>>PLEASE, BE MY GIRL?<< [SEKUEL LEETEUK'S GIRLFRIEND]

Standar

Ini adalah sekuel dengan pairing Teuk-Chaeri dari FF Leeteuk’s Girlfirend. Untuk rin-kyu nanti menyusul… 😄

Tittle : Please, Be My Girl ?

Main Cast :

>> Leeteuk Super Junior

>> Jung Chae Ri

Other :

>> Park Ririn

>> Cho Kyuhyun

>> All member Super Junior

Disclaimer : Super Junior belong to them. But this story original my work. Copycat go to hell!!

Genre : Romance, hurt/comfort, humor gaje

Author : Ririn Cross (~rin_kyu~)

Recomended Song : Be My Girl – Super Junior

Warning : Angels…. Jangan envy 😄 Anggap saja Chaeri itu dirimu.kekeke 

=========================================

“Mwo!? Kenapa kalian membawaku kesini!?” sentak Chaeri. Tangannya digandeng oleh Ryeowook dan Donghae agar tidak lepas dan melarikan diri. Mereka berdua memang seperti penculik saja. ==

“Stt.. Ri-ah! Tenanglah! Sudah kubilang, kau harus bertemu dengan oppaku. Ara?” ujar Ririn. Eunhyuk hanya mengangguk tanda setuju.

Kini Chaeri, Ririn, dan 3 mafia cakep itu telah sampai di depan pintu dorm Super Junior.

Seperti biasa, Ririn mengetuk pintu itu tiga kali ketukan.

“Rin-ah, kenapa kau tak pencet belnya saja? Atau paling tidak masukkan kode pintunya, bukankah kau mengetahuinya?” bisik Eunhyuk yang melihat keganjilan di depannya itu. ==

Ririn menatap Eunhyuk sambil menyipitkan matanya. “Hyukkie oppa! Mengetuk pintu itu seni yang indah! Inilah gayaku!” jawabnya kemudian membalikkan diri menghadap pintu dorm kembali. Eunhyuk, Ryeowook, Donghae, dan Chaeri hanya bisa sweatdrop melihat tingkah dongsaeng leader Super Junior itu.

Tak berapa lama kemudian pintu terbuka. Seperti biasanya, yang membukakan tentu saja sang magnae.

“Kau lagi, kau lagi,” tandas Kyuhyun saat melihat Ririn berdiri dengan bersedekap di depan pintu. Yeoja itu langsung melotot.

“Ya! Apa maksudmu dengan kau lagi kau lagi itu Cho Kyuhyun?!” tanyanya sensi.

Kyuhyun terkekeh. “Ne, karena tiap kali membuka pintu pasti kau yang kutemukan,” jawabnya mengejek.

“Aish! Huh.. “ Belum juga Ririn dan Kyuhyun memulai perdebatannya ia sudah disela.

“Maaf tuan dan nona? Kami masih punya misi yang lebih penting dari ini, bisakah Anda selesaikan permasalahan kalian nanti?” tandas Donghae sok sibuk. Kyuhyun dan Ririn langsung melotot padanya. Donghae mengkeret.

“Baiklah Tuan Cho, karena berdebat denganmu tak ada gunanya, jadi ijinkanlah kami masuk,” ujar Ririn kemudian. Kyuhyun tersenyum evil. Ia kemudian menatap ke sekitar. Ia sebenarnya ingin tertawa saat melihat apa yang dilakukan oleh ketiga hyungnya itu, apalagi saat melihat Chaeri, ia merasa kasihan juga.

“Chaeri-ya, kau baik-baik sajakah disitu?” tanya Kyuhyun sangsi.

Chaeri mendengus kesal. “Bagaimana aku bisa baik-baik saja kalau aku ditarik paksa seperti ini?” tandasnya.

“Sabarlah Chaeri-ah, ini juga demi kebaikan hyung kami,” ujar Ryeowook menenangkan, tetapi itu malah membuat Chaeri semakin cemberut.

“Oke.. Masuklah.” Pada akhirnya Kyuhyun mengijinkan mereka masuk. Ririn tampak tersenyum senang.

“Terima kasih Kyuhyun-sshi,” ujarnya sambil membungkuk. Kyuhyun terdiam, ia merasa senyum yeoja itu tampak manis sekali dan mengalihkan dunianya sesaat. Setelah semuanya lewat Kyuhyun masih saja berdiri di ambang pintu. “Hhhh.. Apa yang kupikirkan!?” desahnya sambil mengacak rambut.

~XXX~

@Dapur

“Sungmin, kau memasak sendirian? Dimana Ryeowook?” tanya Leeteuk sambil melihat Sungmin yang tampak sibuk mengolah bahan.

“Mollayo hyung, Ryeowook tiba-tiba menghilang. Jadi aku saja yang melakukannya. Perutku sudah lapar, dan kalian tentunya juga kan? Makan malam juga hampir tiba,” tandasnya sambil memotong-motong buncis.

“Kau memang dongsaeng yang baik!” puji Leeteuk.

Sungmin menghentikan acara memotongnya dan menatap Leeteuk. “Kau juga hyung yang hebat, Teuk hyung!” balasnya sambil tersenyum. Manis sekali. Lalu namja itu kembali melanjutkan kesibukannya.

