>>[OneShot] My Angel My Dream << Special LeeTeuk FF

Standar

 

Cast :

 

>>Park Jung Soo (Leeteuk) 

 

>>Lily Lee

 

Genre : Romance, Sad, Friendship

 

Author : Ririn Cross

FB : Ririn Cross

 

Twitter : @RirinCross

 

Cre Pict: Park Hye Min

 

Disclaimer : Super Junior belong to themselves but this story original by me! Don’t copas anywhere.

Recomended Song :  I Feel Close To You – Kuraki Mai ft Yan Zi

Warning : Typo~ Author ga bisa jauh dari typo.. jadi mohon di maklumi ya u.u

 

FF ini aku dedikasikan untuk SEMUA ORANG yang mencintai uri leader Park Jung Soo, Leeteuk oppa tercinta, dan Soo Oppaku tersayang~~ Hiks… Sebelum dia wamil T.T

Oke.. So check it out ^^ Happy reading~

_One Night_

Aku membuka mataku, merasakan sentuhan halus tangannya. Dia melemparkan senyum dengan sejuta arti. Senyum yang selalu dapat menentramkan jiwaku.

“Kau tertidur?”

Aku tersentak, selalu saja aku tersihir oleh pesona wajahnya. Kala itu, ia terlihat bingung menatapku.

Tangannya kembali menyentuhku. Membuatku tak bisa berpikir dengan akal sehat. Hangat dan nyaman.  Selalu itu yang kurasakan saat bersama dengannya..

“Aniyo.. Gwaenchana oppa,” balasku.

“Jeongmal?”

“Ne oppa.” Aku mengagguk.

Seulas senyum manis kembali terukir di wajahnya. Sebuah lengkungan kecil tercipta di sudut bibir namja itu, membentuk dimple kecil yang manis diiringi senyum khas nya. “Syukurlah, aku takut kau sakit.” Aku menggeleng.

“Baiklah. Aku ingin mengajakmu ke tempat yang menarik.” Ia tersenyum kemudian menarik tanganku mengikuti langkahnya..

_Author POV_

“Ini…” Sebuah tangan terulur, memberikan sebuah cup mocchachino hangat. Yeoja itu menegakkan kepalanya. Menatap seulas senyum yang ia kagumi. Dengan bergetar ia terima uluran itu. Namja itu tersenyum semakin lebar. Kemudian mendudukkan dirinya tepat di samping yeoja itu.

Beberapa saat mereka terkurung dalam kebisuan. Hanya buaian angin yang menyapa mereka dan suara jengkerik yang menghiasi tempat ini.

“Maaf tadi membuatmu menunggu lama hingga kau sampai terlelap..”

No problem..” balas yeoja itu kemudian menyesap kopi hangat di tangannya. Kehangatan menyambutnya di tengah hawa dingin yang menusuk.

“Lily..”

“Hm?”

Leeteuk kemudian mengalihkan tatapan dari cup itu pada sang dewi malam, mengikuti arah pandangan Lily.

“Aku ingin mengatakan sesuatu..”

Hal itu membuat fokus Lily berubah. Ia seketika menatap Leeteuk dengan dahi berkerut. “Kau terlihat aneh.”

Leeteuk mengerucutkan bibirnya. Ia ingin berbicara serius, dan mengapa Lily mengatakan ia aneh. “Yang aneh itu Yesung..”

Lily tersenyum. Namun saat itu tiba-tiba ada sesuatu yang hangat menetes dari hidung yeoja itu.

“Lily!! Hidungmu! Kau mimisan!”

“Eh?” Lily tersentak. Ia usap cairan itu. Darah.

Leeteuk segera mencari sapu tangan. Segera ia usap dan seka darah Lily. “Kau sakit, mengapa memaksakan diri bertemu di tengah malam begini!” Leeteuk terlihat khawatir.

“Gwaenchana oppa, ini karena aku ingin bertemu denganmu,” bisiknya setelah darah itu berhenti mengalir. Yeoja itu mencoba tersenyum. “Lalu apa yang ingin kau katakan?”

Leeteuk menghela nafas panjang, ia sangat khawatir tapi mengapa yeoja di depannya ini masih saja bisa tersenyum seakan tidak ada apa-apa.

“Oppa?” Lily memanggil lagi. Membuyarkan Leeteuk dari lamunan sesaatnya.

