>>[Oneshot] “BERBURU YESUNG” – FF SPECIAL YESUNG BIRTHDAY<<

Standar

Main Cast :

>>Yesung Super Junior (Kim Jong Woon)

Other :

>>All member Super Junior

>>ELF

>>Eomma Yesung

>>Shim Nana

Genre : Humor, Friendship, Family

Author : Ririn Cross (admin ~rin_kyu~)

Disclaimer : Super Junior belong to ELF, but this fanfict original by me! Don’t copas anywhere.. Gamsha ^^

Warning : Agak sedikit gaje T.T

FF ini khusus aku buat untuk Kim Jong Woon, Art of Voice from Super Junior!

Saengil Chukkaehamnida Yesung oppa!! Wish u all the best! ^^

FF ini agak gila karena secara ga langsung berkaitan dengan Ddangkoma, Way For Love == *plak

 

Happy Reading ^^

 

~Story begin~

“Auwwww….” Rintih Yesung. Padahal sudah beberapa hari lewat tapi rasa sakit saat cedera waktu record music core masih saja terasa. Namja itu memijat-mijat punggungnya seperti kakek-kakek yang kena encok.

“Hyung, masih sakit?” tanya Ryeowook yang baru saja masuk kamar.

“Ne.. Wook, nyeri sekali,” jawab Yesung dengan ekspresi yang sulit dimengerti.

“Mau aku olesi balsem?” tawar Ryeowook. Yesung langsung mengangguk kilat. Ryeowook tersenyum samar kemudian segera keluar untuk mencari balsem.

Ia lalu masuk dengan membawa sebuah balsem tanpa label, tanpa merk, dan terlihat mencurigakan. ==

“Kemarikan punggungmu hyung!?” ujarnya kemudian menarik baju Yesung ke atas. Yesung hanya pasrah. Namja kecil itu kemudian memakai sarung tangan transparan lalu mengoleskan balsem itu ke punggung Yesung yang nyeri.

Awalnya Yesung merasa hangat dan nyaman, tetapi anehnya lama-kelamaan kok jadi panas dan semakin terbakar? “Hyaaa!! Wookie! Kenapa panas sekali!?” pekiknya.

“Ah masa’ sih hyung? Biasa aja,” jawab Wookie anteng. Jelas saja, dia pakai sarung tangan. 

Ryeowook kemudian menepuk dahinya. “Oh iya.. Aku ada janji sama temen, kalau gitu aku tinggal dulu ya hyung,” jawab Wookie kemudian ngacir tanpa memberikan kesempatan bagi Yesung untuk bicara dengan meninggalkan balsem yang mencurigakan itu. Yesung segera memungutnya dan melihat. “Mwoya?! Ini balsem apaan?!” sentaknya. Tetapi ia kemudian melihat ada tulisan kecil di pojok. ‘Chili Powder’

“WOOKKKIEEEE!!!” teriak Yesung emosi.

“Huaaaa.. Panas..” Yesung yang sudah tak tahan itu segera keluar kamar. Sepertinya mandi akan membuatnya fresh dan tidak kepanasan lagi.

~XXX~

“Hae.. Buruan! Lama amat sih!” teriak Yesung sambil berdiri di depan kamar mandi.

“Hyukk… Kau juga!!” Yesung kemudian ikut mengetok pintu satunya. Kamar mandi di dorm lantai 11 memang hanya ada dua biji.

“Ani hyung! Masih lama!” jawab keduanya bersamaan membuat Yesung cemberut. Ia sudah kepanasan, gerah, mau mandi pula, tapi dua makhluk itu dia tunggu selama 15 menit tak keluar-keluar juga dari kamar mandi. ==

Sungmin yang sedang membaca majalah di sofa langsung menjulurkan kepalanya melihat Yesung. “Hyung ke kamar mandi atas saja, siapa tahu kosong,” tawarnya.

“Ah! Itu ide yang bagus Minnie!” Yesung langsung tersenyum senang kemudian menyambar handuknya. Ia segera melesat ke lantai 12 tempat para tetua Super Junior berada.

“Ada apa Jongwoon? Keringatmu banyak sekali?” tanya Leeteuk santai sambil membaca Koran berbahasa Inggris.

“Hyung, boleh aku pinjam kamar mandi?” tanyanya mengabaikan pertanyaan sang leader.

“Ya, silahkan saja. Semuanya kosong,” balas leader santai kemudian melanjutkan acaranya.

“Gomapta..!” Kemudian Yesung segera masuk ke kamar mandi. Saat ia sudah buka-buka baju dan bersiap untuk menghidupkan air.

“Lho kok ga keluar?” Yesung terus memutar kran air itu. Tapi tetap saja airnya tak mau keluar. “Aish!! Sial sekali aku hari ini!!” pikir Yesung kemudian memukul kran itu. Alhasil kepala krannya copot dan air menyembur dimana-mana. “Hyaaa!! Ini malah banjir!!” teriaknya frustasi.

Leeteuk yang sedang membaca di sofa tampak terkikik sendiri.

~XXX~

“Heebum!! Kau imut sekali sih?” ujar Heechul sambil bermain dengan kucing kesayangannya itu. Sesekali ia mengelus-elus atau menggelitiki leher Heebum.

Yesung yang sedang membaca majalah di sebelahnya melirik sejenak. Ah, tiap kali hyungnya itu main dengan Heebum entah kenapa ia jadi ingat dengan Ddangkoma. Ya, ia membeli Ddangkoma kan memang agar ia bisa seperti hyungnya itu, mengurangi kesepian. Meskipun ia sudah mempunyai Kkoming, dan adapula Ddangkomi serta Ddangkomeng, tetapi Ddangkoma tetap nomor satu dihatinya. Ketika mengingat Ddangkoma, ia juga jadi mengingat yeoja yang telah merawat Ddangkoma itu. (re : Ddangkoma, Way For Love)

“Aish! Kim Jong Woon! Apa yang kau pikirkan!” bisiknya pada diri sendiri.