Leeteuk balas tersenyum. Tetapi perhatiannya langsung teralih saat mendengar suara gaduh dari ruang depan. “Suara ribut-ribut apa itu?” tanya sang leader penasaran. Ia kemudian segera bergegas menuju ruang tamu.

Sungmin hanya menegakkan kepalanya sebentar, tetapi kemudian terfokus lagi dengan acara potong memotong yang ia lakukan.

 

~XXX~

“Duduklah yang tenang Ri-ah,” ujar Ririn sambil mendudukkan Chaeri.

“Ya! Rin-ah. Jebal, biarkan aku pulang,” ujarnya. Ia merasa belum siap untuk bertemu dengan Leeteuk sekarang ini.

“Ani. Kau harus bertemu dengannya sekarang. Ini penting!” jelas Ririn yang  pada akhirnya berhasil membuat Chaeri duduk. Tepat pada saat itu Leeteuk muncul.

“Rin-ah, ada apa?” tanyanya pada Ririn yang saat itu sedang dalam posisi menutupi Chaeri. Chaeri langsung terpaku di tempat saat mendengar suara Leeteuk. Ririn hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan oppanya itu. Ia langsung bergeser dan pada saat itulah Leeteuk melihat Chaeri. Ia juga terdiam di tempat, antara percaya dan tidak.

“Chaeri…” desis Leeteuk. Pandangannya berubah lembut dan penuh rasa rindu. Begitupula dengan Chaeri. Ia sepertinya juga merasakan hal yang sama.

“Ah… Sepertinya aku harus pergi dari sini,” desis Ririn lirih. Ia merasa tidak mungkin berada lebih lama di dalam ruangan dimana terdapat dua insan yang saling merindukan itu, mungkin juga mereka akan saling berbagi kasih kembali bukan(?). *plak

Sedangkan untuk trio mafia cakep, tak lain beranggotakan Spencer Lee, Aiden Lee, dan Natthan Kim, ternyata telah menghilang lebih dulu entah kemana karena tak meninggalkan jejak sedikitpun.

Saat Ririn hendak melangkahkan kakinya untuk pergi, Leeteuk langsung berujar dengan aura yang berbeda, “Park Ririn! Apa tujuanmu sebenarnya dear?” Dari nada bicaranya kelihatan sekali Leeteuk ingin menjitak adik kesayangannya itu.

Ririn berbalik sejenak menatap oppanya dan tersenyum tidak jelas. “Mianhae oppa, nikmati sajalah kebersamaan kalian!” jawabnya kemudian langsung berlari cepat keluar dorm disertai teriakan Kyuhyun yang menjauh. “Hey! Aku mau dibawa kemana…~!?” *Sejak kapan Kyuhyun ngefans sama Armada? *abaikan

Kini yang ada di ruangan itu hanya Leeteuk dan Chaeri diselingi suara minyak panas yang beradu dengan bumbu dari arah dapur, itu pasti kerjaan Sungmin.

Keduanya jadi kikuk. Chaeri berinisiatif terlebih dulu memberi salam. “An..anneyong oppa,” ujarnya sambil berdiri dan membungkuk. Leeteuk membalasnya dan mendekat ke sofa di depan Chaeri untuk duduk. “Duduklah Chaeri-ya,” ujarnya kalem. Chaeri mengangguk.

Mereka terdiam lagi. Leeteuk yang tak tahan akhirnya turut membuka pembicaraan. “Ehm… Bagaimana kabarmu?” tanyanya.

Chaeri mengangkat kepala sejenak menatap mata sang leader yang cukup mempesona itu. Ia menunduk .lagi karena malu. “Aku baik-baik saja oppa,” balasnya. “Leeteuk oppa sendiri bagaimana?” tanyanya lanjut.

“Aku…” Leeteuk tersendat. Ia tidak mungkin mengatakan kebenaran, tapi ia tidak mungkin juga bisa berbohong pada hatinya. Jadi, pilih yang mana? “Tidak baik…” desisnya kemudian. Chaeri nampak terkejut dengan jawaban Leeteuk.

“Kenapa? Apakah Anda sakit?” tanyanya cukup terlihat khawatir. Leeteuk langsung kelabakan. Ia tidak siap kalau harus bicara sekarang, tapi seandainya bukan sekarang lalu kapan lagi? Tapi, dia benar-benar bingung.

“Ah..Ani… Ehm.. Hanya saja akhir-akhir ini Ririn sering sakit, dia kemarin baru saja sembuh dari flunya, sekarang kelihatan lebih baik. Aish, aku jadi khawatir pada anak itu,” ujar Leeteuk mengalihkan topik pembicaraan.

“Benar kurasa, ia masih terlihat kurang sehat oppa,” balas Chaeri yang tadi juga sempat memperhatikan Ririn. Ririn sudah ia anggap sebagai teman dekatnya jadi ia juga cukup perhatian mengenai hal itu.