Leeteuk menatap Lily. Kini ada hal sulit yang harus ia katakan. “Sebentar lagi aku akan masuk militer,” desisnya.

Tangan Lily gemetar saat leader Super Junior itu mengatakan nya. Padahal mereka baru saja ada waktu luang bertemu setelah kesibukan yang selalu melingkupi namja itu, tapi mengapa harus berpisah secepat ini?

Leeteuk menyentuh pundak Lily. Namja itu menatap dalam. Ada sebuah ketulusan dalam sorot matanya. “Kuharap kau hidup dengan baik selama aku tak ada.” Namja itu menghela nafas semakin dalam. “Maaf jika tidak bisa menepati janji untuk terus berada di sisimu. Tapi aku berjanji, aku akan kembali.” Senyuman tulus mengakhiri ucapannya.

“Aku mengerti.” Lily tersenyum tipis. Leeteuk segera memeluk yeoja itu erat.

Gomawoyo..” Namja dimple itu tersenyum. “Sekarang kita pulang, hari sudah larut malam dan aku tidak ingin melihatmu sakit.”

 

~XXX~

 

_Second Night_

 

“Sekarang sepertinya aku punya lebih banyak waktu untuk menemuimu..” Leeteuk tersenyum simpul sambil menatap Lily.

“Karena sebentar lagi kau akan pergi oppa,” bisik yeoja itu tertahan. Leeteuk tertegun. Tentu saja, kesibukan dan jadwalnya yang berkurang tak lain karena ia akan segera memenuhi kewajiban masuk militer sebagai seorang pembela negara.

“Jangan ingatkan aku tentang itu. Malam ini aku ingin melepaskan semua penatku.” Leeteuk memejamkan matanya. Nafasnya berhembus teratur, namun terlihat jelas ada sorot kegelisahan di dalamnya.

“Mianhae..”  Lily tertunduk.

Leeteuk membuka sedikit matanya. Melihat Lily murung ia hanya tersenyum kecil. “Tersenyumlah. Senyummu membuatku lebih tenang.”

“Ne..”

“Kalau begitu kita main aja yuk..” Leeteuk lagi-lagi dengan seenak hati menyambar tangan yeoja itu. Kini mereka berdiri di depan sebuah papan ayunan. “Naiklah~”

Lily perlahan duduk disana. Leeteuk mendorongnya semula perlahan. “Pegangan yang erat ya…” Leeteuk tersenyum jahil. Lily mengerutkan alisnya, tetap menuruti perkataan namja itu. ia cengkeram erat kedua sisi ayunan.

Tidak lama setelah Leeteuk mengatakan itu kemudian ayunan yang dilakukan oleh namja itu semakin menguat.

“Hentikan Jungsoo oppa! Kau hampir menjatuhkanku!” Lily berteriak, memecahkan suasana sunyi taman itu. Namun, namja bernama Jung Soo yang akrab disapa Leeteuk itu tetap saja asyik dengan kesibukannya, –mendorong kencang papan ayunan di depannya.

“Ini menarik sekali Lily Kau akan melayang semakin tinggi, seperti impianmu yang bilang ingin terbang bukan?” tanyanya dengan senyum jahil.

Oh yeah! Kau menyebalkan Park Jung Soo-sshi! Jangan harap kau selamat setelah ini!” ancam Lily –gadis itu–  masih mencengkeram erat kedua sisi ayunan. Ia merasa benar-benar takut dan seperti akan mati. Jung Soo tertawa lebar mendengarnya.

“Coba saja!” Leeteuk semakin menantang.

Kini namja itu melepaskan pegangannya.

“Oh aniya. Oppa!! Aku akan jatuh!” pekik Lily.

Ia melepaskan pegangannya dan menutup matanya.  Sepertinya ia benar-benar akan jatuh.Dan…

BRUKKK

Lily tersadar. Ia memang jatuh dari ayunan itu, tapi kenapa tidak sakit?

“Aish. Sampai kapan kau akan menindihku?” Leeteuk di bawah sana terlihat kesal. Lily baru sadar, ternyata Leeteuk menolongnya.

“Oppa!! Kau menyebalkan!” Cepat-cepat Lily bangkit dan berlari dari tempat itu. Rona merah terlihat jelas di pipi yeoja itu.

“Kau sangat manis jika seperti itu,” bisik Leeteuk.