“Jongwoon, apa yang kau lakukan? Kenapa bicara sendiri begitu?” tanya Heechul sangsi. Ternyata meski dia asyik dengan Heebum ia juga memperhatikan kelakuan Yesung yang agak-agak itu.

Yesung langsung diam di tempat dan tersenyum tidak jelas. “Aniya hyung! Gwaenchana!” ujarnya.

“Hm.. Ya sudah,” jawab Heechul cuek kemudian melanjutkan kesibukan dengan Heebum. Yesung menatapnya lagi. Sekarang yang ia pikirkan bukan Ddangkoma, yeoja itu, atau apapun, tapi sekarang yang ia pikirkan adalah hyungnya itu. Heechul hyungnya kini dalam masa wajib militer. Keputusan yang dia ambil sangat mendadak dan membuat yang lainnya terkejut. Sangat terkejut malah, sampai-sampai membuat orang-orang disekitarnya sedih sekaligus bangga. Meski begitu ia masih tetap tinggal di asrama seperti biasanya, namun ia tidak diperbolehkan beraktivitas dengan Super Junior tampil di publik sebelum masa militernya habis. Tidak masalah, selama kita tahu Kim Heechul sehat, semuanya bisa merasa tenang. 🙂

“Hyung, bolehkah aku mengelus Heebum-mu?” tanya Yesung tiba-tiba. Heechul terdiam sejenak. Bergantian antara melihat Heebum dan Yesung. Tiba-tiba sebuah ide jahil terlintas di pikiran Heechul saat melihat Yesung.

“Hm.. boleh, tapi jaga baik-baik ya!” ujarnya kemudian menggendong Heebum dan memberikannya pada Yesung. Yesung segera menerimanya dengan senang hati. Ia mengelus-elus Heebum dengan penuh sayang. Heechul yang melihatnya tersenyum tipis.

Setelah ia sadar dari lamunannya, Heechul segera melaksanakan misinya. “Heebum! Gigit!” teriaknya. Yesung mengernyit mendengar apa yang Heechul katakan, tapi tak sampai satu detik Yesung langsung berteriak keras. “Auwwwww…!!” Heebum ternyata benar-benar menggigitnya. Ia menggigit jempol tangannya. “Hyungggg!!” teriaknya jengkel. Heechul hanya bisa tertawa terbahak-bahak saat melihatnya.

~XXX~

“Kau kenapa hyung? Tanganmu merah-merah begitu?” tanya Shindong. Yesung hanya cemberut kemudian duduk di sofa menjejeri Shindong yang sedang ngemil kripik kentang.

“Heebum menggigitku,” ujarnya sambil melihat Heechul yang masih tertawa disertai Heebum yang bergelung manja di tangannya.

Shindong hanya terkekeh, tapi tak jadi karena disambut death glare dari Yesung. Tepat pada saat itu tiba-tiba bel pintu dorm berbunyi. “Siapa itu?” tanya Yesung.

“Paling Siwon,” balasnya kemudian bangkit dan membukakan pintu. Memang Siwon lah yang berdiri disana dengan wajah lesu. “Kau kenapa Won?” tanya Shindong.

“Capek hyung…” ujarnya kemudian mendudukkan diri di sofa.

“Habis ini masih ada syuting?” tanya Yesung yang sudah melupakan kekesalannya. Siwon melihat sejenak. “Masih…” desahnya. Shindong segera melesat ke dapur, hendak mengambilkan minum. Yesung iba melihat Siwon.

“Aduh.. Pundakku pegal sekali,” ujarnya sambil menepuk-nepuk pundaknya. Lagi-lagi Yesung semakin iba.

“Kalau aku pijitin mau?” tawarnya spontan.

“Jincha?! Mau hyung~” ujarnya manja. Yesung segera bangkit dan mulai memijat pelan pundak Siwon yang besar itu. “Wah.. ototmu kaku semua, kau perlu pergi ke spa untuk relaksasi,” ujar Yesung yang tiba-tiba jadi tukang pijat dadakan.

“Tidak sempat hyung, aku sibuk,” jawabnya lesu. Yesung mengangguk, benar juga yang Siwon katakan.

“Hyung.. Agak ke bawah,” ujar Siwon. Yesung menurut.

“Ini, minumlah Won,” tawar Shindong sambil memberikan sekaleng softdrink.

Siwon mengangguk. “Gomawo hyung!”

30 menit kemudian…

“Sudah belum?” tanya Yesung yang sudah mulai kelelahan karena mijitin Siwon.

“Belum hyung, masih pegal, ini bagian pinggang,” ujar Siwon. Yesung hanya mendengus kesal. Di sisi lain Shindong tampak menahan geli akibat gesture yang diberikan Siwon sebagai tanda.

“Sekarang bagaimana?”

“Masih hyung.. Pundakku,” ujar Siwon manja.

“Ya! Kau manja sekali! Sudah cukup!” ujar Yesung mulai kesal. Ia kemudian melirik gelas yang tergeletak di meja. Ia haus karena memijat Siwon.

“Ndong, ini punya siapa? Aku minum ya?”

Shindong tak bereaksi karena sedang fokus pada handphonenya. Setelah Yesung meminum itu ia merasa aneh. “Minuman apa ini?!” sentaknya.

“Lho, hyung kenapa minum itu? Bukannya itu jus kemarin yang sudah basi ya?” tanya Shindong sambil mengantongi ponselnya. Tak sampai satu detik Yesung sudah melesat ke kamar mandi.

Shindong dan Siwon hanya bisa tertawa bersamaan.

