>>Night Romance Super Junior “Because of Sky” Part 25<<

Standar

poster NR

Main Cast :

>>You

>>Your Husband (One of Super Junior Member (Leeteuk, Heechul, Hangeng, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, Siwon, Ryeowook, Kibum, Kyuhyun, Henry, or Zhoumi)

>>Kim Sky Kyu (your’s & bias Son)

Disclaimer : Super Junior belong to themselves but this story original by me! And a little i take idea from manga ‘Be Careful With Serious Man’

Author : Ririn Cross (admin ~rin_kyu~ Big Family of ELF Indonesia)

FB : Ririn Cross

Twitter : @RirinCross

Warning : PG-15 inside…

Link part sebelumnya : 

>>Part 1<< | >>Part 2<< | >>Part 3<< | >>Part 4<< | >>Part 5<< | >>Part 6<< | >>Part 7<< | >>Part 8<< | >>Part 9<< |>>Part 10<< | >>Part 11<< | >>Part 12<< | >>Part 13<< | ‎>>Part 14<< |>>Part 15<< | >>Part 16<< | >>Part 17<< | >>Part 18<< | >>Part 19 | >>Part 20<< | >>Part 21 A<< | >>Part 21 B<< | >>Part 22<< | >>Part 23<< | >>Part 24<<

~Romance ~rin_kyu~

“Oppa… Sky berat badannya masih kurang.” Dirimu menatap suamimu yang segera mendekatimu dengan wajah tampak khawatir.

“Ne chagi.. sepertinya Sky butuh gizi tambahan.” Dia menatapmu.

“Aku sudah memberinya susu setiap hari–“ Kau sedikit menghela nafas. “Walaupun dengan penuh perjuangan.”

Bias menatap wajahmu. Ia tahu kau sudah berusaha keras selama sebulan ini saat merawat Sky. “Oppa mengerti.” Ia mengelus rambutmu. “Tapi apa kau masih tidak berniat memberinya susu bayi chagi?” Ia terlihat berhati-hati saat mengatakan itu padamu.

Dirimu menggeleng. Kemudian kau segera mengambil Sky dari penimbang bayi, menggendongnya lembut. “Aniya, aku hanya akan memberinya ASI. Tidak untuk susu buatan,” ucapmu. Itu sudah keputusanmu sejak awal.

Saat itu dirimu mencoba menyusui Sky lagi. “Sayang, minum susu yang banyak ya..” ucapmu. Bias menatapmu sedikit iba.

~XXX~

“Puting Anda rata..” dokter wanita itu bicara langsung padamu sambil mengerutkan alisnya. Kau dan bias masih sedikit tidak mengerti, kemudian saling tatap. “Ada timbunan susu di dalamnya. Membuat jalan keluar bagi susu sedikit terhambat.” Kau menggenggam tangan bias. Namun ia seolah menenangkan, ini tidak akan jadi hal yang menakutkan.

“Anak Anda harus bekerja keras saat menyusu pada Anda. Menyebabkannya lebih cepat kelelahan dan tertidur. Karena itulah bayi Anda tidak mengalami pertambahan berat yang signifikan selama masa menyusui ini. Ia butuh gizi lebih banyak dari ASI,” jelas dokter itu panjang lebar.

“Lalu, apa yang harus saya lakukan uisa? Bagaimana mengatasi hal ini?” Kau sangat khawatir. Ah pantas saja Sky mudah tertidur, ini karena walaupun dia kehausan tetapi susah saat menyusu membuatnya jadi mengantuk. Beratnya juga tidak bertambah karena kekurangan gizi dari ASI.

“Mengatasinya?” Dokter itu menatapmu dan suamimu bergantian. Kemudian beberapa saat ia tersenyum menyeringai. “Minta suami Anda untuk menghisapnya.”

“Mwo?!” Kompak dirimu dan bias terkejut. Apakah harus seperti itu.

“Itu jalan terbaik nyonya. Dan Anda harus membantunya Tuan” Dokter itu tersenyum. Kau dan bias langsung tertunduk dengan pikiran masing-masing, dan tentunya muka kalian sedikit memerah.

~XXX~

“Op..oppa..” Kau menatap bias yang ada di balik kemudi.

“Ah ne.. chagi..” Suamimu juga tampak gugup. kalian berdua masih begitu terpikir dengan ucapan dokter. Apakah memang harus seperti itu?

“Menurutmu bagaimana itu tadi?” Dirimu sedikit canggung.

Bias menatapmu. “Mungkin memang itu jalan satu-satunya.” Kau melongo. “A-ani! Tapi oppa tidak akan memaksanya. Oppa akan lakukan apa yang menurutmu lebih baik chagi. Kita bisa cari jalan lain selain itu mungkin… Kita bisa pikirkan itu nanti.” Bias mencoba menjelaskan padamu. Sepertinya ia tidak ingin membuatmu bahkan lebih gugup.