~XXX~

 

_Next Night_

“Mengapa kau terus mengelus kepalamu oppa?”

Lily mengerutkan alis menatap Jungsoo. Sedari tadi namja itu  tidak diam dari menyentuhkan tangannya pada kepalanya sendiri.

“Aku tak punya rambut sekarang.” Namja itu mengerucutkan bibirnya. Sedikit terlihat penyesalan saat itu. Sepertinya memang berat untuk melepaskan mahkota itu, dan tentu saja tampuk kepemimpinan yang ia pegang sekarang.

“Tapi kau tetap terlihat tampan.” Lily tersenyum.

Senyum kembali mengembang di wajah Leeteuk. “Benarkah? Kau tidak berbohong kan?”

“Tentu saja, tidak ada yang lebih tampan darimu. Tanyakan saja pada banyak orang, kau adalah leader yang tertampan.”

Leeteuk salah tingkah mendengar pujian Lily. “Berhenti memujiku, aku akan merasa berat meninggalkanmu.”

Lily tersenyum tipis. Ia kembali menatap langit malam.

“Mengapa kau suka sekali mengajak bertemu di malam hari?” Leeteuk kemudian duduk di samping yeoja itu seperti biasanya.

“Karena malam begitu indah. Aku juga tidak ingin oppa kesepian, pasti di saat malam kau selalu merenungkan banyak hal.” Lily tersenyum.

“Kau selalu saja menantang bahaya.” Jungsoo menjitak pelan kepala Lily. Yeoja itu tersenyum manis.

“Apapun demi untukmu oppa..” Leeteuk tertegun, namun sedetik kemudian senyum mengembang lagi di wajah tampannya.

~XXX~

 

_Last Night_

“Maaf membuatmu menunggu lama.” Namja itu terlihat kelelahan. Nafasnya memburu.

Yeoja itu tersenyum lagi. “Tidak masalah.”

Leeteuk kemudian duduk kembali di dekat yeoja itu.

“Mungkin ini malam terakhir pertemuan kita,” ujar Leeteuk. Lily tersenyum getir. Pada kenyataannya memang itu malam terakhir mereka.

Leeteuk mengeratkan mantelnya. Ia menatap langit malam dengan perasaan sedikit bergejolak. Sedangkan Lily mengedarkan pandangan ke sudut taman yang sudah gelap ini.

“Aku pasti akan sangat merindukanmu oppa..” Lily menatap hamparan rerumputan di taman itu. Gelap seperti biasa.

Leeteuk menatap Lily. Ia tersenyum lembut. “Dan oppa juga akan sangat merindukanmu..”

Lily tersenyum. “Bolehkah aku memeluk oppa??”

Leeteuk mengangguk. Ia merentangkan tangannya, menyambut yeoja itu. Lily kemudian membenamkan wajahnya di dada Leeteuk. Nyaman, ia benar-benar merasa tenteram berada di dekat pria ini. Setelah cukup lama akhirnya mereka melepaskan pelukan.

Leeteuk menatap iris mata Lily dalam. “Lily, saranghae..” bisik Jungsoo tertahan dan sangat tiba-tiba. Membuat yeoja itu tersentak.

Lily terdiam. Lidahnya kelu. Ia mencoba tersenyum. “Nado, jeongmal saranghae oppa. Berjuanglah dan cepat kembali,” balas yeoja itu dengan mata berkaca-kaca.. Senyum Leeteuk terkembang. Ia kembali membawa Lily ke dalam pelukan.

~XXX~

 

_The Day_

 

Rombongan Super Junior telah berkumpul. Dikelilingi ELFs yang juga merasakan suasana haru biru . Hari ini telah tiba. Hari dimana seorang Park Jung Soo akan meninggalkan sejenak ‘keluarga’nya untuk menjalankan kewajiban bela negara. Keluarga Super Junior, ELFs, dan semua kerabatnya.

“Hyung….” Ryeowook terlihat berkaca-kaca. Ia langsung memeluk Leeteuk.

“Jangan menangis Wook!” Leeteuk kemudian memeluk Ryeowook lembut. “Aku titip dorm ya..”

Ryeowook mengangguk.

“Cepat kembali hyung..” Donghae kemudian menubruk sang leader.

“Jangan cengeng Hae-ya. Kau harus jadi pria kuat. Maafkan hyung tak bisa menjagamu untuk sementara, tapi tunggulah hyung kembali ne?” Leeteuk tersenyum.