~XXX~

“Hyung…Yesung Hyunggggg!!!” teriak Kyuhyun di depan kamar. Yesung yang sedang kesal itu segera membuka pintu.

“Ada apa Kyu! Kenapa teriak-teriak!?” tanyanya tanpa minat. Hari ini dia benar-benar kesal karena kesialan yang bertubi-tubi menimpanya.

“Aih.. ternyata kau di dalam,” jawab Kyuhyun enteng sambil nyengir. Yesung hanya bisa mendecak.

“Lalu, apa urusanmu?” tanya Yesung sadis.

“Aku mau ke Hendel and Gretel, temani yuk hyung!” ujar Kyuhyun.

“Pergi sendiri saja,” ketusnya.

“Yah.. hyung. Kalau ada kau kan lebih asyik,” rajuknya. Yesung mendecak sesaat kemudian menghela napas. “Baiklah. Tunggu sebentar, aku mau ganti baju dulu,” ujarnya kemudian menutup pintu kamarnya. Kyuhyun langsung tersenyum evil setelah itu.

~XXX~

Mereka kamudian sampai di Hendel and Gretel dengan menggunakan penyamaran. Tetapi saat mereka turun tiba-tiba Kyuhyun bilang pada Yesung. “Hyung! Aku ke toilet dulu. Kau tunggu disini, nanti masuk bersamaku ya?” Setelah itu Kyuhyun langsung melesat pergi tanpa membiarkan Yesung bicara.

“Aish! Magnae itu ya!” decaknya. Tetapi Yesung dengan setia tetap menunggu. Karena bosan ia memainkan ponselnya.

“Lama sekali sih Kyu?” ujarnya sambil melihat arlojinya. Sudah sepuluh menit ia menunggu tapi Kyuhyun tak keluar juga. Ia kemudian memainkan ponselnya lagi.

Saat ia menegakkan kepalanya karena mendengar keributan di depannya ia langsung terbelalak. Banyak yeoja berduyun-duyun berjalan ke arahnya. Padahal ia sudah memakai penyamaran, ia yakin mereka hanya lewat.

Pada saat bersamaan tiba-tiba terdengar teriakan yang ia kenali. “Yesung Super Junior ada di depan kalian!!! Yang bisa mendapatkan ciumannya akan mendapat layanan khusus di Hendel and Gretel.”

Yeoja-yeoja itu langsung riuh. Yesung terbelalak mendengar perkataan eommanya di depan coffe shopnya itu. “Eomma!!” pekiknya.

“Oh iya.. Acara ini aku namakan ‘Berburu Yesung’!” teriaknya semangat.

Yesung segera lari setelah eommanya selesai mengatakan itu karena yeoja-yeoja yang ternyata ELF itu langsung mengejarnya. Ia tak mungkin memasuki coffe shop itu, karena sepertinya eommanya telah memberlakukan hal ini untuk semua.

“Astaga! Apa yang eommaku pikirkan sih!?” sentaknya sambil merapatkan topi dan jaket seraya berlari kencang. Ia ingin tempat yang nyaman dan aman.

~XXX~

Yesung tiba di depan sebuah toko baju. Dengan nafas terengah, ia kemudian memasukinya. Saat kakinya menjejak ke dalam, semua mata langsung mengenalinya. “Bukankah itu Yesung Super Junior?” tanya seorang yeoja.

“Ne.. Dan berdasarkan selebaran ini sampai jam 12 malam siapa yang berhasil mengambil ciumannya maka akan mendapatkan layanan khusus di Hendel and Gretel,” jawab yang lainnya.

Spontan Yesung langsung memutar langkahnya dan berlari menjauh dari tempat itu. Ia berlari terus. Yesung menoleh ke belakang sejenak. Yeoja-yeoja itu masih saja mengejarnya. Entah karena perihal ciuman, entah karena layanan khusus, atau mungkin karena ia seorang idol?

Yesung kemudian menemukan sebuah kedai makanan kecil. “Permisi,” ujarnya dan segera masuk lalu bersembunyi di bawah meja.

Ahjumha-ahjumha yang menjaga kedai itu tampak bingung. “Anak muda, kenapa kau bersembunyi disana?” tanyanya.

“Stt… Ahjumha. Kalau ada yang mencari orang bernama Yesung Super Junior bilang tidak ada ya?” pintanya tidak wajar.

“Yesung Super Junior siapa? Tapi baiklah,” jawab Ahjumha itu santai kemudian melanjutkan kegiatan menggorengnya.

“Sudah kuduga Anda tidak tahu, makanya aku mengatakan itu,” ujar Yesung lemas. ==

Saat yang ditunggu-tunggu pun tiba. Terdengar langkah-langkah kaki mendekat. Itu pasti mereka. Yesung memohon dalam hati supaya tempat persembunyiannya tidak diketahui.

Ahjumha itu mendekat pada kerumunan yeoja yang tampak kebingungan itu. “Agasshi, kenapa kalian berbondong-bondong datang kesini? Ada apa gerangan?” tanya Ahjumha itu.

“Ahjumha.. Apakah disini ada Yesung Super Junior?” teriak seorang yeoja. Yesung menajamkan pendengarannya.

“Yesung Super Junior?” Ahjumha itu berpikir sejenak. Ia mengingat pria aneh misterius yang sedang sembunyi di kolong mejanya katakan tadi. “Mianhamnida, aku tidak tahu,” jawabnya kemudian.

Yeoja-yeoja itu tampak lesu. Yesung tersenyum lega.

“Kalau namja dengan jaket tebal coklat dan topi warna merah?” tanya yeoja lainnya tiba-tiba.

“Oh.. Kalau itu, dia sedang bersembunyi di kolong meja,” jawab Ahjumha itu cepat dan tepat. Membuat Yesung sweatdrop.