Dirimu menghela nafas lega mendengar perkataannya. Namun ada senyum kecil yang mengembang di wajahmu. Suamimu begitu lucu.

“Chagi… Sabuk pengamanmu.” Suamimu mencoba memberitahumu.

“Ah ne..” Kau segera mengikatkannya, namun mengapa begitu susah. “Oppa.. Kau bisa membantuku?”

Bias menatapmu dan tersenyum. Dengan lembut ia memasangkannya. Saat itu jarakmu dengannya begitu dekat. Sangat dekat, bahkan kau pun bisa merasakan debaran jantungnya. Dia berdebar ternyata? Tak jauh berbeda dengan detak jantungmu yang begitu cepat pula. Mengapa tiba-tiba suasana semakin panas? Padahal AC mobil yang kalian naiki begitu dingin.

Kau dapat mencium parfumnya. White musk. Namun kau segera mengerutkan alis. “Parfummu ganti?”

“Bukankah kau yang menyuruhku?”  bias sudah dalam posisi semula.

“Benarkah?”

“Ne, saat kau ngidam kau muntah-muntah saat mencium parfumku.”

Kau menutup mulutmu sesaat. “Ah.. tapi sekarang tidak. Oppa. Pakai parfummu yang lama, aku lebih suka aroma mint.”

“Siap tuan putri.” Bias mengacak rambutmu pelan. Kau mengembangkan senyum.

 

~XXX~

 

Hari berikutnya…

Kau menatap jam dinding. Sudah hampir pukul 12 malam, dan suamimu belum pulang. Dirimu menghela nafas perlahan. Terjadi lagi. Kau lalu menekuk kakimu di atas sofa. Pikiranmu melayang ke berbagai tempat.

Dia memang sangat sibuk. Super Junior juga sangat penting untuknya, kau memahami itu, tapi ada saat dimana kau membutuhkannya untuk di sisimu. Oh ayolah, kau tak bisa egois. Lagipula, gosip itu tidak benar. Foto yang seharian menghebohkan seluruh penjuru dunia itu membuatmu juga sangat kalut.

Skandal dirinya dengan seleb wanita itu, sudah cukup membuatmu kehilangan mood untuk hari ini. Kau tahu itu tak nyata, bahkan kau tau saat suamimu berada di sana, yah mereka tidak melakukan apa-apa. Hanya selca biasa. Netizen saja yang sedikit berlebihan.  Tapi itu benar-benar skandal panas. Bahkan sampai-sampai kau dengar suamimu dan seluruh SJ member rapat besar di kantor SM gara-gara skandal itu. Masih tidak akan selesai ya??
Sky telah tertidur sejak 2 jam yang lalu. Kau benar-benar kesepian malam ini. Hingga dirimu pun memilih untuk memejamkan mata di sofa itu. Kau bahkan tak sadar saat itu tiba-tiba ada sebuah tangan yang menggendongmu perlahan dan menidurkan di ranjang dengan lembut. Saat kau rasakan tubuhmu telah dalam posisi nyaman di kamar itu dirimu membuka mata. Siluet namja yang sangat kau cintai tengah memandangmu, dengan tatapan sayu yang sendu. “Oppa..” bisikmu. Kau terbangun. Ia masih dalam balutan pakaian kerjanya. Senyumnya sedikit melemah.

“Tidurlah chagi. Seharusnya kau tidak menunggu oppa..” Ia mengelus rambutmu lembut.

“Tapi…” Dirimu sengaja memutus ucapanmu. “Aku mencemaskanmu..” ucapmu jujur. “Oppa gwaenchana? Bagaimana rapatnya tadi?”

Raut wajah itu berubah menjadi semakin sedih. Ia seolah tidak ingin kau tahu tentang hal itu. Jadwalnya seharian itu memang dicancel dan harus rapat dadakan di kantor SM.

Kau tertegun. Namun dirimu segera menarik tubuh bias mendekatimu. Kau memeluknya dan menepuk-nepuk kepalanya yang kini terbenam di dadamu. “Semua akan baik-baik saja oppa.”

“Gomawo chagiya. Aku beruntung mempunyai istri sebaik dirimu yang begitu mempercayaiku..”

“Tentu oppa..” Kau tersenyum.

 

~XXX~

 

Bias terlihat berbaring di ranjang dengan berbagai pikiran. Kau datang sambil membawa secangkir kopi. “Kau bisa menenangkan pikiran dengan ini oppa? Minumlah, masih hangat..”

