke arahnya.

“Cieee….” Shindong ikut bergabung dan menggoda Donghae.

“Apa sih hyung, aku hanya ingin tau siapa dia. Aku sudah berhutang nyawa padanya, apa salahnya aku menemuinya…”

“Lalu bagaimana, sudah ketemu?” tanya Sungmin kemudian duduk menjejeri Donghae.

Donghae menghela nafas sejenak. “Belum…”

“Kenapa kau tidak tebar pamflet saja hyung, atau beri pengumuman lewat akun twittermu, pasti ramai…”

PLETAK
Hampir seluruh member mendaratkan jitakannya pada Kyuhyun, namun Donghae malah berdiri dan tersenyum lebar. “Ide yang bagus magnae!! Kau pandai sekali!”

Kyuhyun yang sudah terlanjur menerima banyak jitakan itu tampak sewot. Sedangkan, member lainnya hanya terdiam di tempat menunggu apa yang akan dilakukan oleh seorang Lee Donghae.

~XXX~

“Lee Hae Jin!! Bangun! Sudah siang kau tidak ke kampus!” Terdengar teriakan wanita tengah baya dari lantai dasar. Namun yeoja bernama Lee Hae Jin itu masih saja bergulat dengan bantal dan gulingnya tak mengindahkan panggilan sang eomma yang sekarang marahnya sudah naik ke ubun-ubun.

“LEE HAE JIN!!! UANG SAKUMU EOMMA POTONG KALAU KAU TAK BANGUN-BANGUN JUGA!!”

“IYA EOMMA AKU SUDAH BANGUN!” Ajaib, ternyata perkataan eomma Haejin barusan merupakan mantera untuk membangunkan gadis itu. Haejin dengan terseok menyambar handuknya dan hendak ke kamar mandi. Ia melihat jam sekilas. Masih jam 9. Namun, ia sadar sesuatu lalu melihat ke arah jam itu lagi. “Astaga! Jam 9!! Kuliah sudah dimulai 20 menit yang lalu!!”

Haejin mandi kilat dan segera berbusana. Ia menyambar sweater coklat serta topi putih kesayangannya dan memakainya lalu mengulum permen karet dan pamit ke kampus tanpa sarapan. Ia menyetir mobilnya ngebut agar dia tidak terlambat, walau memang pada dasarnya ia sudah terlambat. Tak lama kemudian ia sampai di kampus.  Sebelum keluar dari mobil, Haejin menatap sebuah foto pemuda tampan yang tersenyum manis ke arahnya.

“Lee Donghae oppa~ Saranghae~ Semoga hari ini menyenangkan Hwaiting!”  Haejin langsung mencium foto itu dan melesat cepat ke kelas.

~XXX~

Selepas kuliah yang membuat penat itu, Haejin bersiap melakukan rutinitasnya, yaitu latihan dance! Haejin sangat suka menari, dan kalau ia menari siapa pun pasti akan terpesona oleh gerak indah lekuk tubuhnya. Namun sayang, tak ada seorang pun yang tahu kalau Haejin pintar menari, ini karena Haejin latihan di tempat rahasianya. Hanya teman dan guru-guru di sekolahnya terdahulu yang tahu, karena selepas masa kuliah ini Haejin lebih memilih menutup diri. Ya, sejak kakinya cedera. Gerakan dance yang ia lakukan menjadi tidak sempurna.

Karena itulah sekarang ia memilih untuk tidak menunjukkan tariannya lagi pada orang lain. Ia takut. Sehingga ia memutuskan untuk berlatih sendirian selama dua tahun ini, dan di tempat rahasia itu ia bebas berekspresi.

Sejak duduk di bangku sekolah, Haejin memang sangat suka menari. Dan itu salah satu hobi yang tak bisa dia tinggalkan.

Namun, ketika Haejin hendak melangkah keluar tiba-tiba Park Ririn sahabatnya memanggilnya. “Haejin!!”

Haejin berbalik.

“Ada berita bagus! Kau harus mengetahuinya!”

“Eh?”