“Kyaaaa!!” Yeoja-yeoja itu langsung berteriak dan menyerbu ke tempat Yesung. Yesung segera berdiri tetapi kepalanya terbentur meja. Sakit sekali, tapi ia harus lari. Yesung langsung melompat dan mencoba meloloskan diri dari kerumunan itu.

“Yesung oppa!!!” teriak mereka kemudian berlari menyongsong Yesung yang telah berhasil melarikan diri.

~XXX~

Yesung melirik arlojinya. Satu jam lagi menjelang tengah malam. Dan ia masih belum bisa meloloskan diri dari kejaran yeoja-yeoja itu. Ia hendak kembali ke apartemen tapi entah kenapa jalurnya sedang ditutup. Sedangkan kalau ia ke gedung SM sangat jauh kalau ditempuh dengan jalan kaki. Sialnya lagi ia lupa membawa dompet. Ponselnya pun mati karena baterainya habis.

Yesung menyandarkan diri di tembok. Ia mengamati langit. Bulan sedang bersinar terang di atas sana, disertai langit yang bertabur bintang. Jarang sekali ini terjadi di kota Seoul. Biasanya cahaya bintang-bintang itu akan tertutup kilatan lampu dari gedung-gedung pencakar langit.

Yesung mendesah. Ia memikirkan yang terjadi seharian ini. Sepertinya hari ini penuh dengan kesialan. Dimulai dari Ryeowook yang iseng, dan terakhir bahkan eommanya. Sebenarnya ada apa?

“Oppa… Yesung oppa, kaukah disana?” Tiba-tiba terdengar suara seorang yeoja yang sudah Yesung kenali. Shim Nana, pemilik baru Ddangkoma.

“Nana?” tanya Yesung tak percaya. Di sampingnya kini berdiri seorang yeoja cantik dengan pakaian simple sambil menggendong… “Ddangkoma!!” pekik Yesung langsung menyongsong Nana dan merebut Ddangkoma. Nana hanya sweatdrop.

Yesung yang sudah lama kangen dengan Ddangkoma tampak mengelus-elus kura-kura itu penuh kasih. Nana hanya tersenyum.

“Lalu, apa yang kau lakukan disini oppa?” tanya Nana kemudian. Yesung segera tersadar.

“Nana.. Kau tidak mengincarku kan?” tanyanya takut. Nana menatap namja itu dengan ekspresi terkejut.

“Me..mengincar? Maksudnya?” Ia benar-benar tak tahu. Tepat pada saat itu terdengar teriakan yeoja-yeoja yang tadi masih mengejarnya. Yesung langsung pucat.

Ia harus lari. Tapi bagaimana dengan Ddangkoma? Bagaimana dengan Nana pemiliknya? Tanpa aba-aba Yesung langsung menarik Nana berlari mengikutinya!

“Oppa!! Aku mau dibawa kemana? Aku harus cepat pulang, eonniku sedang menunggu di mobil!?” sentak yeoja itu.

“Ikutlah denganku, ku mohon,” ujar Yesung dengan tatapan penuh pengharapan. Yeoja itu langsung terdiam dan mengangguk.

“Kkaja!” ujar Yesung. Kemudian mereka berlari. Nana hanya mengikuti kemana Yesung akan membawanya. Ia bertanya-tanya tetapi di sisi lain ia juga sangat senang. Ini seperti mimpi.

Mereka kemudian sampai di depan Hendel and Gretel. Dengan langkah tegap Yesung memasukinya. Semua mata langsung menatap ke arahnya.

“Jongwoon! Kau sudah kembali nak?!” teriak eommanya senang.

Pada saat itu pintu depan langsung menjeblak terbuka akibat ulah para yeoja itu.

“Yesung oppa!!” teriak mereka yang ternyata mengikuti.

“Jadi, siapa yang sudah mendapat ciuman anakku?” tanya eomma Yesung enteng. Yesung melotot. Yeoja-yeoja itu menggeleng. “Kalau begitu cepat, sudah hampir jam 12 lho,” ujar eomma Yesung. Yesung terperanjat. Eommanya benar-benar keterlaluan. Nana hanya berdiri dengan pandangan tak mengerti di sampingnya.

Yesung bingung. Ia tidak mau seperti ini. Ia kemudian menatap Nana di sampingnya yang kini sedang bertugas menggendong Ddangkoma. “Mianhae…” desisnya cepat kemudian mengecup bibirnya sambil menutup mata.

“Kyaaaa….” Yeoja-yeoja itu tampak terkejut. Bahkan ada yang menangis karena ulah Yesung itu. Eommanya terbelalak. Super Junior member yang ternyata sudah berada di sana speechless.

Saat Yesung membuka mata ternyata ia sedang mengecup bibir…

Ddangkoma. “Eh…?”

“Oppa…” Nana tampak shock melihat kejadian itu. Tadi saat Yesung tiba-tiba meraih tubuhnya, tangannya yang sedang memegang Ddangkoma tak sengaja tertarik ke atas dan bibir Yesung bertemu dengan bibir Ddangkoma. ==

“Kenapa kau mencium Ddangkoma!” sentaknya emosi. Nana tak percaya, anaknya yang masih suci itu dinodai oleh appanya sendiri? *plak

Yesung menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal kemudian tersenyum tidak jelas. Tepat pada saat itu jam besar di coffe shop itu berdentang, menandakan pergantian hari.

“Yak! Jadi pemenang untuk kuis spesial ulang tahun Yesung sekaligus bagian promosi Hendel and Gretel adalah…” juri dadakan yang bernama Kim Heechul itu menggantung kalimatnya sejenak agar menimbulkan keingin tahuan dari pemirsa. “DDANGKOMA!!!” teriaknya diiringi tepuk tangan riuh dari para pengunjung, bahkan yeoja-yeoja yang merupakan ELF itu juga ikut bertepuk tangan. Mereka tadi hanya kaget, tetapi ikut senang saat Ddangkoma yang mendapatkan nominasi itu walaupun mereka sedikit cemburu dengan kura-kura itu.

