>>Morning & Night Romance Super Junior : “Jagalah Sky Oppa..” Part 22 <<

Standar

Author : Ririn Cross (admin ~rin_kyu~)

FB : Ririn Cross

Twitter : @RirinCross

Main Cast : You and Bias (One of Super Junior Member)

Genre : Romance, sad, hurt/comfort

Warning : Special Romance.. 🙂

Link Part Sebelumnya~

>>Part 1<< | >>Part 2<< | >>Part 3<< | >>Part 4<< | >>Part 5<< | >>Part 6<< | >>Part 7<< | >>Part 8<< | >>Part 9<< |>>Part 10<< | >>Part 11<< | >>Part 12<< | >>Part 13<< | ‎>>Part 14<< |>>Part 15<< | >>Part 16<< | >>Part 17<< | >>Part 18<< | >>Part 19 | >>Part 20<< | >>Part 21 A<< | >>Part 21 B<<

~MR~

Subuh itu kau terbangun dengan keringat dingin. Kau membuka matamu dan berharap itu tak nyata. Tapi kau tak mendapati suamimu ada di sisi ranjangmu.

“Oppa…” desismu.

Kau mengedarkan pandangan ke sekeliling tapi dia tak terlihat.

“Kau dimana??” bisikmu.

Berbagai macam pikiran mulai menghantuimu, sebenarnya dimanakah suamimu sekarang berada. Mengapa ia tidak terlihat?

Kau mengatupkan tangan. “Tidak… tadi itu hanya mimpi. Tidak mungkin.. Oppa..”  Kau mulai gemetar dan ketakutan lagi.

“Ada apa chagi?” Sebuah sentuhan halus membuatmu teralih. Senyum lembut bias, namun ada guratan kekhawatiran di dalam sana.

“Oppa?” Matamu berkaca-kaca. Ternyata dia dalam keadaan baik-baik saja. Kau langsung memeluknya. “Jangan pergi.”

“Kau mimpi buruk lagi?” Bias membalas pelukanmu, membawamu dalam kehangatan. “Tenanglah, aku disini dan akan selalu bersamamu. Sekarang tidurlah lagi, hari masih begitu pagi.” Ia mengecup dahimu dan menenangkanmu.

~XXX~

Pagi itu kau menikmati sarapanmu tanpa selera. Kau terus menatap bias. Mengapa perasaanmu tidak enak sejak tadi. Sejak mimpi itu menganggumu tepatnya.

“Mengapa nasimu masih utuh?” Bias mengerutkan alisnya.

Kau segera memakan makananmu, tidak ingin dia khawatir. Bias tersenyum padamu, ia suka cara makanmu yang manis itu.

“Chagi… Kau terlihat aneh akhir-akhir ini..” celetuknya. Kau menghentikan kunyahanmu. Kau menatapnya ragu.

“Aniya oppa..” Kau menggeleng. Mungkin jika kau menjelaskan alasannya bias akan tertawa karena itulah kau lebih baik diam.

“Katakan saja..” Dia tersenyum lembut. Senyum manis yang bisa membuat hati banyak wanita meleleh.

“I..itu.. “ Kau ragu. “Aku takut oppa meninggalkanku..” bisikmu parau.

Bias tertegun. Ia menatapmu lekat. “Akhir-akhir ini aku merasa sesuatu akan terjadi. Aku takut jika itu benar..” bisikmu.

Bias tersenyum. Ia tau kau benar-benar khawatir. “Kau harus lebih rileks chagi.. Lupakan itu. Cepat selesaikan sarapanmu. Lalu bersiap-siaplah.”

“Bersiap-siap?”

“Tentu. Kita akan kencan..” Bias tersenyum.

Matamu membulat. “Lalu jadwalmu oppa?”

“Itu mudah..” Dia memberikan wink padamu.

~XXX~

“Waaah.. disini menyenangkan…” Kau merentangkan tanganmu. Menikmati pemandangan seluruh kota Seoul yang meliputimu.

“Oppa bagaimana kau bisa tahu tempat menarik seperti ini?” Kau tersenyum.

“Tentu saja. Karena aku yang menemukannya..” bisik suamimu. Ia senang melihatmu tampak ceria kembali. Senyum yang sangat ia suka. Bahkan sepertinya ia rela mengorbankan apapun agar kau tetap tersenyum seperti ini.