“Tapi dia cukup bandel, tidak mau kalau disuruh minum obat. Jadi seperti inilah,” ucap Leeteuk benar-benar out of topic karena malah membicarakan Ririn. ==’

Chaeri kemudian menatap Leeteuk sambil tersenyum. Namja di depannya ini sungguh manis, baik hati pula, serta perhatian dengan adiknya. Ngomong-ngomong soal Ririn, Chaeri jadi mengingat perkataan Ririn di mobil tadi. Oh tidak! Chaeri langsung menunduk lagi. Apakah ia harus bertanya ataukah tidak?

“Ng…” Keduanya bicara bersamaan. Leeteuk terlihat cukup gugup juga, apalagi Chaeri.

“Kau saja dulu Chaeri-ya,” ujarnya mempersilahkan.

“Tidak, oppa saja dulu yang bicara,” balasnya.

Leeteuk benar-benar mati kutu. Ia tak tahu harus bicara apa. Tetapi akhirnya sang leader buka mulut juga. “Selama ini, kau kemana?”

Chaeri terdiam. Ia benar-benar bingung.

“Apa kau menghindariku?” tanya Leeteuk lanjut. Kini namja itu mulai berani dan sepertinya akan mengungkapkan semuanya. Chaeri masih tak bereaksi.

“Apa karena kau tidak suka dengan kejadian tempo hari dimana kau menjadi yeojachingu…pura-pura ku?” desis Leeteuk. Ia mulai berprasangka bahwa karena itulah Chaeri menghindarinya. “Kau membenciku karenanya sehingga kau lebih memilih menghindariku?”

Chaeri tersentak dengan apa yang Leeteuk katakan. Ia tak menyangka Leeteuk akan berpikir sampai sejauh itu. Tapi, semua itu tidak benar. Bagaimana bisa ia membenci orang yang bahkan mungkin sekarang ini mengisi sudut hatinya? “Mianhae… Mianhae oppa.. Aku tak membencimu…” jawabnya sambil menatap Leeteuk. Leeteuk membuang pandangannya kemudian menyenderkan diri ke sofa.

“Jangan bohong Chaeri.. Aku tahu, kau pasti membenciku,” desisnya pesimis. Kemudian menutup matanya sejenak.

“Aniyo!! Aku tidak membencimu!” teriak Chaeri. Leeteuk membuka mata menatap langit-langit. Tangannya bergetar. Ia harus mengatakan sekarang, kalau tidak, ia akan lebih sakit lagi. “Kau tau.. Aku sebenarnya.. Menyukaimu. Aku mencintaimu,” ujarnya kemudian menatap Chaeri yang kini berkaca-kaca seolah mau menangis.

Chaeri segera membekap mulutnya karena tidak percaya dengan apa yang Leeteuk katakan. Kristal bening kemudian menetes dari sudut matanya. Ia menangis.

“Uljima… Mianhae.. Mungkin kau hanya menganggapku hanya sebagai teman, tetapi aku telah lancang mengkhianati kepercayaanmu itu. Kau pasti, akan semakin membenciku bukan?” tambah Leeteuk. Ia sebenarnya tak tega melihat Chaeri menangis, tapi ia juga sudah berada pada batasnya. Kalau disimpan lebih lama akan semakin menyakitkan.

Chaeri semakin deras mengeluarkan tangisannya. Ia tidak percaya, Park Jung Soo mencintainya?

Leeteuk hendak mendekat ke arah Chaeri untuk menenangkan. Tapi yeoja itu bangkit dan mundur dari kursinya. “Jangan mendekat!!” desisnya masih dengan menangis. Leeteuk tersenyum sedih. Ia sudah merasa kalau perasaan ini memang salah, tetapi ia tak bisa membohongi dirinya sendiri.

_TO BE CONTINUED_

 

Akhirnya kejelasan hubungan antara leader kita dengan Chaeri akan terjawab juga. Ini adalah part 1 of 2 dari sekuel Leeteuk’s Girlfriend versi Teuk-Chaeri.

Oke… Ditunggu comentnya…. Likenya juga, please.. ^^

Akhir kata, jumpa lagi besok. *bow bareng Kyu*

Bonus Pict, namja mafia keren + evil magnae..kekeke 😄

Iklan

7 responses »

  1. hey!!!! apa itu??????
    kenapa pendek sekali huh????!!!!! *getok kris
    dan kenapa kau ga bilang2 klo dah post!!!! *banyak mw’a
    omo omo omo!!!! *elus dada
    klo cheri ga mw sama teukpa biar aku aja 😛 *dihajar rame2
    dan piku’a!!! omo!!! ga nahan!!!!
    kunyuk-ah~ aku padamu >.< *dijitak double YSuho

    • hahahaha 😄 biarin 😄 *plak* knpa kau getok namjaku shin aegy =___= *cekek myunpa
      biar kau tau sndiri XP
      jiahhh… =____= aku ga mau pnya kakak ipar kayak dirimu~ *ditabok
      dasar…. *ikut jitak aegy

      • cepat post yang kedua!!!! *maksa
        jangan cekek namja orang!! *tendang kris*
        kau tau kan aku jarang buka WP =__=
        hey~ apa maksudmu? memang aku kenapa?? =___=
        jangan ikut2n jitak =.= *plak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s