“Chukkae Ddangkoma! Dan juga Saengil Chukkahamnida untuk uri Kim Jong Woon!” teriak Heechul diiringi sorakan dari semua pengunjung.

Mereka semua kemudian menyalami Yesung dan mengucapkan selamat ulang tahun. Kemudian giliran para ELF.

“Oppa.. Saengil chukkahamnida. Sebenarnya aku menyesal tidak bisa memenangkan kuis itu, tapi kalau Ddangko yang menang aku rela,” ujarnya kemudian menyerahkan sebuah bingkisan pada Yesung yang hanya bisa tersenyum kikuk.

“Akhirnya ada Ddangkoma yang menyelamatkan event ini oppa, aku mendukungnya! Hwaiting!” teriak ELF lainnya sambil menyerahkan bingkisannya juga. Yesung masih saja tersenyum kikuk.

Setelah acara penyerahan kado itu selesai maka ELF yang ikut acara “Berburu Yesung” itupun segera berpamitan. Sebelum mereka pulang mereka juga mengucapkan salam untuk eomma Yesung, Jongjin adik Yesung, dan tentu Super Junior member yang kelihatannya masih sedikit menahan tawa?

“Khamsahamnida untuk hari ini urineun ELF. Aku ucapkan terima kasih untuk hadiah kalian,” ujar Yesung sambil tersenyum dan membungkuk.

ELF balas membungkuk. Kemudian salah satu perwakilan mereka maju untuk bicara. “Khamsahamnida untuk hari ini juga oppa. Kami senang bisa turut merayakan ulang tahunmu. Semoga oppa selalu panjang umur dan bersama oppadeul Super Junior tetap menjadi cahaya di langit bagi kami,” ujarnya kemudian membungkuk. Yesung mengangguk dan tersenyum.

Yeoja itu kemudian berbalik menatap Heechul.

“Baiklah, kami pamit oppadeul. Khamsahamnida!!” teriak para ELF kemudian mereka dengan segera membubarkan diri dan keluar dari Hendel and Gretel. Para pengunjung juga berpamitan karena hari sudah malam. Setelah semuanya pergi, tinggal Yesung, Super Junior dan Shim Nana yang ada disana.

“Annyeong!!” tiba-tiba ada yang mengagetkan Super Junior member saat mereka hendak melanjutkan acara berikutnya.

“Annyeong!!” tiba-tiba ada yang mengagetkan Super Junior member saat mereka hendak melanjutkan acara berikutnya.

“Hangeng! Kibum!?” teriak Yesung tak percaya.

“Kami juga!!” sahut dua namja China dan blasteran dari belakang Hangeng dan Kibum.

“Henry, Zhoumi!!”

~XXX~

Ternyata Kibum, Hangeng, serta Henry dan Zhoumi tak ingin ketinggalan dengan perayaan pesta ini. Sehingga mereka memutuskan tiap ada member yang ulang tahun mereka akan ikut merayakannya entah bagaimana cara mereka datang.

“Gyahahahaha…!!” tawa riuh memenuhi ruangan itu.

“Kau lihat tadi! Kura-kura itu yang diciumnya!!” ejek Heechul sambil tertawa sampai-sampai ia harus memegang perutnya karena tak tahan.

Yesung hanya bisa cemberut.

“Aku tak menyangka hyung, saking cintanya kau dengan Ddangkoma maka dia yang kau pilih!” ujar Eunhyuk prihatin. Donghae hanya mengangguk sambil tetap tersenyum geli.

“Tidak apa-apa hyung!? Yang penting tidak terlibat skandal kan hyung?” ucap Henry mencoba menenangkan tapi langsung mendapat death glare dari Yesung.

Trio magnae, Kyuhyun, Kibum, dan Ryeowook ditambah Hangeng hanya bisa tertawa sendiri di pojokan. Kibum berubah out of karakter. Kekeke

Leeteuk hanya tersenyum di tempatnya sambil meminum teh yang terhidang. Sungmin dan Zhoumi membantu eomma Yesung mempersiapkan semuanya. Sedangkan Siwon yang sebenarnya ingin ikut tertawa jadi kasihan saat melihat Yesung. Sejak tadi siang dia memang sengaja di usili oleh para member, dan kejadian paling konyol ya itu tadi, kuis “Berburu Yesung” yang merupakan ide evil magnae mereka dan langsung disetujui oleh eomma Yesung.

“Yak! Kalian semua diamlah!!” teriak Yesung tiba-tiba. “Ini tidak lucu!” sentaknya membuat semua menatapnya. “Sebenarnya aku tadi tak sengaja mencium Ddangkoma!” ujarnya melakukan pembelaan.

“Ne.. Aku tahu hyung, sebenarnya tadi kau mau mencium Shim Nana bukan? Tapi meleset,” sahut Sungmin sambil meletakkan sepiring dubbokki ke meja. Yesung langsung memerah. Shim Nana yang ada di sampingnya langsung terdiam.

“Iya, dan pada akhirnya kau malah mencium Ddangkoma,” balas Zhoumi sambil meletakkan beberapa cemilan.

“Aaa… itu tidak benar!” elaknya sambil melihat Nana yang masih diam. “Lagian Zhoumi! Bagaimana kau bisa tau tentang kejadian itu?” tandas Yesung.

“Kami sudah ada disana sejak kau membawanya hyung,” balas Kibum sambil melirik Nana.

“Ayo.. Mengakulah hyung, kami semua juga tahu itu,” ujar Kyuhyun dari pojokan.