Bias segera terbangun saat itu juga. Ia terlihat senang. Ia hisap kopi itu dengan penuh perasaan. Sepertinya ia jadi sedikit lebih tenang, setelah tadi mendapat dekapan darimu dan sekarang, secangkir kopi panas favoritnya.

“Nikmat sekali chagi..” Ia tersenyum. Rautnya yang tadi begitu lemas tidak terlihat. Matanya mulai memancarkan kehidupan. Setidaknya kau sudah dapat membuatnya melupakan masalahnya yang tadi melingkupinya.

Kau mengangguk. “Kalau oppa ingin mandi sudah kusiapkan air hangat.” Bias menatapmu dengan sedikit mengerutkan alisnya. Ia sepertinya tidak setuju dengan acara mandi?

“Oppa harus mau mandi!” ucapmu yakin.

Setelah ia selesai meminumnya kau bereskan cangkir kopi itu. Kau dorong suamimu ke kamar mandi. “Cepatlah mandi oppa…”

Ia terlihat malas.

“Sebelum airnya dingin…”

“Baiklah~” Ia berhenti sejenak kemudian menatapmu. “Setelah ini bagaimana kalau kita main?”

“Mwo?!” Kau mengerjapkan mata.

“Oppa akan mandi jika kau menyetujuinya..”

“Ya! Apa-apaan itu?!” Kau ingin protes.  Namun bias sudah menghilang di balik pintu kamar mandi.

 

~XXX~

 

Kau sedikit resah melihat jam dinding. Sudah hampir setengah dua dini hari dan yang benar saja, suamimu mengajak main setelah ini. Ck! Memang sih, sudah sejak Sky berada dalam kandunganmu kalian tidak pernah melakukan hal ‘itu’, tapi bukan berarti harus dilakukan sekarang juga. Itu membuatmu, sedikit takut?

Terdengar bunyi deritan pintu kamar mandi. Kau lihat suamimu telah selesai bersih-bersih dan ia tampak sangat segar. Kemudian namja itu segera tidur di sebelahmu.

“Goodnite chagi.. Tidurlah..”

“Oppa tak jadi main?” tanyamu heran. Ia membuka matanya.

“Mengapa kau tanyakan hal itu? Tadi kan oppa hanya bercanda..” Dia menjitak pelan kepalamu. “Ayo tidur. Untuk hari esok yang lebih baik,” ucapnya, lebih untuk menyemangati dirinya sendiri.

Entahlah, saat ini mengapa kau terlihat kecewa dengan ucapannya. Apakah karena kau sebenarnya ingin juga?

“Chagi…” ia memanggilmu. Ia dapat melihat sorot kecewa di matamu itu tadi. Tapi kau membalikkan tubuhmu membelakanginya, menghindari kontak mata darinya. Ternyata itu tadi hanya bercanda.

Namun tangan bias kini malah menelusuri lekuk tubuhmu, kemudian melingkar di pinggangmu. “Sulit untuk menahannya,” bisiknya tepat di telingamu.

Kau membalikkan tubuhmu dan kini kalian saling berhadapan. “Jadi mengapa tidak dilakukan?” tantangmu. “Setidaknya, demi Sky?”

Bias menatapmu terbelalak. Namun beberapa detik kemudian seringaian terlihat jelas terpatri di wajah tampannya. “Dengan senang hati..”

 

~XXX~

 

Sinar mentari membuat bias membuka matanya. Ia menatapmu yang tertidur pulas di dalam dekapannya. Tadi malam benar-benar sangat melelahkan. Bias lalu memelukmu. Melindungimu dari panasnya matahari yang menerobos kaca jendela kalian yang tak terlindungi tirai.

Kau menggeliat karena merasakan kulit hangatnya. Sedikit demi sedikit kau membuka matamu dan menatapnya. “Oppa? Sudah bangun??”

“Ne..” Ia mengangguk.

Kau membenamkan kepalamu semakin dalam di dadanya yang hangat. “Masih ngantuk~”

“Kau bisa tidur lagi chagi. Masih ada waktu yang cukup bagimu beristirahat..” Ia mengelus rambutmu, kemudian mengeratkan pelukannya.

Namun tiba-tiba…

Oeeekkk Oeekkk

Terdengar suara tangisan bayi. Kau dan suamimu langsung siaga. Sky menangis.

“Sepertinya dia lapar..” Kau segera bangkit, menyambar gaun tidurmu yang terlempar di pojok ruangan, memakainya seadanya lalu menuju tempat tidur bayi, Sky. Bias yang melihatmu hanya bisa tersenyum.

“Anak eomma lapar ya?” Kau menimangnya lembut. Segera kau menyusuinya.

“Bagaimana hasil kerja tadi malam?” Bias tiba-tiba sudah berada di belakangmu. Ia meletakkan kepalanya di pundakmu.