“Contest Dance!!”

“Hah??”

“Dan kau tahu siapa jurinya?!”

“Siapa?”
“Lee Donghae Super Junior!”

“Ada lagi yang lebih menarik!”
“Apa?”
“Hadiahnya kencan sehari dengan Lee Donghae!”

“Jeongmal!?”

Haejin ingin meloncat senang saat mendengar hal itu. Dance adalah favoritnya, dan lagi yang akan menilai pun orang yang ia kagumi, dan hadiahnya benar-benar menarik! Mimpi apa dia semalam. Memang sih kejadian beberapa waktu lalu membuatnya tak percaya, namun hal ini juga membuatnya semakin tak percaya lagi! Tapi tiba-tiba wajah Haejin menjadi murung.

“Lee Haejin.. Halo… kenapa kau tiba-tiba muram?”

“Aku tak bisa Rin-ah.. Aku tak bisa…”

“Waeyo?”

“Kau tau kan.. Kakiku..”

“Tapi itu sudah 2 tahun lalu! Ayolah, kau pasti bisa Lee Haejin..”

“Tidak mungkin…” desis Haejin kemudian ia meninggalkan sahabat sejak di bangku SMA-nya itu pergi.

“Aish anak itu!” decak Ririn.

~XXX~

Haejin menggerakkan tubuhnya dengan lincah. Namun ia kemudian menjatuhkan diri ke lantai. Ia menangis. Ia merasa bodoh, ia merasa kalah, dan ia merasa tidak pantas melakukan ini. Ia bodoh karena tak bisa melakukan hal yang ia bisa di hadapan orang yang ia kagumi, Lee Donghae. Ia kalah karena ia belum mencoba namun sudah menyerah. Dan ia merasa tidak pantas karena ia tak bisa melakukan dance dengan sempurna akibat cedera yang dia alami sebelumnya.

Haejin menangis dalam diam dan hanya bisa meratapi nasib.

~XXX~

“Hebat sekali kau Hae~” pekik Eunhyuk.

Donghae hanya tersenyum senang. “Hehe, tentu saja. Ini cara paling mudah yang aku pikirkan dan ternyata banyak sekali yang berminat. Sekaligus seleksi bakat sajalah~”

“Lalu bagaimana dengan gadismu itu?”

“Aku belum menemukannya di antara para peserta ini~ Kuharap dia mau mengikuti kontes ini. Semoga saja~” ujar Donghae sambil menatap ribuan video yang dikirim ke mentionnya.

“Tapi kau yakin dengan cara ini akan berhasil?”

“Aku tidak tahu, tapi aku berharap semoga keajaiban itu ada~” Eunhyuk hanya mendecak mendengar penuturan sahabatnya itu.

“Baiklah, kubantu!” Eunhyuk segera melesat ke kamarnya. Ia mengambil laptop kemudian duduk menjejeri Donghae.

Berikan passwordmu~ Aku kan mau ikut menyeleksi.

“Jeongmal? Kau serius Hyuk??”

“Ne..” Eunhyuk tersenyum. Donghae sangat bahagia. Banyak sekali orang-orang yang membantunya.

Tepat saat itu tiba-tiba ada sebuah video yang terkirim atas nama Lee Hae Jin. Donghae segera mengkliknya karena merasa penasaran dengan judul dance yang dikirimkan padanya. “Sexy Galaxy”

‘Wow~ Judulnya unik,’ batin Donghae.

Saat Donghae menatap video itu dia langsung di sambut dengan wajah seorang gadis yang cantik namun menampakkan aura yang berbeda. Saat itu tiba-tiba mata Donghae terpaku. Bukankah gadis itu adalah yang menolongnya!!!

Namun tak berhenti disitu. Saat Haejin mulai menggerakkan tubuhnya, pandangan Donghae tak bisa mengalihkan matanya dari gadis itu. Seolah gerakan lentur dan liukan tubuhnya menyedot seluruh pandangannya dan hanya membuat Donghae berada pada satu fokus dan satu titik, yaitu sosok Lee Hae Jin.