“Hyaaa!! Kalian ini beraninya!!” sentak Yesung langsung melempari mereka dengan sendok. Nana yang malu karena diejek itu langsung menundukkan mukanya dan mengelus-elus Ddangkoma. Mana mungkin yang dikatakan oleh mereka itu benar?

“Nana, tak usah dipikirkan ya ucapan mereka,” bisik Yesung.

Nana tak bisa mengatakan hal lain selain mengangguk. Ia malu berat. Saat itu Super Junior langsung menyoraki mereka lagi.

“Sebaiknya hentikan ini, kita harus segera memulai acaranya,” sela Leeteuk. Semua langsung terdiam. “Ryeowook, ambil kuenya~” perintahnya lagi. “Ne, hyung,” ujarnya kemudian berdiri dan berjalan ke dapur.

Saat di dapur ia bertemu eomma Yesung. “Eomma, Anda tidak ikut acara kami?” tanya Ryeowook saat melihat eomma Yesung asyik berkutat dengan wajan dan kompor. Ryeowook memang sangat dekat dengan eomma Yesung, sehingga ia mengikuti Yesung memanggilnya ‘eomma’.

“Aniya… Kalian bersenang-senanglah. Ada saatnya sendiri bagi eomma nanti,” jawab eomma Yesung sambil tersenyum. Ryeowook mengangguk.

“Jongjin dimana eomma?” tanya Ryeowook sambil mengeluarkan kue tart dari lemari pendingin.

“Kelihatannya dia sudah tidur di bilik,” tandas eomma Yesung masih terfokus pada kegiatannya.

“Ah.. jadi begitu, kalau begitu aku kembali dulu ya eomma” ujar Ryeowook. Eomma Yesung mengangguk dan meneruskan kegiatannya.

 

~XXX~

“Sekarang ucapkan permohonanmu Jongwoon,” ujar Leeteuk setelah kue besar itu ada dihadapannya. Kue yang bertuliskan Happy Birthday 29th Kim Jong Woon itu dihiasi dengan krim coklat dan vanilla. Enak sekali.

Yesung mengangguk dan mengatupkan kedua tangannya. Ia berdoa agar semuanya dapat berjalan dengan baik. Agar ia bisa membahagiakan orangtuanya, adiknya, dan keluarga, serta Super Junior dan ELF. Ia berharap agar di hari berikutnya karirnya akan berjalan dengan baik dan impiannya untuk membuat album solo dapat terwujud. Ia berharap, jika suatu hari nanti Super Junior dapat berkumpul bersama kembali, bahkan jika bisa, ia ingin kembali bersama mereka berada di panggung yang sama menyanyi dan menghibur peri biru mereka, ELF. Satu hal yang pasti, ia sangat mensyukuri kebersamaan ini, dimana hari ini, semua orang berkumpul untuk mengucapkan ulang tahun padanya dan tertawa bersama. Saat ia membuka mata, hyung dan dongsaengnya menatapnya serius.

“Mengapa kau menangis hyung?” tanya Ryeowook yang melihat Yesung meneteskan air mata.

“Eh??” Yesung yang tak sadar akan hal itu dengan ccepat menghapusnya. “Aku kelilipan,” sangkalnya.

Leeteuk hanya tersenyum melihat ulah YeWook couple itu. Ia mendesah dan menatap ke arah Heechul yang sedang meminum softdrink dan mengobrol dengan Kangin. Leeteuk berinisiatif ikut bicara dengan mereka.

“Hey Kangin-ah, di kemiliteran nyaman tidak?” tanya Leeteuk.

“Nyaman kok hyung, tenang saja,” balas Kangin sambil tersenyum ceria.

“Ya! Apa kau kira aku selemah itu?!” desis Leeteuk tajam. Kangin terkekeh.

“Jungsoo, disana menyenangkan. Kau harus mencoba untuk menembak. Itu mengasyikkan,” tambah Heechul. Beberapa waktu lalu dia memang menyandang gelar snipper terhebat saat training untuk wamil, sebelum di tempatkan di bagian pelayanan sosial. Leeteuk mengangguk. Setelah cukup mengobrol, akhirnya Leeteuk kemudian memutar pandangannya ke arah Yesung yang kini bersiap memotong kuenya.

Kata orang, potongan kue pertama itu adalah untuk orang yang paling di sayang, jadi Leeteuk mengharapkan ia yang mendapatkan potongan itu. Saat Yesung hendak menyerahkan itu ia sudah bersiap, apalagi saat itu Yesung tersenyum padanya. Ia balas tersenyum bijak. Tapi harapan sang leader buyar saat Yesung mengarahkan potongan kue itu kepada yeoja yang ada di sebelahnya.

“Nah… Ddangkoma, karena appa sayang padamu maka kaulah yang dapat pertama,” ujar Yesung pada Ddangkoma yang sedang dalam gendongan Nana. Tapi Ddangkoma tak bereaksi. “Dia tak mau makan?” tanya Yesung pada Nana khawatir.

“Dia tak suka kue oppa,” jawab Nana. ==

“Ah iya juga ya. Kalau begitu ini buatmu saja,” ujar Yesung sambil diikuti Super Junior yang jatuh berjamaah. Ternyata mereka memperhatikan kegiatan yang dilakukan Yesung.

“Khamsahamnida oppa,” ujarnya sambil tersenyum. Yesung balas tersenyum. Leeteuk melempari Yesung dengan sendok karena sebal.

“Ya hyung! Tidak sopan!” pekiknya. Leeteuk hanya tertawa. Yesung lagi-lagi cemberut.

Nana hanya bisa tersenyum melihat kelakuan mereka, kemudian ia teringat sesuatu. “Ya!! Eonniku!” sentaknya membuat Super Junior all member menatapnya.