“Indah… Aku suka sekali disini oppa..” bisikmu. “Gomawo…”

Bias kemudian mendekatimu dan memelukmu. “Teruslah tersenyum seperti ini.. Oppa akan bahagia jika melihatmu tersenyum chagi..”

“Ne.. Aku berjanji oppa. Kau juga harus terus tersenyum oppa.. karena aku suka senyum manis oppa..”

Bias akhirnya memelukmu erat. “Aku mencintaimu..”

Dadamu berdesir. Lalu kau tersenyum. “Nado oppa.”

~XXX~

“Sky~ Kau setuju kan dengan nama itu?” Bias menatapmu yang sedang melihat langit biru. Kau menatap ke samping, memperhatikan suamimu.  Kalian sedang rebahan di rerumputan tempat itu.

“Nama yang bagus..” Kau tersenyum.

Bias kemudian meraih tanganmu dan menciumnya. “Gomawo chagi.. “

“Apapun untukmu oppa..” bisikmu. “Jika namja, anakmu akan tampan seperti kau..”

Bias tersenyum.  “Jika yeoja akan secantik dirimu chagi.”

Kau balas tersenyum. “Ia akan sebaik dan seperhatian dirimu oppa..”

“Dan dia akan secerdas dan pintar seperti kau chagi.” Kau tertawa.

“Tapi dia takkan setenar kau.. Aku ingin dia hidup tenang..” Kau menatap suamimu. “Mian oppa.. Dia harus merasakan bahagianya hidup sebagai orang biasa,” bisikmu.

“Tentu saja chagi.. Oppa mengerti.. Ia akan hidup tenang, apapun nanti dia akan hidup bahagia tanpa ia harus menutupinya dari keberadaan public..” balas suamimu.

Kau akhirnya tersenyum. “Oppa, gomawoyo.. Jeongmal gomawo…” ujarmu sambil memeluknya.

“Untuk apa?” bias mengerutkan alisnya.

“Untuk segala hal yang kau berikan padaku…” bisikmu. Tanpa sadar kau menitikkan air mata. Bias tertegun. Ia benar-benar merasakan keanehan dalam dirimu.

“Uljima chagiya.. Percayalah pada oppa.. Semua akan baik-baik saja..” Ia kembali membawamu dalam kehangatan pelukannya.

~XXX~

~Hari Persalinan~

Bias terlihat cemas. Ia berdiri di depan pintu ruang bersalin. Tiba-tiba seorang perawat keluar.. “Apakah Anda suami pasien?”

“Iya sus… bagaimana keadaan istri saya?”

“Istri Anda butuh Anda tuan.. Silahkan masuk..” Bias terlihat bahagia. Ia dapat menyaksikan kelahiran anaknya sendiri. Dengan cepat ia memasuki ruang bersalin itu.

“Oppa..” ucapmu. Kelihatan sekali kau sangat kesakitan. Keringat membasahi dahimu. Suamimu terlihat khawatir.

“Oppa disini.. Berjuang demi anak kita chagi.. Oppa akan menemanimu..” bisiknya lalu mengecupmu sejenak. Memberikan kehangatan.

“Baik nyonya.. Tarik nafas, keluarkan.. Pelan-pelan saja..” ujar dokter itu. Ia memberi komando. Saat itu tanganmu mencengkeram erat tangan suamimu. Sakit sekali. Bias mengenggammu erat.

Karena begitu sakitnya kau bahkan tak tahu tanganmu mencakar tangan bias. Ia hanya bisa menahan pedih itu. memperjuangkan agar kau segera terbebas dari kesakitan ini.

“Sedikit lagi nyonya.. Kepalanya sudah terlihat..” Dokter itu kelihatan tegang.

Kau terus berusaha. Di dampingi bias yang selalu menemanimu dan membimbingmu. “Sakit sekali oppa!!” jeritmu.

“Tahanlah sayang.. Sebentar lagi anak kita lahir. Kau akan mendapat bayi yang cantik..” Ia berusaha menenangkanmu.

“Nngggghhhh!!!” dirimu mencoba lagi. sentakan terakhir yang begitu menyakitkan.