“Hae.. Lee Donghae!! Kau kenapa?” Eunhyuk tampak mengibaskan kedua tangannya di depan wajah Donghae. Namun, Donghae belum sadar juga. Eunhyuk yang penasaran langsung melihat ke arah video itu. Dia terbelalak. Gadis itu benar-benar memancarkan aura yang berbeda, tariannya sangat hidup dan Eunhyuk benci mengakuinya, bahkan tariannya itu sedikit menyamai levelnya. Bukan sedikit, tapi sebenarnya tarian gadis itu sudah selevel dancer professional sepertinya.

~XXX~

Usai kuliah, Haejin sudah mulai mengemasi barang-barangnya. Namun, lagi-lagi Ririn sahabatnya menahan kepergian gadis itu.

“Haejin tunggu~”

“Ne? Apalagi Rin-ah? Buku Semiotika?”

“Bukan… Tapi… aku ingin menyerahkan sesuatu untukmu.”

Haejin mengerutkan alisnya. Ririn segera merogoh tasnya.

“Ini…”

Haejin membaca sebuah surat pemberitahuan.

“Mwoya!? Apa-apaan ini Park Ririn!”

“Hehe.. Mian.. mianhae!” Ririn segera mengatupkan tangannya benar-benar meminta maaf. “Aku mengirimkan video dancemu dan benar sekali seperti yang aku duga, kau lolos masuk ke tahap berikutnya. Ini surat pemberitahuan langsung dari Lee Donghae Super Junior..” Ririn masih mengatupkan tangannya. “Dan kumohon Haejin, penuhi panggilannya. Kesempatan ini sangat langka…” desis Ririn.

Namun Haejin malah terdiam. “Ririn.. Sudah kubilang kan aku tak bisa?”

“Tapi kau bisa. Aku yakin…”

“Aku tak bisa…”
“Kau bisa! Jangan lemah seperti ini! LEE HAEJIN itu KUAT dan TIDAK MENYERAH! Kalau kau seperti ini bagaimana kau bisa bangkit!!” bentak Ririn. Ia benar-benar sudah tidak tahan dengan sikap melankolis sahabatnya kalau sudah mengingat hal tentang dance.

Haejin itu anaknya ceria, lincah, dan penuh semangat.

“Cedera itu tak akan mematahkanmu! Kau itu QUEEN OF DANCE!” teriak Ririn mengungkapkan segala unek-unek di dadanya. Ia sedih melihat sahabatnya terus terpuruk, dan saat seperti ini adalah kesempatan emas untuknya bangkit, menunjukkan pada dunia bagaimana sosok Lee Hae Jin yang sebenarnya. Terlebih lagi pada orang yang Hae Jin cintai sekaligus kagumi, yaitu Lee Dong Hae.

“Sekarang terserah padamu! Kalau kau memang tak menginginkannya, kau buang saja surat itu.” Ririn hendak pergi namun langkahnya terhenti. “Satu yang kuinginkan, kembalilah menjadi Haejin yang dulu. Haejin yang tidak takut pada tantangan apapun…” desis gadis itu kemudian ia pergi meninggalkan Haejin.

Haejin tertegun. Ia menatap kepergian sahabatnya dan surat itu. Hatinya bergetar. Ia ingin menangis tapi tak mungkin. Kata-kata Ririn secara tidak langsung benar-benar menusuk hatinya, dan memang  yang Ririn katakan, semuanya itu benar.

Ia menari karena ia menyukainya, ia menari karena Lee Donghae, ia menari untuk semua, demi sahabatnya Ririn yang suka melihatnya menari dan demi orang-orang yang mengharapkannya, guru dance, sekolah, dan semuanya. Haejin baru sadar akan hal itu.  Iya, dia menari bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi untuk orang-orang yang dicintainya.