Cepat-cepat Nana berkemas dan membawa Ddangkoma. “Mianhamnida Yesung oppa, aku harus pulang. Eonniku pasti sudah menungguku sejak tadi,” ujarnya. “Oppadeul, aku pamit dulu ya. Nikmatilah kebersamaan kalian~!” ujarnya kemudian bergegas dan terburu-buru keluar.

Yesung langsung mengejar yeoja itu diiringi suit-suitan dari Super Junior member.

“Ya! Tak bisakah kau tinggal disini sebentar?” tanya Yesung pada Nana.

“Tidak bisa oppa! Rin eon pasti sudah menungguku,” jelasnya.

“Hm.. Baiklah, mau kuantar?” tanya Yesung.

“Tidak usah oppa. Tidak terlalu jauh kok,” balasnya.

“Tapi…” Yesung terlihat sangat khawatir.

“Tenanglah oppa. Tidak akan apa-apa,” ujar yeoja itu lembut membuat Yesung terdiam. Nana tersenyum lagi kemudian memakai sepatunya.

“Tunggu.. Kau ke Seoul sebenarnya kau sedang ada keperluan apa?” tanya Yesung penasaran. Ia baru ingat kalau Nana tinggal di Incheon.

“Uhm.. itu. Kami tadi berbelanja ke toko buku, dan sebenarnya bersama Ddangkoma ingin menengokmu. Dia uring-uringan sejak kemarin, mungkin karena ingat ini hari ulang tahunmu. Tapi waktu ke dorm Super Junior, kami tak menemukanmu dan hanya menemukan kerumunan ELF disana,” jelasnya.

“Jadi begitu,” balas Yesung.

“Eh iya oppa. Ini untukmu,” ujar Nana tiba-tiba sambil memberikan bingkisan kecil berwarna merah yang dihiasi pita ungu. “Saengil chukkahamnida!” ujarnya malu-malu kemudian berlari meninggalkan Yesung tanpa memberi kesempatan Yesung untuk bicara.

“Khamsahamnida… Hati-hati..” ujar Yesung saat melihat yeoja itu telah menghilang di tengah kegelapan malam.

Yesung tersenyum. Kemudian ia kembali. Saat itu dari jauh eommanya hanya tersenyum menatap anaknya. Ternyata putranya itu sedang jatuh cinta?

~XXX~

“Shim Nana itu siapa sih?” tanya Kangin pada yang lain.

“Dia itu pemilik Ddangkoma yang baru hyung, tapi kudengar dari Teuk hyung, dia itu yeoja yang Yesung hyung suka,” balas Donghae. Dia sebenarnya tidak tahu detilnya, tetapi hanya mendengar dari cerita Leeteuk.

“Oh.. Pantas saja tatapan mata Yesung hyung ke yeoja itu beda,” sela Kibum sambil bertopang dagu.

“Benar juga. Tapi Kibummie, sebenarnya sejak kemarin kami masih penasaran, yeoja yang ada di blog pribadimu itu siapa sih?” tanya Siwon sambil melirik Kyuhyun sang Hacker yang kini sibuk kembali dengan belahan jiwanya, PSP.

Wajah Kibum langsung memanas. “Bukan siapa-siapa,” jawabnya singkat. Kemudian orang-orang itu mulai mengejeknya.

“Ya! Kalian sedang membicarakan aku ya?” Tiba-tiba Yesung kembali.

“Aish.. Siapa juga yang membicarakanmu,” balas Kangin.

“Ya! Kim Young Woon! Kau tak sopan terhadap hyungmu.. Aku hanya…”

Belum mulai Yesung mengomel sudah di sela.

“Jongwoon, dimana Shim Nana?” tanya Leeteuk.

“Pulang hyung,” jawab Yesung polos. Seketika tempat itu hening.

“Memangnya dia pulang naik apa?” tanya Siwon yang hanya melihat sejak tadi yeoja itu dibawa-bawa oleh Yesung. Yesung menggeleng.

Super Junior kompak saling mengangguk dan menyiapkan kaki mereka. “Kim Jong Woon!! Kejar dia!!” Dengan sekuat tenaga mereka menendang Yesung keluar agar menyusul Shim Nana. ==

Selepas Yesung pergi…

“Hey… Bagaimana kalau kita beri kejutan lagi untuk mereka?” tanya Hangeng. Ini membuat seluruh pandangan member teralih padanya. Kemudian mereka berpikir sejenak dan mengangguk sambil menyeringai.

 

~XXX~

“Aish!! Kurang ajar sekali mereka,” ujar Yesung sambil mengacak rambutnya.

Ia kini berjalan melewati rute yang tadi ia lewati bersama Nana. Tapi anehnya, kenapa tempat ini jadi gelap sekali? Atau memang sejak tadi tempat itu memang gelap, tapi ia tak sadar karena sedang emosi akibat ulah eommanya? Atau ia tak menyadari itu akibat ia sedang bersama Nana?

Tiba-tiba perasaan Yesung jadi tidak enak. Ia melirik arlojinya, jam hampir menunjukkan pukul 1 dini hari. Yesung memang tidak terlalu tahu daerah ini. Ini merupakan jalan pintas, sehingga suasananya sepi dan seram, tapi pikirannya langsung melayang pada yeoja itu lagi. “Aish! Seharusnya tadi memang aku antar saja!” ujarnya pada diri sendiri.

Angin dingin berhembus. Membuat daun-daun yang berguguran terbang seakan menambah suasana mistis yang ada. “Ah.. Aku harus mengejarnya,” ujar Yesung cuek kemudian berjalan cepat. Ia merapatkan mantelnya. Ia sedikit waswas, maklum dia agak parno sebenarnya. ==

Yesung terus berjalan. Makin ke dalam anehnya ia makin merasa asing dengan daerah yang ia lewati atau ini hanya karena ia memang sulit menghapal jalan. Mengingat jalan ke dorm saja ia sering lupa?