Suara tangisan bayi terdengar. Bias tertegun. Anak kalian sudah lahir?

“Selamat Tuan, Nyonya.. Anak kalian laki-laki..” ujar dokter itu.

Ia memperlihatkan bayi merah itu padamu dan bias. Bias langsung tersenyum cerah. Sedangkan kau menghembuskan nafas lega, namun semua langsung terasa gelap.

~XXX~

 

“Kim Sky Kyu…” Bias menimang anak itu yang terlihat lucu dan imut.  “Nama yang lucu kan chagi?” Ia tersenyum dan menatapmu.

Kau mengangguk lemah. Belum sanggup untuk bicara terlalu banyak. Persalinan menguras seluruh tenagamu, tapi setidaknya kau bersyukur karena kau dapat melahirkan Sky dengan selamat.

“Dia lelaki.. tapi dia terlihat cantik sepertimu chagi~” bisik suamimu.

Kau hanya tersenyum. Masih belum dapat tertawa.

“Oppa.. kau bahagia..?” tanyamu lirih.

“Sangat bahagia melebihi apapun di dunia ini..” Ia langsung meletakkan Sky di keranjang bayi kemudian menghampirimu. “Kau tahu chagi.. Semua ini karena mu, dan anak kita..” Ia lalu mencium punggung tanganmu dan mengelus rambutmu.

“Beristirahatlah chagi. Kau harus cepat  pulih demi anak kita..” Ia memberikan kecupan hangat di bibirmu. Berniat menyalurkan energinya untukmu. Kau lagi-lagi tersenyum. “Gomawo oppa..” bisikmu lirih.

~XXX~

“Chagiya.. Kau sudah lebih baik?” Sebuah sentuhan membuatmu terbangun. Suara suamimu.

“Oppa..” bisikmu. “Aku baik..” dustamu. Entahlah, rasa sakit itu masih terus terasa. Akankah kau bisa bertahan?
“Cepatlah sembuh chagi.. Oppa rindu padamu..” Ia mengelus lembut pipimu. “Kau terlihat sangat pucat.” Ia menatapmu sedih.

“Gwaenchana oppa.. Bagaimana dengan Sky?” tanyamu.

“Dia sehat.. Kau tahu. Matanya benar-benar mirip dengan matamu. Dia. sangat mirip denganmu chagi..” Bias terlihat bersemangat bercerita.

“Hidungnya. Kalau itu mirip denganku. Ah.. dia benar-benar tampan…” Bias mendecak. Lagi-lagi kau tersenyum. Suamimu terlihat sangat bahagia. Tak ada hal lain yang ingin kau lihat selain keceriaan dan kebahagiaan itu.

“Bibirnya juga mirip denganmu chagi. Manis..” Suami mu langsung memegang tanganmu.

“Jinja? Berarti dia memang anak kita..”

“Sudah pasti.. Kau harus melihatnya chagi. Kau pasti akan senang..” dirimu mengangguk.

“Oppa.. Berjanjilah padaku satu hal..” Kau tersendat.

“Ne chagi??”

“Kau harus menjaga Sky dengan baik. Berjanjilah akan membesarkannya dengan penuh kasih sayang..” ucapmu.

Bias tertegun sesaat, namun segera tersenyum. “Tentu chagi. Apapun yang kau minta akan oppa lakukan. Lagipula Sky anakku juga.. Pasti akan aku lakukan itu dengan sebaik mungkin..” Ia mengelus rambutmu.

“Gomawo oppa..” Kau tersenyum. wajahmu semakin pucat.

“Sepertinya kau harus istirahat..”

“Tunggu sebentar..” tahanmu. “Aku ingin oppa menciumku..” bisikmu.

“Tapi chagi kau harus istirahat..”

“Aku ingin sekarang…”

Bias mengangguk walau ragu.

Ia perlahan mendekatkan bibirnya padamu. Sentuhan nafasnya menerpa wajahmu. Aroma mint semerbak menguar, khas parfum suamimu. Kedamaian menyelimuti hatimu. Perlahan bibir itu mengecup bibirmu lembut. Ia mengulumnya perlahan, dengan sangat halus.