“Sepertinya berhasil..” Kau menatap Sky yang tampak lahap meminum ASInya, tentu saja. sekarang jalan keluar ASI sudah begitu lancar, siapa lagi karena bantuan dari ayahnya. Keke

“Aku memang hebat~” Suamimu berbangga hati. Kau hanya tersenyum malu.

“Begitulah..” Kau menggumam, dan masih meneruskan kegiatan menyusuimu.

“Setelah ini.. Bagaimana kalau oppa juga minta..”

Kau kembali membulatkan mata. “Aniya!! Kalau itu tidak boleh!”

Bias mengerucutkan bibirnya. “Dan sebaiknya oppa buat sarapan untuk kita. Oke?” Kau berlalu pergi masih dengan Sky di dalam gendonganmu dan kesibukannya.

Bias menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

~FIN or TBC?~

Huaaaaaaaaaaaaaaaa akhirnya setelah sekian lama ga post NR akhrnya bisa post jga T.T

Mianhae ya readers sekalian baru bisa update~~ Bagaimana dengan part ini??
Masih mau lanjut kah? Atau ending disini??

atau gimana?? Kritik, saran dong~
Semoga masih pada inget ya sama NR ini~ *jedaaarrr

Oke.. Saya pamit dulu.. akan kembali di cerita berikutnya.. mungkin?? 
RCLnya jangan lupa ya ^^ *deep bow

50 responses »

  1. huaaaaaaaaa . Daebakkk ! Jeongmal daebak !! Kkkk, sukaa bgt ampe terbawa suasana . xD
    emang ya NR yg di bikin dsini selalu baguss bgt *-* . Lanjut lanjut lanjut *ala pendemo*
    Hmm, kenapa gak coba bkin ff aja ? Yg lebih panjang trus lebih intens ngepost juga ;D
    Over all baguss bgt ^^b

    • gomawo udah mampir baca >.<
      benarkah smpe kbawa suasana?? O.o
      adminnya jdi melayang2 klo dpuji trus nnti :3 hehe
      oke.. pasti lnjt kok ^^
      admin jga bikin ff kok 😀 hehe
      klo nr sma mr mmg jga bagian dri blog ini…
      skli lg gomaw ya 🙂 jangan bosen buat mampir ne :3 *bow with kyu

  2. ige mwoya?????? :O *cengo*
    aku mau baby~~~~~~ *gendong sky*
    hey~~ kenapa ane malah kebayang kyu???? o.O
    padahal pertamanya udah yeppa T.T *otak mulai eror*
    ck! cepatlah tumbuh besar sky~~ *cubit pipi sky*
    btw,, ratednya naikin nih -_-

    • -____- kau buatlah sama suho~~ kkk~~
      ANDWAE!!!! *gorok myunpa
      kau harus bayangin si yeppa aneh itu lagi… -_-
      aku malah klo buat ngbayanginnya siwon dptnya *jedaaar *ditalak kyu
      udahhhh kan.. udah ada peringatan.. pg-15.. hahaha
      pnyamu aja yg pg-15 ada gitu2an >.< ini kan ga ada~~~ kekeke

      • ga mau!! aku mau baby dari rahimmu~ *alasan apa ini*
        hhhhaaa,, tapi mukanya kyu lalu lalang say~ sampe rambut si kepala besar itu berubah jadi warna lain,, ane ga mau ngebayangin dia -_- *yeppa pundung*
        mwo??? punyaku juga ga ada ap2 -_- *cekek suho

      • -______- *tampar suho
        ANDWAE!!! Pokoke ga boleh ngebayangin kyu!! kau bayangin yoseob aja deh gpp.. asal jangan kyu -_-
        hahaha itu resiko dia ngubah rmbt kyk gt :3 dia gila~ *jedaaar
        apanya yg ga ada apa2? -__- kalian melakukan sesuatu disana >///< kyaaaaaaaaaaaaaa kris jelek

  3. aku sering buka blog ini cuma mau liat nr ini. tapi lama banget xD skrg baru buka ternyata udah ada lanjutannya
    ayoooo lanjutin lagii .. fighting !

  4. huaaaa… mana lanjutannya…. mian baru bisa comment… mr,nr terkeren yang pernah wo baca
    kamshahamnida… ok, next kajja!!!
    aja aja huaiti

  5. Hello min .. *evilsmile*wkwkwk
    Ntar klo ad lanjutanya post lg yah*wink~
    Please min *jungkatjungkit*

    NR/MR nya perbanyak lagi yah *walopunreadnyatelatttplike*

  6. aku nyasar eon, tiba-tiba baca ff ini. tapi aku langsung menjelajah (?) ini ff dari part 1-25.. ^_^ next.. ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s