SREK SREK SREK

Tiba-tiba Yesung mendengar suara langkah kaki mendekatinya. Ia berhenti sejenak. Langkah yang seperti diseret itu semakin mendekatinya. “Siapa itu?” tanya Yesung. Tak ada jawaban. Bulu kuduk Yesung langsung berdiri. Ia mencoba memberanikan diri untuk melihat.

“Hyaaaaaa!!” teriaknya ketakutan saat mendapati sesosok yeoja berambut panjang berdiri di depannya dengan muka menunduk. “Si..siapa kau? Nuguseyo?” tanya Yesung agak gelagapan, jantungnya serasa mau copot.

Yeoja itu menegakkan kepalanya. Yesung menyiapkan mentalnya.

“Ini aku oppa…” ujarnya dengan wajah bingung bercampur sedih.

“Eh… Shim Nana?” tanya Yesung tak yakin.

“Ne..” Yeoja itu mengangguk.

“Kenapa kau masih disini?” tanya Yesung mencoba menstabilkan suaranya.

“Aku… tidak tahu jalan kembali ke toko buku tadi, entah kenapa sejak tadi malah berputar-putar disini,” jelasnya bingung.

“Aish.. Jadi begitu,” balas Yesung sambil menatap yeoja itu.

“Lalu, apakah oppa tau jalannya?” tanya Nana mencoba mencari kepastian.

“Ehm… Ya sedikit, ayo kita jalan,” ajak Yesung walaupun sedikit ragu. Nana mengangguk.

15 menit kemudian…

“Oppa… Kenapa tak sampai-sampai?” tanya Nana. ==

“Mollayo.. Padahal aku sudah mengikuti ruteku yang tadi lho..” jawab Yesung sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

“Ya! Kalau begini bagaimana aku bisa pulang. Ddangkoma juga kelihatannya mulai kedinginan,” desah yeoja itu. T_T

Yesung hanya tersenyum kecut. Dia benar-benar merasa babo.

Tiba-tiba saat mereka berdua sedang bingung mencari jalan pulang maka terdengarlah suara-suara tidak wajar. Angin dingin berhembus semakin kencang.

“HIhihihihihi.” Lalu terdengarlah suara menakutkan itu.

“Nana, siapa itu yang tertawa?” tanya Yesung bergidik.

“A..aku tak tahu oppa?” Nana sedikit terbata.

Lalu dari jauh terdapat sosok putih yang berjalan mendekati mereka.

“Jangan-jangan?? Hantuuuu…? Hyaaaa…” Yesung langsung parno dan mengajak Nana lari sekencang-kencangnya. Saat itu ia tidak merasa kalau ada sinar blitz yang mengarah padanya.

~XXX~

 

_EPILOG_

@Di balik semak

Ada 10 namja yang sedang mengintip.

“Gyahahaha… Sukses!!” seru Kangin.

Heechul juga ikut tertawa, ia lalu memeriksa ponselnya. “Ya ampun Jongwoon, ekspresimu yang seperti ini pasti akan menggemparkan dunia dan akan menjadi hadiah terindah untukmu,” kekeh Heechul sambil menatap foto itu.

“Mana hyung, aku mau lihat fotonya,” ujar Sungmin.

“Ini…” Lanjut Heechul. “Eh? Sungmin, kau sudah ganti baju?” tanyanya terkejut.

“Lho? Ganti baju buat apa hyung?” tanya Sungmin.

“Kau kan yang berperan jadi itu?” ujar Leeteuk menimpali sambil melihat sosok berbaju putih itu.

“Aku belum ganti,” jawab Sungmin polos.

“Hihihihi…” Terdengar suara itu lagi.

“Geng Ge.. Matikan ponselmu!” sergah Zhoumi.

“Aku sudah mematikan daritadi,” jawab Hangeng bingung.

“Lalu tadi suara apa?” tanya Shindong yang sudah merasa ini tidak enak.

“Tidak tahu hyung,” jawab EunHae bersamaan, mereka sudah merasakan ada yang tidak beres.

“Hyaaaa!!” Mereka bersepuluh langsung lari berpencar-pencar. Sedangkan Siwon hanya komat-kamit baca doa sambil memejamkan mata.

@Di Semak yang lain

“Hahahaha… Malah mereka sendiri juga yang ketakutan!” ujar Ryeowook sambil melihat foto yang ia dapatkan.

“Ini mengasyikkan!” ujar Henry sambil ikut-ikutan melihat foto itu. “Kyu gege, kau memang brilian!”

“Siapa dulu, aku…” ujar Kyuhyun bangga sambil menjentikkan jarinya. “By the way, Kibum. Lepaslah kostummu itu. Sungguh menggelikan,” komentarnya. ==

“Aish.. Ne, bukankah kau yang menyuruhku berdandan seperti ini?” ujar Kibum pasrah kemudian melepaskan wig panjangnya. Dia berdandan seperti perannya di Jumunjin. T_T

_FIN_

 

Wakakak… ending yang gaje ==

Sampai kapanpun kayaknya oppadeul ga bisa berenti ngejahilin yeppa. *plak

Jangan lupa RCL yah.. karena coment dari kalian, nutrisi bagi admin 🙂

Sebagai bonus, ini nih piku kibum oppa pas jadi hantu~ kekeke

12 responses »

  1. rame min, wlaupun gaje tapi menghibur .. haha lucu klo ngebayangin ekspresi yeppa yg kya gtu ..
    min, romance yang part 21 itu kpn lanjutannya ?

  2. rame min, wlaupun gaje tapi menghibur .. haha lucu klo ngebayangin ekspresi yeppa yg kya gtu .. daebak deh authornya
    min, romance yang part 21 itu kpn lanjutannya ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s