Kau menikmati sensasi itu. menyenangkan. Kau begitu bahagia. Kau peluk suamimu erat dengan sisa-sisa tenagamu. Ciuman dari bias semakin dalam. Ia memperlakukanmu dengan lembut. Saat itu kau merasakan, semuanya akan terasa indah dan damai. Hingga kalian selesai berciuman. “Sudah chagi.. Aku tidak menyakitimu kan?” tanyanya.

Kau mengangguk, dan sebutir air mata meluncur dari pelupuk matamu.

“Gomawo oppa..” Kau menunjukkan senyum termanis di kala wajahmu semakin memutih, dan rasa sakitmu semakin memuncak.

Seiring dengan ucapan terakhirmu itu bunyi alat detak jantung melemah. Suamimu terkesiap.

“Chagi!!!”

“CHAGI!!! Andwae!!!”
_FIN or TBC??_

Tergantung dari readers sekalian O.o

Kekeke~~
Apa ini?? Aish >.<

Lama ga ngepost malah ngepost yang beginian *ditimpuk

Ada apa dengan”mu” disini?? Hueeeeeee~~ kenapa nyesek gitu yah?? T__T

Jangan lupa RCL ya memberdeul… Supaya admin lebih semangat lanjut~ XD 

Iklan

27 responses »

  1. woiiii!!! woiiii!!!!! ngapa ceritanya jadi sad end begini eoh!!!! *ditabok*
    huueeeeeeeeeee!!!!!! dah lahiran aja ya????? ck!!! pokoknya lanjutlah!!!! ga mau tahu!! *maksa*
    apa-apaan itu pake lemah segala detak jantungnya? *salurin listrik o.O
    aku malah nyesek bacanya T.T
    dari judul aja dah mencurigakan T.T
    hueeee!!! hidupkan aku kembali!! *goncang2 bahu ri-ah**lebay*

    • udh nympe part 22 -_-
      gmna lagi ya… kan nasib hbs kelahiran (?) siapa yg tau? *plak
      klo yg seru emangnya gmna chingu?? O.o
      krna itu kan admin tnya.. fin or tbc.. klo mau fin disni oke, klo tbc byk yg req lgi admin lnjt ^^

  2. Annyeong eonni….
    Reader baru nien…
    Yaaaahhhhh eonni…
    Kritiz azza deh yaaa….
    Habis itu hidup lagi….
    Aacch eonni….
    Pengen idup lg tau’…
    Haruus d lanjut ya…
    Gomawo

  3. Ini…………
    KENAPAAA MIN KENAPAAA BEGINIIIIIIIIII????? T^T
    sumur mana sumur T.T

    btw itu kim sky kyu?
    Di part ini kebayangnya Kyuhyun oppa kyaaa ><

    NEXTTT MIN!!!
    MASA ENDINGNYA NYESEK GINI
    *ganyante
    dilanjut min please pleaseeee u,u

    • eh??? kenapa ya jadi begitu?? O.o *plak
      hehehe~ iyaa anaknya kim sky kyu namanya~ keke
      ada kyunya jadi kbyang kyu yah?? O.o
      udah admin lnjut kok ^^
      silahkan baca lanjutannya XD
      gomawo udah mampir 🙂

  4. loh..loh…kok jd gini endingny?? ud mulai curiga td sjak bca judulny..
    gak mau tau thor,,pkokny lanjut n harus happy end..
    *maksatingkatdewa

  5. Ping-balik: >>Night Romance Super Junior Part 23 : “Miracle..” << « ★Rin-Kyu★

  6. Ping-balik: >>Night Romance Super Junior Part 24 : “Kim Sky Kyu oh Kim Sky Kyu…”<< « ★Rin-Kyu★

  7. huwaa… Masa abis di cium bias malah jd begitu -.- nyesek bacanya… Kirain bakalan kyk biasa ceritanya… Tp gpp deh ada sadnya sekali2… Lanjut thor ^^

  8. Hiya…. Knp jd bgtu??? Kok jd sedih???
    Yak! Yak! Aku mati disini?! Andwae………
    Pdhl anknya sdh lahir fufufu…
    Nanti kyu bakal ngasuh sendirian dong
    lanjut
    semakin seruuuu

  9. Ping-balik: >>Night Romance Super Junior “Because of Sky” Part 25<< « ★Rin-Kyu★

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s