“Ne hyung.. Aku selalu menunggumu. Kau jaga kesehatan ya disana.” Leeteuk mengangguk pasti.

Tiba giliran Yesung. Namja itu menunduk. “Kau pergi telalu cepat hyung, Tapi aku akan segera menyusulmu,” bisik namja itu.  Yesung mencoba menyeka sudut matanya. Leeteuk tersenyum menatap dongsaeng yang umurnya tak terpaut jauh dari dirinya. Ia tak kalah sedih dari yang lain.

“Kau harus manfaatkan waktumu sebaik-baiknya Jongwoon.” Leeteuk menepuk pundak Yesung. Pundak Yesung semakin bergetar.

Kemudian menuju Kangin, yang berdiri di samping Yesung. “Tak ada yang bisa menggantikanmu hyung. Posisi leader Super Junior hanya milikmu.” Kangin tersenyum dengan wajah merah menahan tangis.

“Ne gomawo Kangin-ah, Jaga mereka ya, aku membutuhkan bantuanmu,” bisik Leeteuk.

“Pasti hyung.. Kau berjuang ya! Leeteuk Fighting!!” Kangin menepuk pelan pundak Leeteuk. Leeteuk mengangguk mantap.

“Eunhyuk-ah. Shindong-ah~”

Suara Leeteuk membuat dua insan koplak itu menatapnya bersamaan, dengan mata merah berkaca-kaca. Eunhyuk telah menangis sedari tadi, sedangkan Shindong menenangkannya namun justru ikut terbawa suasana. Mereka menangis bersama.

“Aish! Berhentilah menangis. Kalian terlihat jelek kalau seperti itu.” Otomatis Eunhyuk Shindong mengerucutkan bibir bersamaan.

“Hyung.. kau panutan kami, baik-baik disana ya. Dan segera kembali! Dunia ini hampa tanpamu hyung,” sahut Eunhyuk.

“Ne.. Tak ada Leeteuk hyung, ga rame.” Lanjut Shindong.

Leeteuk tersenyum kecil. Dua dongsaengnya ini memang masih tetap lucu seperti biasanya. “Tetap menarilah selincah biasanya, Hyuk.” Leeteuk menepuk pundak Eunhyuk.

“Pasti hyung.. Aku kan si dancing machine Eunhyuk.” Leeteuk mendecak, kemudian mengacak rambut Eunhyuk pelan.

“Lalu kau Shindong, jangan diet terlalu ketat kau juga harus perhatikan kesehatanmu.”

“Aish hyung. Kau akan kaget saat pulang nanti, aku akan menjadi sangat tampan dan langsing melebihimu.” Leeteuk tertawa. “Aku menunggu itu.”

Menuju ke Siwon. Namja paling tinggi yang berada di sana. “Hyung.. Kau pasti bisa. Jangan lupa berdoa. Kami disini juga akan mendoakanmu dan selalu menyayangimu hyung.”

“Pasti Siwon.” Leeteuk menggangguk. Namun Siwon masih menatap Leeteuk tak rela untuk melepasnya.

“Hyung… peluk…” rengek namja itu.

Leeteuk tertawa.. Kemudian ia memberikan pelukan pada namja kuda di depannya ini.

Tak jauh dari situ Kyuhyun tampak menunduk.

“Kyu?” Leeteuk melihat ke arah magnae itu.

“Kau kenapa?”

“Aku tidak sakit, aku tidak menangis, tapi aku hanya sedikit sedih hyung..” bela Kyuhyun.Leeteuk tersenyum simpul. Magnae tetap magnae. Leeteuk segera memeluk Kyuhyun. “Jangan nakal.. Jadilah anak yang sedikit lebih penurut.” Nasehat pemuda itu.

Kyuhyun mengangguk. “Tapi setelah pulang berjanjilah untuk membelikanku PSP terbaru ya hyung, maka aku akan berjanji menjadi anak baik.”

“Cho Kyuhyun!!!”

Sedetik kemudian pangeran iblis itu tersenyum evil ke arah sang angels without wings. Leeteuk mendecak. Ia kemudian tiba pada giliran terakhir. Lee Sungmin.

“Sungmin-ah.”

“Ne hyung?” Namja itu tersenyum. Walaupun sebenarnya di dalam sana terdapat kesedihan yang mendalam.