~XXX~

Donghae tampak gugup. Ini sebenarnya bukan acara resmi, ia bahkan memikirkannya hanya secara spontan, namun ia tak menyangka semua pihak membantunya hingga event ini justru menjadi event besar. Contest dance dengan juri tidak hanya Lee Donghae, tetapi seluruh member Super Junior yang menilai! Walaupun juri utama tetap Lee Donghae. Jelas saja, ini kan memang hanya Donghae buat agar ia bisa menemukan gadis yang selama ini menghantui pikirannya. Dan gadis beruntung itu adalah Lee Hae Jin. Gadis penolong sekaligus gadis yang Donghae kagumi kemampuan dancenya!

“Kau gugup Hae?? Keke” Eunhyuk mencoba menggoda Donghae.

“Aniyo.. Aku siap…” elak Donghae.

Acara pun dibuka. Satu persatu finalis yang juga mempunyai kemampuan tidak kalah bagusnya telah tampil. Mereka dipilih dengan seleksi ketat dari para Lead Dancer Super Junior.

Pada saat yang sama, Ririn ternyata juga sedang melihat dari bangku penonton. Ia berharap Haejin datang. Namun ia sedikit kecewa, karena ternyata Haejin memang tidak datang. Ia hanya bisa menghela nafas kecewa, namun ia beruntung juga karena bisa menyaksikan Choi Siwon idolanya secara langsung. Apalagi tadi mereka sempat bertemu mata, dan Siwon tersenyum ramah padanya.

Tiba giliran finalis terakhir.

“Baiklah… Sekarang kita sambut finalis terakhir~ Finalis yang punya kemampuan luar biasa, dimana tariannya menyatu dengan tubuhnya dan alam. Kita sambut… LEE HAEJIN!!” teriak Leeteuk semangat. Namun, suasana langsung riuh dan gaduh. Orang yang dimaksud tidak muncul juga. Donghae mulai cemas dan melemparkan pandangan ke seluruh pelosok bangku peserta. Ya, gadis itu memang tak ada.

Ririn hanya bisa menunduk dari arah bangku penonton. Ia pasrah. Haejin itu tipe keras kepala juga, ia tak yakin kata-katanya kemarin bisa menyadarkan gadis itu.

Tiba-tiba suasana mendadak hening. Suara hak sepatu memenuhi panggung. Semua mata langsung terpaku pada sosok berbusana hitam seksi yang kini telah berdiri langsung di atas panggung berhadapan dengan para juri. Lee Donghae hanya bisa menahan nafas saat menatap sosok gadis itu. Tak ada kata-kata lain yang bisa ia ungkapkan selain, gadis itu sangat menakjubkan!

Musik diputar. Haejin mulai menggerakkan tubuhnya. Semua mata terbius. Hingga tarian terakhir Haejin dimana ia melemparkan ‘wink’ ke arah Lee Donghae, hal tersebut membuat namja itu benar-benar berdebar-debar. Donghae baru sadar. Kalau ia bukan sekedar kagum, tapi ia memang telah mencintai gadis itu. Bukan karena ia telah menjadi penyelamatnya, bukan karena kemampuan dancenya yang luar biasa, melainkan sosok Lee Haejin itu sendiri, ia memancarkan aura yang berbeda sejak Donghae pertama kali melihatnya. Selain itu, Lee Donghae ingin mengenal Lee Haejin lebih jauh. Jadi Donghae sudah memutuskan!

Donghae langsung berdiri dan mendekati Haejin.

“Hello…” sapanya dengan senyum ramah. Donghae pun membungkuk, meminta ijin mengajak Haejin berdansa! Haejin berdebar dan hanya bisa mengangguk.

Mereka berdua menari dengan sangat indah. Donghae membimbing Haejin mengikuti setiap irama ketukan yang ia pijak, Haejin bisa mengikuti langkah Donghae. Mereka berdua terlihat sangat serasi sehingga membuat para penonton dan peserta lainnya bahkan para personil Super Junior terpukau. Mereka adalah raja dan ratu dance!

“Kau masih ingat aku?” bisik Donghae tepat di telinga Haejin.

“Ehm.. iya,”

“Kau ingat telah menolongku?”