“Kau yang paling tegar diantara yang lain. Tapi kau jangan selalu menahan bebanmu sendiri.” Leeteuk menepuk pundak Sungmin.

“Ne hyung.. Gomawo. Sepertinya aku akan kangen dengan petuah-petuahmu.”

Leeteuk tersenyum. “Kau bisa lebih bijak dariku. Aku titip yang lain ya..” Leeteuk menepuk pundak Sungmin. Sungmin mengangguk. Sebagai anak tengah dari ke-13 bersaudara, yang walaupun sekarang tidak lengkap ini, Sungmin memang punya ketegaran yang harus diteladani. Ia berusaha kuat saat yang lain lemah, ia berusaha tegar saat yang lain menangis, dan ia akan menjadi penyeimbang diantara member yang lain. Begitulah prinsip Sungmin sebagai anak tengah.

Setelah mengakhiri perpisahan yang berderai air mata dengan member Super Junior itu, akhirnya tibalah saat untuk Leeteuk memasuki tempat awal pelatihan militer. Mereka telah ada di Nonsan.

Sebelumnya, namja yang telah mencukur rambutnya habis itu mengedarkan pandangan menuju sekeliling. Sosok yang ia cari tidak ada. Ia tidak ikutkah dengan rombongan ini? – Lily, yeoja itu tak ada disini, mengantar kepergian Leeteuk.

“Mencari siapa?” tanya Prince Manager pada Leeteuk.

“Lily, hyung..”

“Lily?” Manajer Kim mengerutkan alisnya. Siapa itu?? Kini sang manajer menatap ke arah member yang lain.

“Itu bukankah nama yang sering hyung sebut ketika mengigau saat tidur belakangan ini?” ujar Donghae. Semua member menatap bingung. Leeteuk terdiam.

~XXX~

Yeoja itu menutup buku hariannya. Tersenyum sejenak.

“Mianhae, aku tak bisa mengantar kepergianmu oppa,” bisik yeoja itu tertahan. Setitik kristal bening jatuh perlahan dari sudut matanya yang indah. Namun cepat-cepat ia menghapusnya. Bukankah ia berjanji tidak akan ada air mata? Ia hanya akan tersenyum untuk malaikatnya itu? Lily kemudian tersenyum menatap bingkai foto namja itu. Park Jung Soo, leader Super Junior sedang tersenyum.

“Kau adalah mimpiku yang sangat nyata…”

Yeoja itu kemudian membaringkan diri. Mencoba untuk terlelap lagi. Kali ini  sepertinya mimpi itu takkan datang lagi. Mimpi yang benar-benar menghubungkannya dengan orang yang sangat ia cintai, Malaikat Tanpa Sayap, Park Jung Soo, Leeteuk. someone special di hatinya.

 

Buku harian berwarna merah itu tiba-tiba terbuka karena hembusan angin. Saksi bisu pertemuannya selama ini, kisahnya bersama sang leader tertuang di dalam sana, walaupun itu sebuah mimpi, tapi itu adalah mimpi terindah yang pernah ia alami.

 

Today. I’m proud of you,, I’m proud of you,, I’m proud of you,, I’m really proud of you.

 

So, you’ll be fine there and I will stay here until later, until you come back.

 

There will be no tears, because I’ll smile for you.

 

Why??? because I’m not let you go,, but release you to return.

 

And remember,, you’re always number one in my heart

 

my beloved,, my angel,, my world.

 

                                                                                                                Lily Lee (Lee Je Hwa)

 

                                                                                                                I’m proud to be ELF

 

~FIN~

 

 

 

Ini FF khusus untuk Leeteuk oppa… Semoga oppa baik-baik aja saat wamil nanti. Kami menanti kepulanganmu Leeteuk oppa, ELFs always waiting for you :’) 

Pasti akan sangat rindu sama uri leader satu ini T.T

Oke ga banyak capcus lagi, RCL yah 🙂 Tolong kasih comentar, masukan, kritik atau sarannya 🙂 

Gamsahamnida *bow with Kyu & Kris jelek

 

 

 

14 responses »

  1. hikz… hikz…
    waahhh ff nya daebak banget . .
    nyesel banget baru baca sekarang .
    sumpah aku nangis pas leeteuk oppa pamitan sama semua member suju .

    #nangis sambil meluk kyu oppa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s