“Tentu…”

“Dan kau ingat tidak kalau kau berhutang sesuatu padaku?”

“Eh?? Aku tidak pernah punya hutang padamu”

“Lee Hae Jin, hutangmu adalah hatiku. Sebagian hatiku tertinggal padamu, dan sekarang saatnya bagiku untuk mengambilnya. Dan juga untuk mengambil hatimu…”

Haejin terbelalak. Ia tidak tau maksud dari perkataan Lee Donghae.

“Would you be my girlfriend, princess?” bisik Donghae tepat di telinga Haejin.

~XXX~

_EPILOG_

2 Tahun Kemudian…

“Lee Donghae, aku sebal!”

“Ada apa lagi Lee Haejin?”

“Dua tahun kita pacaran tetap saja seperti ini!”

“Memangnya kau mau seperti apa?”

“Aku mau bebas!”

“Sekarang kau leader Felidis, jangan banyak mengeluh chagiya.”

“Aiya poppa, tapi gosip-gosip itu?”

“Sudahlah momma, tak usah dipikirkan. Yang penting kita telah melewati masa dua tahun ini dengan perjuangan yang indah. Seindah kisah cinta kita yang akan abadi selamanya~” J

“Poppa.. kau memang pintar sekali menggombal.” =.=

“Hahaha.. Siapa dulu, Lee Donghae~ Kalau begitu poppo”

“Dengan senang hati~”

“MUACHHH~~”

“Mereka berdua itu membuat kepingin saja,” decak Ririn.

“Kalau begitu kita lakukan juga baby~”

“Eh?? Apa kau bilang hubby?”
“Poppo~” Ririn terdiam. Hubbynya memang sangat manja.

“Hanya dalam mimpimu Choi Siwon~” desis Nara.

“Ya! Sejak kapan kau ada disitu!” bentak Siwon.

“Sejak kalian berdua mengintip Haejin dan Donghae pacaran,” decak Kyuhyun.

RinWon langsung salah tingkah. Evil couple itu hanya tersenyum geli, menertawakan kebaboan tingkah pasangan RinWon.

_FINISH_

Sekian FF yang saya persembahkan untuk memperingati ulang tahun JinHae Couple~ Salah satu couple favoritku >.<

Little ChoChoiLee karena aku mengidolakan ChoChoiLee juga.

Untuk JinHae couple, semoga langgeng yah!! Hwaiting!! 😀

Comentnya please bagi yang sengaja maupun tidak sengaja mampir.. Berikan kritik dan saran untuk FF ini yah ^^ Gomawo *bow bareng Kyu*

Please jadilah reader yang baik.. jangan jadi SILENT READER~ 🙂

29 responses »

    • iyah ikan kan romantis banget dan agak sdikit2 gimana gtu =__= *dijitak haepa*
      nara pacar kyu 😄 kekeke tapi rinrin dan kyu tetap selamanya 😄 *hug kyu*
      ya ampun… ini kurang panjang aegy?? hampir 4ribu words lho =_= tadi mau aku ptong.. tpi ga jadi krna memang oneshot…kekeke~~

      • klo gtu bikin sequel mereka *senyum tiga jari*
        hahhahha 😄

        klo ga romantis bukan ikan nama’a~
        huahahhah *dijitak haepa*

      • iyaaa kapan2 akan kubikin sekuelnya 😄
        tenang aja~~
        tentu dong.. kau haepa itu romantic prince.. 😄 beda bgt dari itu tuh =_= *tunjuk2 kyu *dijitak

      • hahahhaha 😄

        ditunggu ya~~
        klo bisa aku jadi cameo’a! hahhahah 😄 *ngarep*

        kau berharap kyu ngegombal macem haepa???
        wah wah wah..
        langit pasti akan runtuh jika kyu seperti itu!! *lebay**ditakol kyu*

  1. Menarik bgt min,,
    jd nemuinnya dr audisi yah
    haha kyu emang pinter deh…
    #plak,puji suami sendiri,,piss v,,
    wah klo di bikin sekuel nya pasti seru….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s